Tuesday, 28 October 2014

Ir.Tato Wahyu Akui Pengalihan Fungsi Row Jalan Untuk Menghemat Biaya Perawatan


Batam,Dinamika Kepri -Ternyata keberadaan pengalihan Fungsi Row jalan,Buffer Zone dan Ruang Hijau terbuka (RTH) yang saat ini banyak ditemukan seperti di Pujasera seperti Tiban Center Sekupang,depan SP Plaza MKGR Batu Aji ,Depan Apotik Fitka Belakang RS Embung Fatimah Batu Aji,Indorasa depan simpang Sagulung serta Cafe di sekitaran Aviari dan tempat lainnya, kata Ir.Wahyu selaku Pejabat Dirkilim dan Agrobisnis di BP Batam kemarin 27/10/2014 dikantornya mengakui kepada beberapa wartawan bahwa keberadaan semua itu tujuan untuk menghemat perawatan.

" Ya kalau bisa,setidaknya kita dapat menghemat biaya untuk perawatannya." Cetus Tato singkat.

Padahal didalam Peraturan Menteri PU No. 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan jelas telah diatur.dengan dasar Pertimbangan Kuantitas dan kualitas ruang terbuka publik terutama Ruang Terbuka Hijau (RTH) saat ini mengalami penurunan yang sangat signifikan dan mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan hidup perkotaan yang berdampak keberbagai sendi kehidupan perkotaan antara lain sering terjadinya banjir, peningkatan pencemaran udara, dan menurunnya produktivitas masyarakat akibat terbatasnya ruang yang tersedia untuk interaksi sosial.

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang memberikan landasan untuk pengaturan ruang terbuka hijau dalam rangka mewujudkan ruang kawasan perkotaan yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam rangka implementasi Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang diperlukan adanya Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan.

Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud di atas, perlu ditetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum.Namun Di BP kawasan Batam terkesan aturan tersebut tidak bermamfaat sama sekali.

Editor :Agus Budi T