Sunday, 12 October 2014

Jokowi Diisukan Akan Dijegal, SBY Sebut Keterlaluan

Jakarta,dinamika Kepri – Isu bahwa ada pihak-pihak yang berupaya menghalangi pelantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden terpilih pada tanggal 20 Oktober 2014 semakin santer terdengar. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun angkat bicara mengenai hal ini. SBY menilai, isu penjegalan Jokowi tersebut sudah keterlaluan.

“Saya tidak tahu dari mana berita yang ’menghasut’ itu berasal. Barangkali agar situasi politik yang sudah panas, bertambah panas lagi. Isu begini keterlaluan!” kicau SBY melalui akun Twitter pribadinya, @SBYudhoyono, Jumat (10/10/2014).

”Saya menyesalkan jika politik kita jadinya seperti ini. Sungguh tidak mencerdaskan & tidak bertanggung jawab. Yang dilakukan oleh lembaga negara manapun, termasuk MPR, haruslah masuk akal, taat asas & sungguh memahami kehendak rakyat,” lanjutnya.

 Putra bungsu SBY yang juga Sekjen Partai Demokrat (PD), Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, pun turut berkomentar. Ibas menegaskan, Partai Demokrat sama sekali tidak ada niat untuk menjegal pelantikan Jokowi sebagai presiden.

”Jangan ada yang takut dan curiga dengan isu penjegalan atau pemakzulan. Intinya, tidak ada niatan dari kami, Partai Demokrat, untuk menjegal pelantikan apalagi merecoki pemerintahan presiden terpilih Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla,” tegas Ibas di Jakarta, Jumat (10/10/2014).

“Kami (Partai Demokrat) bisa mengkritisi secara konstruktif dan tentu bisa menentang pemerintah ke depan, manakala kebijakan atau programnya tidak pro-rakyat. Sebaliknya, kami akan mendukung pemerintah sepenuhnya jika kebijakan atau programnya tepat dan prorakyat,” tutupnya.

Sumber Berita : sidomi.com