Friday, 22 August 2014

Warga Sepadan Tidak Setuju Minta Tower BTS Tembesi Raya di Bongkar Saja

Ramadhan Zuhri ,Lurah Kibing ;" Sudah enggak ada masalah lagi,semua warga sepadan sudah setuju.''

Batam,Dinamika Kepri - Pendirian menara Tower di Tembesi raya di RT 04/RW 02 diatas bangunan milik keluarga Siregar di blok J nomor 1 ,menuai kecaman dari warga sekitar.

Menurut  warga sepadan atau masuk radius  pendirian menara tower itu , mengaku tidak setuju dan keberatan dengan keberadaan pendirian Base Transceiver Station (BTS) tersebut diminta agar Tower itu dibongkar saja.

Semua warga sepadan yang ditemui wartawa mendia ini,menyatakan dengan tegas menolak keras  pembangunan menara Tower celular diatas bangunannya milik Siregar di Blok J nomor 1 tersebut.

Ketika ditanya wartawan apa alasan warga menolak pembanguna tower itu, katanya mereka takut  petir dan radiasi yang ditimbul tower itu.

" Jelas saya enggak setujulah ,itu radiasinya berbahaya lho,belum lagi dampak dari petirnya,rumah kami kan enggan pakai anti petir jadi takutlah,lagian bagaimana bisa itu bisa dibangun,sedangkan warga sekitar saja tidak ada yang setuju,bahkan saya sendiri juga tidak tahu tentang hal itu sebelumnya,tahunya baru beberapa hari ini,itupun karena warga mulai membicarakan dan meresahkannya,dan setahu saya tower itu  berbahaya bagi lingkungan sekitar tentunya bagi kesehatan manusia,kalau saya sendiri sangat menolak Pembangunan Tower itu,dan saya tidak pernah menandatangani persetujuan apapun terkait pembangunan tower itu,baiknya di bongkar saja." Tegas Naenggolan dari celularnya ketika wartawan ini meminta tanggapannya selaku warga yang masuk dalam kategori sepadan.

Senada dengan Sardo yang tinggal diblok J nomor 2 komplek itu,katanya juga menolak keras atas pembangunan Tower yang ada sebelah rumahnya itu,Ia juga mengaku terkejut dengan keberadaan menara tower diatas rumah tetangganya yang saat ini sudah terpasang,katanya pemilik bangunan belum pernah sama sekali membicarakan hal tower itu kepadanya,dan tiba-tiba tower sudah berdiri begitu saja.

Kepada wartawan ini,Sardo yang mengaku bekerja dilapas Tembesi itu,mengaku sangat keberatan dan menolak keras dengan adanya Menara Tower telkomsel itu,Ia juga mengaku belum pernah dimintai persetujuan oleh siapapun,baik Siregar pemilik bangunan ,maupun perangkat RT setempat.

" Saya juga terkejut setelah melihat  pembangunan tower disamping rumah saya ini, kok bisa dibangun,padahal beluim ada persetujuan apalagi saya tetangganya yang jelas-jelas akan menerima dampaknya,saya enggak pernah menandatangani persetujuan apapun terkait pendirian tower ini ,siapa bilang saya ngontrak,saya pemilik rumah ini,pokoknya saya menolak pembangunan tower itu dilanjutkan." Ucap Sardo.

Begitu juga dengan pemilik warung disebelah bangunan tower,juga menolak dan minta dibongkar.

" Enggak setujulah,siapa yang tanda tangani enggak adalah,memang sebelumnya kami pernah disodorkan pemilik bangunan agar kami menanda tangani persetujuan pembangunan tower itu,katanya tinggal kami yang belum setuju,padahal kenyataannya tidak,walau begitu abang saya tidak mau terbuai rayuannya dan menolak menanda tanganinya,Ya..baiknya dibongkar saja ." jelas ibu pemlik warung yang masuk dalam radius sepadan.

Beda dengan pernyataan RT 04/Rw 02 Tembesi Raya,Kepada media ini Pak Sinaga mengaku sudah sesuai dengan prosedurnya,katanya ,warga sepadan sudah setuju dan telah menandatanganinya.

" Sudah..warga sudah setuju,lagian ada tanda tangannya,kalau enggak percaya,anda bisa lihat kekantor kelurahan saja .tetapi lebih jelasnya tanyakan lansung kepada RW nya " Tegas RT 04 itu.

Senada dengan pernyataan RT 04,lurah Kibing, Ramadhan Zuhri,SE juga mengatakan hal yang sama.katanya sudah tidak ada masalah.

H. SALIM, S.Sos, M.Si Kepala Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam mengaku,katanya juga sudah tidak ada masalah lagi dengan pembangunan Tower tersebut.

" Anak buah saya kemarin ( 20/8/2014 =red) sudah melakukan cek lokasi, Semuanya  sudah oke,pemilik rumah yang terkena radius (Sepadan) semua sudah setuju." Pungkas Salim kepada media Via celularnya kemarin siang ,pada tanggal  22/8/2014. 

Melihat permasalahan ini, tentu belum diketahui apa sebenarnya yang terjadi sehingga masalah ini semakin rancu dan meruncing,dan mengapa pernyataan warga dan perangkat desa dan pemerintah tidak singkron,Sebenarnya warga mana yang telah memberikan tanda tangan persetujuan itu.

Dan bukan rahasia umum,kalau setiap pengerjaan pendirian menara tower selalu menui permasalahan dikalangan masyarakat.bahkan ada istilah," Yang penting bangun dahulu,urusan nanti belakangan"

Dan bukan ini saja,pendiarian Tower di komplek Indomas tangjung Uncang  sampai saat ini juga belum selesai,begitu juga menara tower di Tangjung Piayu juga menui protes dari masyarakat setempat.

Pengaruh dan dampak BTS pada kesehatan Manusia .

1. Risiko kanker otak pada anak-anak dan remaja meningkat 400 persen akibat penggunaan ponsel. Makin muda usia pengguna, makin besar dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel.

2. Bukan hanya pada anak dan remaja, pada orang dewasa radiasi ponsel juga berbahaya. Penggunaan ponsel 30 menit/hari selama 10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker otak dan acoustic neuroma (sejenis tumor otak yang bisa menyebabkan tuli).

3. Radiasi ponsel juga berbahaya bagi kesuburan pria. Menurut penelitian,penggunaan ponsel yang berlebihan bisa menurunkan jumlah sperma hingga 30 persen. 

4. Frekuensi radio pada ponsel bisa menyebabkan perubahan pada DNA manusia dan membentuk radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan karsinogen atau senyawa yang dapat memicu kanker. 

5. Frekuensi radio pada ponsel juga mempengaruhi kinerja alat-alat penunjang kehidupan (live saving gadget) seperti alat pacu jantung. Akibatnya bisa meningkatkan risiko kematian mendadak. 

6. Sebuah penelitian membuktikan produksi homon stres kortisol meningkat pada  penggunaan ponsel dalam durasi yang panjang. Peningkatan kadar stres merupakan salah satu bentuk respons penolakan tubuh terhadap hal-hal yang membahayakan kesehatan. 


7. Medan elektromagnet di sekitar menara BTS dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya tubuh lebih sering mengalami reaksi alergi seperti ruam dan gatal-gatal. 

8. Penggunaan ponsel lebih dari 30 menit/hari selama 4 tahun bisa memicu hilang pendengaran (tuli). Radiasi ponsel yang terus menerus bisa memicu tinnitus (telinga berdenging) dan kerusakan sel rambut .