Saturday, 27 September 2014

Gelper Tutup Total,Gudang BBM Solar illegal Gulung Tikar

Batam,Dinamika Kepri - Sejak menjabatnya  Brigjen Arman Depari menjadi Kapolda Kepri pada 27 Agustus 2014 yang lalu ,seluruh gelper yang dahulunya merebak luas bak cendawan di musim hujan,satu persatu mulai di Brantas habis,terhitung sejak tanggal 26/9/2014,gelanggang permainan (Gelper) yang disinyalir tempat judi itu , mulai tutup satu persatu.

Namun, ada beberapa yang masih buka, yang terlihat buka,pengusahanya beralasan kalau usahanya telah memiliki izin dari dinas pariwisata,sebab permainan di jalankan usahanya  adalah permainan anak, contohnya seperti di Nagoya Hill di Dunia fantasi , Top 100 Tembesi dan BCS Mall Nagoya.

Seriusnya  Kapolda Kepri membrantas Judi Gelper di Batam saat ini ,telah membuat para pengusaha jadi getar-getir,akibatnya mereka lebih memilih menutup usahanya ketimbang berurusan dengan hukum.

Keseriusan itu terlihat ketika penggerebekan gelper perdananya di Hotel Gideon ,biasanya polisi hanya menutup dengan menyegel dengan policeline, namun ketika Brigjen Arman Depari telah menjadi Kapolda Kepri,bukan hanya disegel,selain seluruh mesin diangkut jadi barang bukti (BB), pemain dan pengelola juga di tangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya karena telah melanggar Pasal 303 tentang larangan perjudian.

Selain menutup aktivitas praktek judi, polisi juga tengah gencar membasmi segala aktivitas permainan BBM solar bersubsidi yang ada di Batam,akibatnya, kini telah banyak cukong-cukong penampung BBM solar yang Gulung tikar dan masih berpikir  untuk melirik usaha lain. 

Bahkan akibat dari keseriusan Kapolda untuk membasmi mafia solar tersebut,akibatnya aparat dari dua kubu yang bertugas untuk melindungi seluruh masyarakat juga sempat bentrok karena hal itu, sebagaimana pengakuan kapolda Kepri kepada wartawan usai pasca Bentrok, mengatakan kalau  bentrok terjadi karena dipicu dari penggrebekan salah satu gudang BBM illegal.

"Jadi sebenarnya saat itu ada Direktorat Reserse Kriminal Khusus yang melakukan penggerebekan tempat penimbunan BBM bersubsidi illegal milik saudari ND di Sagulung, Kota Batam. Lokasinya ini kurang lebih 500 meter di dekat markas Brimob. Anggota reserse kemudian meminta bantuan Brimob untuk memback-up dalam penggerebekan tersebut," jelas Arman kepada detikcom, Senin (22/9/2014) lalu.