Wednesday, 20 August 2014

Sutarman : " Kematian penembakan Abdul adalah tindakan terorisme "

Jakarta,Dinamika Kepri - Polri telah meluncurkan pemburuan untuk apa yang mereka katakan adalah sekelompok teroris yang bertanggung jawab atas pembunuhan Polisi Ambalawi kepala Adj. Kombes. Abdul Salam, petugas ketiga tewas tahun ini di kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan pada hari Selasa bahwa kematian penembakan Abdul adalah "tindakan terorisme."

"Kami benar-benar telah mengikuti pelaku penembakan sebelumnya," kata Sutarman. "Saya tidak bisa menyebutkan nama mereka masing-masing, [tapi] ini adalah tindakan terorisme."

Sebuah sumber dalam unit anti-teror Polri, Densus 88, mengatakan kepada Jakarta Globe bahwa Abdul ditembak mati saat mengemudi sepeda motornya dalam perjalanan ke kantornya di Wera, di Kecamatan Ambalawi, pada Sabtu sore. Polisi memiliki tantangan yang dihadapi sebelumnya dalam menentukan penyebab resmi kematiannya, karena keluarga korban awalnya menolak untuk mengizinkan autopsi.

Penembakan itu terjadi sekitar dua bulan setelah Kedua Brig. Muhamad Yamin, kepala unit intelijen dan keamanan Polri Bima, ditembak mati dekat rumahnya di desa Rasabou, Kecamatan Bolo Bima. Dan pada bulan Maret, kepala unit anti-obat Kepolisian Bima, Kedua Inspektur. Hanafi, juga ditembak mati, oleh sepasang pria bersenjata di sepeda motor.

Para pejabat menduga penembakan dilakukan oleh sekelompok teroris yang ingin membalas penangkapan beberapa anggota mereka oleh Densus 88.

Terbaru penangkapan tersebut di wilayah itu pada tanggal 19 Juli, ketika dua tersangka teroris, yang diidentifikasi sebagai Adham Halid alias Rafi alias Memet Hidasa, dan Agus Salaim alias Agus Abdullah bin Ibrahim alias Jaho, ditangkap. Keduanya dikatakan terkait ke Barat Indonesia Mujahidin, sebuah kelompok teroris yang dipimpin oleh Abu Roban, yang ditembak mati dalam sebuah operasi anti-teror di Kendal, Jawa Tengah, pada Mei tahun lalu.


by: thejakartaglobe.com