Friday, 12 September 2014

Melalui Jejaring Sosial Facebook,Wartawan Batam Di Fitnah Terima Upeti Rp 15 Juta Dari Pengusaha Tambang Bouksit



Didit  " Saya khilap bang,saya minta maaf.. "


Batam,Dinamika Kepri - Mencuatnya status Didit alias Toni Fernanda (32) mantan wartawan issu Kepri dijejaring sosial facebook (FB) pada tanggal 20/8/2014 yang lalu, menjadi polemik dikalangan wartawan Batam, dimana status Didit  yang menuliskan bahwa sebanyak 44 wartawan media cetak dan online Batam telah menerima upeti sebesar Rp15 juta dari salah satu pengusaha Tambang Bouksit yang ada di Barelang Batam.

Status Didit tersebut saat ini tengah  menjadi perbincangan hangat di semua kalangan masyarakat Batam,akibatnya Didit harus menerima situasi yang pahit akibat dari ulah jahilnya itu,kemarin 11/9,Didit resmi dilaporkan ke polisi mapolsek Batam kota oleh wartawan koran Kepri yaitu Dani Wogan dan rekan-rekan wartawan lainnya.

Tidak terima dengan isu Fitnah yang disebarkan Didit yang masih kuliah di politeknik Batam ini melalui acount FB nya,akibatnya Puluhan wartawan yang tercatut namanya di dalam status FBnya itu,datang berkumpul di Empang untuk mempertanyakan apa tujuan Didit membuat hal itu.

Sore tadi 12/9,Didit mengaku hilap,katanya Ia hanya terinpirasi dengan pemberitaan salah satu media Lenteraindonsia .com  yang pernah mengapdate berita tentang oknum wartawan telah menerima upeti Rp 15 juta dari salah satu penamabang bouksit di Tanjung Pinang.

" Maaf...saya tidak sengaja membuat hal itu,saya hanya terinpirasi saja,kebetulan saya melihat ada beritanya di lenteraindonesia.com,maaf..saya tidak bermaksuk apa-apa,saya mengaku salah." Kata Didit kepada Puluhan Wartawan saat itu.

Pengakuan Didit katanya Ia hanya disuruh oleh Alvian editor salah satu media di Tanjung Pinang (issu kepri=red ) dengan mencarikan daftar nama-nama wartawan yang ada di Batam,dengan melakukan browsing di google,Didit menemukan daftar tersebut di Urel www.dinamikakepri.com,katanya ia mengcopi mentahnya lalu mengapdatenya di status Fbnya,namun yang menjadi pernyataan wartawan kenapa judul statusnya " Inilah daftar nama wartawan penerima Upeti sebesar  Rp15 juta dari penambang Bouksit dari Barelang " Namun Didit mengaku salah dan hilap.

Dalam pernyataan status Didit yang mengatakan Tambang bouksit di Barelang,para wartawan merasa heran,sebab selama ini diketahui tidak ada tambang Bouksit di Barelang Batam.

Wartawan Swarakepri.com ,Rudi mencoba mengklarifikasi terkait pernyataan Didit yang menyatakan kalau ia disuruh Alvian wartawan issu Kepri,Via celularnya Alvian mengaku tidak pernah menyuruh Didit untuk melakukan hal itu,Bahkan menurut Alvian ia akan menggugat Didit mantan wartawannya itu ke ranah hukum karena telah melibatkannya dalam tindakan yang tidak terpuji itu,benar tidaknya pernyataan Alvian tersebut,namun begitulah Ucapan Rudi kepada rekan wartawan lainnya saat itu.

Selama 2 jam berhadapan wartawan yang di fitnahnya,Didit terkesan seperti berkilah,sebab alasan yang disampaikannya sangat  tidak masuk logika para awak media,bahkan ia mengaku kalau perbuatannya itu atas inspirasi sendiri dan tidak ada kepentingan lain ataupun didalangi orang lain.

" Tidak ada kepentingan dan tujuan lain,saya hanya terinspirasi saja,tidak ada yang mendalangi,saya siap mengaku salah,saya minta maaf.saya masih belajar menulis." Katanya memastikan.

Akhirnya setelah jam menunjukkan sore pukul 5:30 wib,para insan Pers yang hadir saat itu menganjur Didit untuk menyatakan perminta maafnya melalui seluruh pemberitaan di semua media di Batam karena telah menyebar Fitnah terhadap Profesionalisme wartawan.

Selain di media,Didit juga berjanji aku akan menyatakan perminta maafnya di status FBnya terkait penyebarluasan  issu fitnah tersebut. dan kepada seluruh wartawan yang hadir saat itu,Didit meminta maaf agar dirinya tidak dilaporkan lagi kepihak Polisi yaitu ke Polda Kepri.

" Kataya Ia tidak sengaja,padahal proses cukup melelahkan,bagaimana bisa ia tidak sengaja membuatnya,kenapa data nama-nama wartawan itu terlampir ada dalam Microsop office dan ada tanda tangan basah serta tanda faraf sebagai penerima,  ini enggak masuk akal,ini pasti ada dalang dibalik semua ini,dia ini mungkin hanya perantara saja." Ucap beberapa wartawan saat itu penasaran.