Monday, 29 September 2014

Judi Dadu Kepung Batam

Batam,Dinamika Kepri - Kondisi Judi rakyat (Dadu) di Batam sudah semakin memperihatinkan,selain memprihatinkan bagi dampak kehidupan sosial masyarakat, praktek judi Dadu tersebut  juga terlihat sudah sangat Ekstreem,dimana para bandar dadu sangat berani menggelar lapaknya ditempat umum.

Melihat akan hal itu terkesan para bandar sudah tidak takut lagi akan hukum yang tengah berlaku di Negara ini dimana mereka (Bandar=red) terkesan kebal hukum.

Saat ini Praktek judi dadu sangat terbuka dan dapat di temukan disegala tempat,judi dadu ini biasa beraktivitas di pinggiran jalan,mereka para pelaku judi dadu juga tidak perduli kalau aktivitas mereka telah menjadi sorotan masyarakat Batam selama ini,ditambah lagi lemahnya tindakan penertiban dari pihak kepolisian untuk membrantas praktek judi tersebut,membuat judi rakyat ini semakin menjamur bak cendawan di musim hujan di seluruh penjuru Batam.

Setiap malamnya, judi rakyat ini terus beraksi melakukan aksinya ,puluhan titik yang tersebar di Batam selalu dipadati para pemainnya,diduga judi rakyat ini telah menjadi tempat tujuan hiburan malam bagi penikmatnya,ditambah lagi tutupnya sebagaian gelanggang permainan (Gelper) atau judi ketangkasan ,membuat setiap lapak selalu ramai, tentu dengan tutupnya aktivitas gelper itu telah menjadi berkah tersendiri bagi para bandar judi dadu tersebut.

Bertahun-tahun judi rakyat ini terus exksis di pulau Batam,kapolda ke Kapolda terus silih berganti di provinsi Kepri ini, Namun sampai saat ini belum ada tindakan hukum yang berarti dari para penegak hukum bagi pelaku aktivitas judi rakyat tersebut.

Padahal di dalam peraturan di dalam Undang-undang PP No.9 Tahun 1981 dan mengacu pada pelaksanaan aturan sebelumnya yaitu No.7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian ,Jelas dikatakan bahwa praktek judi adalah  tindak pidana,sesuai Pasal 303 dan Pasal 303 bis Kitab Undang-undang Hukum Pidana bahwa setiap pelaku  Judi akan di beri ancaman hukuman kurungan penjara paling lama sepuluh tahun  dan akan didenda sebesar Rp 25 juta.

Namun di Batam saat ini bahwa Undang-Undang Pasal 303 tentang larangan perjudian tersebut,terkesan hanya undang-undang belaka yang hanya tertera diatas kertas,namun bila ditinjau dari penegakannya selama ini ,terlihat jauh panggang dari api.


loading...