Saturday, 25 October 2014

Di Batam,Buffer zone Katanya Juga disewa Dan Diperjual Belikan


Batam,Dinamika Kepri - Sembrautnya Penataan kota Batam saat ini telah menuding banyak asumsi yang tidak baik dari sebagian kalangan masyarakat terhadap pemerintah kota Batam maupun BP kawasan Batam dewasa ini,melihat saat ini  Buffer zone atau ruang hijau terbuka telah banyak dialih fungsikan oleh banyak oknum -oknum pejabat demi kepentingan orang-orang tertentu,membuat Kota Batam menjadi sembraut.

Selain bangunan liar seperti angkringan,ruko-ruko disulap jadi hotel ,Ruang hijau terbuka juga telah dibanguni hotel-hotel berbintang dan rumah toko (Ruko),seperti yang disekitaran Penuin yaitu hotel 89 ,bahkan saat ini ada satu hotel lagi masih tahap pengerjaan disekitaran hotel tersebut ,walau sudah sering dikomplain masyarakat setempat,Namun pembangunan hotel itu masih terus berlanjut hinnga kini,bahkan masyarakat sekitar menduga kuat ,kalau semua oknum-oknum pejabat yang berkopetensi di bidang itu,telah terkondisikan atau kong-kali kong dengan pemilik bangunan Hotel tersebut.

Selain ada hotel di  Buffer zone atau ruang hijau terbuka yang rusak,juga banyak terdapat rumah-rumah  liar serta lapak-lapak pedagang kaki lima,cafe dan pujasera.

Menurut informasi yang diterima media ini ,bahwa keberadaan Pujasera seperti Tiban Center Sekupang,depan SP Plaza MKGR Batu Aji ,Depan Apotik Fitka Belakang RS Embung Fatimah Batu Aji,Indorasa depan simpang Sagulung serta Cafe di sekitaran Aviari, katanya lokasi Buffer zone disewakan,sebab keberadaannya tempat-tempat tersebut diatas masih  berada disekitaran Row jalan atau ruang hijau terbuka,namun benar tidaknya informasi tersebut,kini  masih tahap penelusuran. 

Editor :Agus Budi T