Friday, 10 October 2014

BC Batam Penuhi Panggilan KIP

Batam,Dinamika Kepri - Terkait adanya issu telah Direekspornya gula pasir hasil tangkapan BC Batam di pelabuhan kabil sebanyak 2700 ton beberapa waktu lalu ,dimana informasinya bahwa gula pasir bernilai miliaran rupiah itu telah dikembalikan BC Batam ke negara Asalnya yaitu Thailan.

Merasa tidak percaya, akhirnya membuat Nampat Silangit selaku praktisi keterbukaan informasi publik merasa penasaran ,serta tidak puas hati dan ingin membuktikan kebenaran hal itu, untuk membuktikan ketidak puasannya ,Nampat Silangit lalu melaporkannya hal itu ke komisi informasi publik(KIP) provinsi Kepri.

Jumat 10/10/2014 ,atas laporan itu,sore tadi pihak BC Batam memenuhi panggilan KIP ,begitu juga pemohon Nampat Silangit tampak juga hadir,sidang yang digelar di gedung Graha Kepri lantai 5 itu berjalan singkat.

Sebagaimana surat yang disampaikan kepala bagian penindakan BC tipe B Batam yaitu Kunto Prasti kepada KIP yang menyatakan bahwa Gula pasir hasil tangkapan tersebut ,masih dalam tahap proses pengurusan perizinan dimana hal itu tengah dilakukan oleh PT Batam Putra Tempatan selaku pihak pemilik izin penyelenggara izin timbun.

Usai di bacakannya surat dari kepala penindakan BC Batam tipe B itu ,sidangpun di skorsing untuk sementara.ditengah berjalannya waktu skorsing,pemohon dan termohon dicoba untuk bermediasi kembali.

Bahkan di dalam acara mediasi kembali itu disaksikan oleh pihak mediator dari KIP, bahkan wartawan saat tahap. Mediasi tidak diperkenankan untuk meliputya.

Sekitar pukul 16:26 wib skor di cabut acara sidang dilanjutkan kembali,Alhasil,mediasi yang  menghabiskan waktu sejam itu,gagal karena pihak termohon  tidak dapat menunjukan data yang di minta oleh pemohon yaitu data direekspornya gula pasir  tersebut.

Adapun data yang di berikan termohon kepada pemohon di saat mediasi ,katanya data yang diberikan tidak sesuai dari permintaan  pemohon.

" Saya meminta data direexpor gula pasir tersebut,tetapi termohon tidak dapat memberikan data itu,makanya mediasi gagal." Terang Nampat kepada para wartawan.

Selanjutnya kata ketua majelis sidang KIP saat itu ,akan dilanjutkan ketingkat ajudikasi kembali pada hari rabu tanggal 15 /10/14 jam 13:30 wib bertempat di kantor bersama lantai 5 pemko Batam.

"Jangan seenak perutnya saja mengatakan kalau gula pasir 2700 ton itu telah direekspor,mana buktinya,kalau benar adanya mana bukti datanya?,enggak mungkin dong tidak ada data direekspornya,yang benar saja!." pungkas Nampat mengakhiri.