Friday, 17 October 2014

Disnaker Batam Ingatkan Bahwa Pentingnya Sertifikasi Kompetensi Jelang MEA

Batam,Dinamika Kepri - Dinas Tenaga Kerja Kota Batam saat ini,tengah berusahauntuk mendorong semua lembaga pelatihan keterampilan yang ada di kota industri kota Batam, untuk bekerjasama dengan lembaga sertifikasi kompetensi. katanya Hal ini bertujuan agar peserta pelatihan bisa mendapatkan sertifikat sesuai keahlian yang dipelajari.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Zarefriadi mengatakan di masa Masyarakat Ekonomi Asean 2015 nanti setiap tenaga kerja harus punya sertifikat. Permasalahan terbesar Batam adalah sertifikat kompetensi ini.


"Lembaga-lembaga pelatihan keterampilan kita arahkan bekerjasama dengan lembaga sertifikasi. Selain itu Disnaker juga berupaya koordinasi dengan sekolah kejuruan, bagaimana agar anak-anak lulusan SMK, selain ijazah juga bisa dapat sertifikat kompentensi," ujar Zarefriadi, Jumat (17/10/2014).


Ia mengakui pentingnya keberadaan Balai Latihan Kerja di Batam. Namun dengan tidak dimilikinya BLK oleh Pemko Batam, bukan berarti pemerintah tak bisa memberikan pelatihan bagi masyarakat. Sepanjang 2014 saja, sebanyak 1.310 orang mengikuti pelatihan di berbagai bidang yang diadakan oleh Disnaker.


Jumlah ini bertambah dibanding 2013 lalu yang diikuti 570 peserta. Selain jumlah peserta yang bertambah, jenis pelatihannya pun semakin banyak pilihan. Dari 19 jenis menjadi 26 pelatihan.


Pelatihan yang diadakan dibagi menjadi tiga jenis besar, yaitu pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja, pelatihan dan peningkatan kemampuan tenaga kerja, serta pelatihan kewirausahaan.


Pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja yang baru diadakan tahun ini yaitun pelatihan welder, safety officer, sekretaris, Microsoft Office, dan menjahit garmen. Sedangkan pelatihan dan peningkatan kemampuan tenaga kerja yang baru tahun ini adalah pelatihan outbond pekerja dan pengusaha, serta pelatihan welder.


Jenis pelatihan lainnya seperti Bahasa Inggris, motor tempel, teknik komputer, design grafis, elektronika industri, body spa, dan pelatihan drafter jumlah pesertanya yang ditingkatkan dari 30 per pelatihan menjadi 60 orang. Sementara pelatihan Bahasa Inggris untuk peningkatan kemampuan tenaga kerja ditingkatkan jumlah pesertanya dari 30 menjadi 90 orang. Dan pelatihan HRD dari 25 jadi 55 orang, serta pelatihan ahli K3 umum dari 15 naik tiga kali lipat jadi 45 peserta pelatihan.


Menurut Zarefriadi, selain Disnaker, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain di Pemko juga banyak yang melakukan kegiatan pelatihan. Karena Pemerintah Kota Batam punya alokasi khusus untuk pelatihan dari dana perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenagakerja Asing (IMTA).


"Jadi dalam Perda disebutkan IMTA itu digunakan untuk perbaikan kualitas sumberdaya manusia lokal. Bisa untuk sertifikasi anak SMK, atau pelatihan-pelatihan di dinas-dinas, tidak hanya Disnaker," Terangnya.(YS)