Friday, 10 October 2014

Diduga Shoot Teraphi, PT Mahesa Tantra Disinyalir Suruh Sat -Pol PP Datangi Warga Kampung Karyawan Sekupang


Batam,Dinamika Kepri -Tidak biasanya, Pagi tadi (Jumat10/10/2014),sekitar pukul 10 :00 Wib, tampak terlihat ratusan warga  kampung karyawan Sekupang tengah berkumpul disimpang pintu masuk kampung Karyawan,sepertinya mereka tengah bersiap-siap menyambut kedatangan tamu dari satuan Polisi Pamong Praja (Sat-Pol PP) Batam ,yang katanya datang untuk mendata tempat tinggal mereka.

Ketika ditanya terkait keramaian itu,Kata salah satu warga kepada media ini mengatakan,katanya mereka lagi menunggu Sat-Pol PP yang hendak mendata mereka.

" Kami lagi nunggu Tamu dari Sat-Pol PP,katanya mau mendata,data apa,emang itu tugas mereka,ya..kita lihat saja nanti seperti apa mikanismenya." Jawab Warga.

Tidak lama di tunggu akhirnya beberapa  personil Sat-Pol PP  hadir dengan menaiki mobil oprasional,ditempat itu personil Sat-Pol PP lansung dikerumuni warga,di tengah warga yang berkumpul ,terungkap bahwa kehadiran mereka bukan hendak mendata, melainkan hanya untuk melakukan mediasi,sebab kata Andi Rifai perusahaan sudah melimpahkannya kepada mereka ,namun ditentang warga katanya Sat-Pol PP tidak ada urusan,bahkan surat tugas yang dibawa oleh Sat-Pol PP saat itu juga tidak sesuai dengan tujuannya,bahkan tujuannya ke RT mana  tidak tertuang di dalam surat tugas itu.

Akibat surat tugas yang tidak tepat sasaran itu,akhirnya menimbulkan percecokan ,namun hanya sebatas beradu argumentasi saja,bahkan seorang warga sempat tensin melihat surat tugas Sat-Pol PP itu dan mengatakan,ini surat tugas ke RT yang mana ?,lagian tidak ada yang perlu di mediasikan disini.

" Sebagai apa Sat-Pol PP disini, lagian bawa surat tugas yang enggak jelas,tidak ada yang perlu di mediasikan disini ,karena kami belum ada kesepakatan apapun dengan pihak perusahaan (PT.Mahesa Tantra =red),kalaupun ingin bermediasi dengan kami ,tolong PT Mahesanya yang datang,bukan seperti ini malah menyuruh  Sat-Pol PP kemari !,tujuannya apa ?,mau menakut-nakuti kami ?, dan lain kali tolong juga surat tugasnya yang jelas ke RT yang mana tujuannya,terang saja, kalau kami yang urusannya dengan PT Mahesa belum ada kesepakatan apapun." Ucap salah satu warga ditengah kerumunan itu.

Akibatnya, pertemuan itu tidak ada temu,melihat kedatangan Sat-Pol PP dengan tujuan yang tidak jelas,berangsur wargapun satu persatu kerumunan itu,Sat-Pol PP pun ahirnya putar haluan tampa ada hasil apapun,ketika wartawan ini mencoba memintai keterangan terkait datangnya Sat-Pol PP ketempat itu,Andi Rifa menolak memberikan keterangannya,katanya dia tidak berhak memberikan staiment apapun apalagi kepada wartawan.

" Maaf..saya hanya menjalankan perintah ataasan,maklumlah saya hanya orang lapangan,jadi segala sesuatunya mohon di confirmasi kekantor dengan Kasat bapak Sigil." Ucapnya.

Beberapa bulan lalu sebelum PILEG 2014 ,kampung Becek atau Kampung Karyawan  yang beralamat di Sekupang Batam ini,terendus isu akan di gusur oleh dua perusahaan,satu perusahaan atas nama PT Mikido Elmounta sudah memberikan kompensasi kepada warga satu RT,walau saat ini masih ada warga yang menerima kompensasi itu masih belum beranjak dengan berbagai alasan,namun PT Mahesa Tantara yang urusannya dengan RT yang lain masih ngambang,kesannya PT Mahesa Tantra ingin menggusur paksa warga tampa memberikan kompensasi hingga melibatkan Sat-Pol PP instansi Pemerintah.

Akibatnya warga Kampung Karyawan saat ini merasa tengah teraniaya dan merasa di intimidasi oleh   PT Mahesa Tantara.dan untuk memperjelas apakah benar kalau kedatangan Sat-Pol PP ketempat itu adalah  suruhan PT Mahesa Tantara,wartawan ini mencoba menghubungi Anton selaku pihak adri PT Mahesa Tantara untuk mempertanyakan kebenaran itu,Namun hingga berita ini di muat,Anton selaku pihak dari perusahaan PT Mahesa Tantara,belum memberikan respon apappun.


Editor :Agus Budi T

Baca berita Terkait ,


# Dua Perusahaan Hendak Menggusur ,Warga Kampung Karyawan Sekupang Resah