Friday, 26 September 2014

Ekstasi Bisa Jadi Obat Menyembuhkan Penyakit Kanker


Dinamika Kepri - Ekstasi ternyata mempunyai manfaat untuk menyembuhkan penyakit kanker. Hal ini dibuktikan oleh para ilmuwan dari Universitas Birmingham di Inggris setelah melakukan penelitian selama enam tahun. Mereka menemukan manfaat dari ekstasi sebagai jenis obat yang bisa menyembuhkan kanker.

Menurut penelitian dan pendapat para ilmuwan ini, bahan Ethylenedioxymethamphetamine yang terkandung pada ekstasi dinyatakan mampu untuk menghancurkan sel kanker.

Para dokter menemukan bahwa komposisi kimia dari beberapa sel kanker yang serupa dengan substansi yang terkandung dalam obat anti depresan, obat penurun berat badan, dan dalam ekstasi tertentu (MDMA). Dalam pandangan mereka, perawatan dengan menggunakan MDMA itu dapat menghancurkan sel kanker.

Temuan ini menguatkan kembali sebuah hasil penelitian di tahun 2006. Agar perawatan kanker itu lebih efektif, penggunaan substansi ekstasi itu harus diberikan dalam dosis tinggi.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan bersama dengan para rekan peneliti lainnya dari University of Western Australia mencoba untuk memformulasikan dosis yang paling efektif dari methylenedioxymethamphetamine dan terbukti aman.

Seperti dikutip dari Geniusbeauty, formula perawatan baru ini diakui seratus kali lebih cepat dalam memerangi kanker dari sebelumnya, dan memungkinkan untuk mengurangi dosisnya.

Formula baru dari ekstasi ini akan disematkan dalam membran berlemak dari sel kanker, yang meluluhkan dan menghancurkannya. Dari percobaan itu, obat baru ini dijamin 100 persen bisa membunuh sel kanker dalam konteks untuk kasus Leukimia dan lymphoma.

Namun di Indonesia penggunaan inek atau extasi ini sangat dilarang pemerintah,sebab inek adalah termasuk kategory Narkoba yang tidak layak di konsumsi oleh manusia,namun walau telah larang,banyak kalangan yang sengaja mencuri-mencuri dan mengedarkan untuk dikonsumsi,akibatnya banyak orang yang telah menjadi korbannya terutama ditempat hiburan malam.

Namun pemakaian yang berlebihan,membuat pengonsumsinya jadi over dosis hingga berujung kepada kematian.

Didalam undang-undang jelas telah diatur apa konsikwensinya,bagi siapa saja yang kedapatan menggunakan barang haram tersebut,akan di kenakan ganjaran masuk penjara.