Thursday, 23 October 2014

Dugaan Bangunan Liar Di Tiban Koperasi,Pemilik Emosi Tantang Sat - Pol PP Berduel


" Mungkin atasannya makan sendiri,makanya bawahannya jadi sibuk sendiri "

Batam ,Dinamika Kepri - Mungkin karena emosi atau apa,sang pemilik bangunan diatas bantaran drainase di depan perumahan Mutiara poin Sekupang itu siang tadi 23/10/2014,berteriak kepada seorang petugas sat -pol PP dan mengajak duel.

Pasalnya petugas penertiban itu menyatakan kalau sebelumnya ada mobil molen semen yang masuk yang hendak mencor dak bangunan tersebut,dimana kepastian itu di dapatnya dari seorang anak perempuan penjaga warung rokok disekitar itu,Kata penjaga warung itu benar, kalau tadi ada mobil semen yang masuk namun sudah pergi.bahkan ketika media ini memastikan hal itu,penjaga warung itu juga mengatakan demikian.

" Ya.. tadi ada mobil molen yang masuk." ucap penjaga warung yang terbilang masih muda itu. 

Namun ketika pernyataan itu disampaikan kepada pemilik bangunan untuk membenarkan,pemilik bangunan terlihat malah emosi dan mengatakan " Siapa bilang ada mobil molen masuk,"ucap sang pemilik bangunan dengan nadi tinggi,lalu petugas sat -pol PP itu menjawab dengan pasti ." Anak itu,enggak mungkin anak kecil seperti itu berbohong." katanya.

Akibatnya suasana makin memanas,sebab sebelumnya sang pemilik bangunan sudah terlanjur mengatakan tidak ada,takut di bilang berbohong,sang pemilik bangunan yang diduga  telah menyalahi aturan mendirikan bangunan itu membentak petugas tersebut dan mengajak duel,namun petugas sat -po PP itu diam dan pergi.

Melihat situasi yang semakin tidak kondusip lagi,akhirnya Surya yang diketahui sebagai Danki sat pol PP tersebut,melakukan komunikasi via celularnya dengan seseorang ,untuk memastikan laporan dari petugas Dirpam BP Batam yang mengatakan kalau sebelumnya di tempat tersebut ada mobil molen semen yang hendak menurunkan material semen,dimana kehadiran mobil molen semen itu katanya untuk mencor dak bangunan itu.

Padahal pada tanggal 22/10/2014 kemarin, Rudi selaku Wawako Batam sudah turun langsung mengecek bangunan itu dan telah melarangnya agar pembagunan jangan dilanjutkan lagi.

Namun  pemilik bangunan sepertinya tidak mengindahkan hal itu,ditambah lagi  laporan dari Dirpam BP kawasan itu yang mengatakan kalau ada mobil molen masuk untuk menyelesaikan bangunan itu ,akibatnya membuat seluruh  petugas sat-pol pp dikerahkan dan memenuhi tempat itu.namun pengakuan pemilik di TKP kepada para petugas penertiban,menyatakan  tidak benar kalau  mobil molen semen ada yang datang.

Di TKP ada jejak semen,ketika dipertanyakan petugas,sang pemilik bangunan mengaku kalau itu bekas dari semen adukan.

Untuk mendinginkan situasi,Akhirnya Surya selaku Danki datang menghampiri pemilik bangunan yang di ketahui bernama Herawan itu dan mengajaknya berbicara jauh dari pendengaran para petugas Sat -Pol PP yang lain. 

Diu ujung bangunan yang katanya untuk cucian mobil itu,mereka terlihat akrap,tidak tahu persis apa yang mereka bicarakan,namun yang pasti terlihat mereka salin tukaran nomor HP ,usai  itu berselang suana pun  menjadi tenang,dan berlahan satu persatu para petugas penertipan itu meninggalkan lokasi dan sebagian lagi terlihat mengamati pedagang yang ada dideretan bangunan itu.

Ketika media ini memastikan apa langkah selanjutnya atas pembangunan itu,Surya mengatakan masih menunggu perintah selanjutnya,katanya ,kita menunggu sampai hari senin nanti.Ucap Surya sembari menaiki mobil oprasional tugasnya.

Diduga Bangunan diatas drainase ini telah terindikasi dari kepentingan-kepentingan pejabat menjadikan ajang korupsi ,pertanyaannya ,bagaimana mungkin   bisa mendirikan bagunan diatas drainase,padahal masa pembagunannya sudah memakan waktu 2 bulan,itupun bangunannya ada di pinggir jalan,kenapa pula ketika hendak mencapai tingkat Finising baru dipermasalahkan." Ada apa ?"

Menurut salah satu pekerja bangunan itu kepada wartawan ini mengatakan ,kalau pengerjaan bangunan itu  telah dikerjakan sejak dua bulan lalu,itupun dikerjakan di waktu siang hari,tidak benar kalau pembangunan cucian mobil ini di kerjakan malam hari.

" Siapa bilang ini dikerjakan malam hari,itu tidak benar,ini kerjakan siang hari,bahkan sudah dua bulan ini,kenapa sekarang jadi bermasalah,padahal anggaran bangunan ini sudah banyak,sekarang baru sibuk,mungkin atasannya makan sendiri,makanya bawahannya jadi sibuk sendiri." Ucapnya jengkel.

Editor : Agus Budi T