Friday, 5 September 2014

BP Kawasan Batam Pembohong Besar

" BP.Kawasan  Batam Pembohong Besar ,Faktur UWTO 10% ,Belum Terbitkan Faktur 30 Tahun Berdalih,Katanya Masih di Rapatkan"

Batam ,Dinamika kepri - BP Batam dituding jadi pembohong besar yang tidak manusiawi lagi dalam menjalankan tupoksinya, sehingga terkesan sangat menganggu aktifitas pengusaha maupun investor yang ada di kota Batam,padahal mereka (pengusaha=red) sangat membutuhkan komitmen dan janji yang pasti bukan harapan belaka terkait pengelokasian lahan.

Sejumlah investor yang merasa kecewa akibat sifat mencle-mencle dan tidak adanya kepastian lahan yang di berikan BP Batam.Meski pada umumnya BP Batam di anggap lempar tanggung jawab apalagi dengan adanya keputusan menteri kehutan yang merugikan masyarakat dan pengusaha atas bangunan yang di milikinya berada di atas hutan lindung,beferzon maupun pendingzon.

Dampaknya, banyak pengusaha memfamfaakan lahan tersebut, bahkan melakukan pembangunan.BP Batam seharusnya belajar dari permasalahan yang ada tidak dengan tidak mudah memberikan lahan tanpa ada kejelasan hukumnya. Berapa banyak uang yang mengendap di rekening BP Batam,atas pembayaran faktur UWTO 10% ,sampai saat ini tidak ada kejelasan lahan yang di bayarkan pihak pengusaha.

BS,mengatakan , "saya berharap dengan terpilihnya kembali pak Mustofa Wijaya sebagai pimpinan baru BP Batam mampu menyelesaikan permasalahan lahan sudah puluhan tahun status lahan tersebut tidak jelas.Katakan bisa jika lahan tersebut tidak bermasalah ,jangan selalu memberikan harapan setiap kita tanya masih di rapatkan."

 " Kalau memang itu benar di rapatkan mana hasilnya,tahun berganti tahun kita tanya di kantor BP Batam bahkan sudah puluhan tahun tidak pernah memberikan jawaban yang memuaskan." Ucapnya.

Tambahnya," Bagaimana kami membuka usaha di kota Batam pengurusan lahan saja menyita waktu puluhan tahun tidak bisa rampung."

Tambahnya lagi " Kalau memang BP Batam sebelumnya sudah mengetahui lahan tersebut sesuai dengan ketetapan pemerintah pusat berada di atas lahan hutan lindung,buffer zone maupun pendingzon kenapa berani mengelokasikan lahan tersebut kepada masyarakat maupun pihakpengusaha."

Terangnya " Saya hanya butuh kepastian hukum segala persyaratan yang harus di lengkapi sudah saya penuhi bahkan pembayaran faktur UWTO 10 % sudah saya lunasi,tetapi faktur pembayaran UWTO 30 tahun sudah puluhan tahun belum di terbitkan juga ,ada apa ini ?Tolong pak Mustofa Wijaya agar bersikap komitmen dan berani mengambil kebijakan demi untuk kebaikan bersama,jelasnya."

Kini Banyak tudingan dari masyarakat maupun pihak pengusaha bahwa BP Batam pilih kasih di dalam pengurusan legalitas lahan.Informasi yang di peroleh media ini dari beberapa pengusaha di kota Batam ,BP Batam telah menerbitkan faktur pembayaran UWTO 30 Tahun kepada PT Golden Planet di daerah Barelang jembatan II,sementara di atas lokasi yang sama pengurusannya masih di abaikan begitu saja. (Tim) 


Sumber : zonadinamika.com