Wednesday, 10 September 2014

Polri Grebek Judi Gelper Di Batam,14 Titik Milik GR Tetap Beroperasi Tidak Tersentuh Hukum

Batam,Dinamika Kepri -  Bukan hal baru lagi nama yang beranisial "GR" ,GR adalah salah seorang pengusaha Gelper yang tidak gentar menghapi dengan datangnya tim Mabes Polri dalam penertiban dan penindakan perjudian di kota Batam. 

Buktinya, meski dari tim Mabes Polri telah melakukan penggrebekan di beberapa titik permainan perjudian bermoduskan Gelper di 14(empat belas )namun milik si GR tetap beroperasi.

Makanya, kedatangan tim dari Mabes Polri untuk penggerebekan perjudian di kota Batam tidak membuat pengusaha gelper ciut ,bahkan kedatangan tim dari Mabes Polri terkesan tebang pilih dalam melakukan razia sebagian peralatan mesin jeckpot di bawa ke Polda Kepri ,sebagian lagi di biarkan beroperasi hingga saat ini.


Dari hasil tangkapan razia yang di lakukan pihak kepolisian jajaran Polda Kepri dan Mabes Polri di antaranya :Hotel GEDION di Lubuk Baja ,dan di Baloi Kolam kecamatan Batam kota.

Sementara puluhan titik permainan Gelper milik GR di daerah Sekupang Nagoya dan Jodoh sampai saat ini tidak tersentuh hukum.


Di sinyalir beropersinya gelanggang permainan Gelper milik GR sampai saat ini adanya kordinasi dengan aparat penegak hukum mulai dari pejabat di propinsi Kepri hingga ke pejabat di pusat.Jika memang hal ini benar terjadi ,siapakah sebenarnya GR  di sebut banyak orang pemilik gelper yang tidak tersentuh hukum ?


Salah satu pekerja Gelper yang berlokasi di Baloi kolam yang meminta namanya di rahasikan saat pihak kepolisian melakukan penyitaan alat ketangkasan mesin permainan gelper mengatakan pada media ini .

“Pihak kepolisian terkesan tebang pilih dalam melakukan razia gelper." Katanya.


Kalau memang judi Gelper benar-benar mau di tutup jangan pilih-pilih lokasinya,kenapa di lokasi Nagoya ,Jodoh dan Sekupang masih di biarkan beroperasi. Pihak kepolisian seharusnya bersikap tegas kalau memang harus di bersihkan tindak dong seluruhnya.kalau sebagian di tangkap lalu di proses secara hukum sementara puluhan titik di biarkan beroperasi seakan-akan penindakan berat sebelah.


"Tolong dong pihak kepolisian jangan tutup mata bertindaklah yang adil tanpa pandang bulu dan membedakan siapa si pengusahanya ,yang jelas mesin gelper sitaan polda Kepri tidak ada bedanya dengan mesin-mesin gelper lain yang hingga saat ini di biarkan beroperasi." jelasnya.


Masyarakat kota Batam sangat resah menjamurnya perjudian ,di tindak satu malah tumbuh di mana-mana.Dengan pergantian pucuk pimpinan Polda Kepri yang baru harapan masyarakat segera dapat membawa perubahan, memberantas segala bentuk perjudian yang semakin merajalela.

Yang menjadi pertanyaan apakah kedatangan pucuk kepemimpinan baru Polda Kepri punya keseriusan untuk memberantas perjudian di kota Batam ? (Tim).

Sumber : Zonadinamika.com