Sunday, 26 October 2014

Menyingkap Kehidupan Bandar Judi Dadu Di Batam

Batam,Dinamika Kepri - Tidak heran kalau banyak sebagian orang menganggap kalau bandar-bandar judi termasuk bandar judi dadu memiliki banyak uang dan sering dikatakan menang ketika usai menggelar lapaknya,namun itu tidak benar,sebagaimana pengakuan salah satu bandar judi dadu yang ada di Batam kepada media ini mengatakan,kalau tidak benar, bahkan Ia mengatakan kalau setiap malamnya para bandar kerap mengalami kekalahan.

" Kelihatannya saja kami (Bandar dadu=red) seperti banyak uang,memang itu benar ,tetapi itukan modal,enggak mungkinlah buka lapak enggak pakai modal. kalau dari segi permainannya kita memang menang,kita kalahnya dipengondisian, semua tamu-tamu yang datang harus dikondisikan,itu memang kewajiban kita ,namanya juga pekerjaan kita ini abu-abu,jadi mau tidak mau kita harus melakukannya dengan baik,tentunya biar suananya tetap kondusif." Katanya.

Ketika ditanya berapa anggaran yang dihabiskan untuk mengondisikan tamu-tamu yang dimaksud,ia mengatakan, kalau setiap malamnya bisa menghabiskan sekitar Rp 8 jutaan.

" Saya sudah menghitungnya ,khusus bagi tamu yang datang saja, biasanya bisa habis kisaran Rp 7 sampai Rp 8 jutaan, lain lagi untuk yang lainnya,tetapi itu tidak tetap,melihat harinya juga,biasanya kalau malam minggu bisa lebih lagi.sebenarnya kita kalah di pengondisian,kalaupun menang ,ya pas-pasan untuk bayar bon di warung saja." Katanya lagi.

Namun walau sering merasa kalah,katanya itu soal biasa yang penting hobinya bisa tersalurkan setiap malam dilapak dadunya.

'' Kalah menang itu adalah konsekwensinya,kalau tidak mau kalah jangan main judilah,kalau saya sendiri ,selain tempat mencari penghasilan judi dadu ini memang permainankegemaran saya,jadi selain dapat uang yang tidak seberapa hobi juga tersalurkan." Terangnya.

Terkait banyak tamu-tamu yang dimaksud sebelumnya,ketika ditanya media ini,pria yang kulit hitam manis itu terlihat enggan menerangkan,katanya masalah tamu-tamu itu enggak usah di bahas enggak etis.

" Oh itu enggak perlu dibahas,enggak Etis dong kalau kita bahas siapa saja mereka-mereka itu,yang penting kita saling mengerti saja ,mereka (tamu=red) juga bisa melihat keadaan dilapak atau bagaimana,terkadangpun kalau kita lagi posisi naik,kita juga tidak sungkan untuk memberikan lebih pada mereka." Ucapnya.

Ketika ditanya tentang tentang larangan judi yang berlaku beserta ganjarannya,Ia menjawab katanya,habius gimana lagi hanya itu pekerjaan itu yang bisa saya lakukan,kalau disuruh kerja yang lain,mungkin saya tidak mampu untuk melakukannya,ya ..masalah larangan, itu memang  jelas sangat dilarang,tetapi untuk saat ini saya lihat yang lain bisa buka,kenapa saya tidak buka apa bedanya ?." Pungkasnya.

Menanggapi yang katanya saat ini marak dadu remot,dimana keberadaan dadu remot tersebut, kerap membuat pemain emosi karena tebakannya selalu tidak tepat dan kalah, akibatnya dapat memicu perkelahian antara pemain dengan bandar. dimana dalam kurun 2 lalu itu pernah terjadi.Ia mengatakan tidak tahu pasti,namun pernah mendengarnya.

"Aku juga pernah mendengar kalau dadu remot itu ada,tetapi aku belum pernah melihatnya,ya ..kalau benar itu dipakai ,mungkin karena berbagai faktor alasan,mungkin juga karena bandar itu sering kalah,tetapi kalau saya tidak berminat untuk memakainya, kalaupun benar dadu remot itu ada,memang prakteknya judi,tetapi kalau sudah menggunakan seperti itu saya rasa bukan tindak judi lagi melainkan sudah penipuan,jangankan dadu remot,memakai yang bersifat mejik saja ,saya tidak berminat,pernah anak buah saya menganjunjur saya agar memakai mejik,ya.. tujuannya biar tetap menang,namun saya tidak setuju,saya hanya mengatakan padanya tidak usah,kita main bersih saja,kalaupun kita kalah paling tidak seberapa,begitu juga dengan menangnya,sebab saya tahu setiap mejik itu pasti ada imbangnya,bagaimana kalau imbangnya kebetulan main ditempat kita,saya rasa tidak bisa terpikirkan lagi,tidak mungkin begitu banyak pemain tidak ada yang memiliki penggangan,namun karena melihat kita bersih dari semacam hal itu,merekapun bisa mengerti." Jelasnya.

Namun yang jadi pertayaan,dari mana saja modal mereka  untuk bermain dadu itu mereka dapatkan,padahal modal yang mereka bawa setiap malamnya terbilang puluhan juta,menanggapi itu,katanya kalau lagi kalah,biasa pinjam sama koperasi,kalau tidak ajak -ajak toke menjadi bandar baru.

" Ya.. kalau kalah malam ini,terpaksa putar otak cari modal untuk nanti malam,biasanya jasa koperasi yang menjadi sasarannya,terkadang kita mengajak teman atau kenalan yang bisa menjadi bandar malam itu,jadi jangan heran kalau disetiap lapak dadu itu,minimal bandarnya ada 2 orang,ada juga yang sistemnya patungan nanti hasilnya bagi bersama,makanya di setiap pengeluaran itu selalu dicatat agar jelas berapa penegeluarannya,jelas kalau satu bandar enggak mampulah,walau terkadang ada juga satu bandar,namun tidak banyak." Terangnya lagi.

Sebelum menutup perbincangngannya dengan awak media ini,bandar judi dadu yang enggan menyebut namanya itu berpesan dan berharap, agar para generasi muda nantinya, jangan pernah mau terlibat dengan yang namanya bentuk perjudian apapun,karena muaranya akan ada pada kehancuran diri sendiri ,bahkan bisa berakhir di dalam penjara.


" Kalau pesan dan harapan saya, bagi generasi muda,janganlah pernah mengikuti jejak seperti kami-kami yang sudah tua inilah,mungkin kami melakukan seperti karena tidak ada keahlian di bidang lain lagi,seandainya saya ahli pekerjaan lain,pasti saya sudah meninggalkan ini,kenapa saya katakan demikian,hidup kami tidak pernah tenang,kami selalu dihantui rasa ketakutan,mana ada orang yang mau masuk penjara,namun karena keadaan,mau tidak mau kami harus melakukannya,jadi yang namanya judi kalau boleh janganlah,pasti yang menang ketagihan,yang kalah tentu malah penasaran,jadi tidak ada habisnya,tergantung kita bisa tidaknya untuk membatasi diri agar tidak terjerumus kedalam itu,kalau saat ini,semasih ada pemain,bandar akan terus menggelar lapaknya." ucapnya mengakhiri.(Ag)

Editor : Agus Budi T