Tuesday, 12 August 2014

Walau Dilarang,Minuman Redbull Masih Beredar Bebas di Batam

Batam,Dinamika Kepri -Red Bull adalah minuman energi yang dijual oleh Red Bull GmbH Austria. 

Red Bull dibuat pada tahun 1987 oleh pengusaha Austria Dietrich Mateschitz dan pada pangsa pasar, Red Bull adalah minuman energi yang paling populer di dunia.


Dietrich Mateschitz terinspirasi oleh minuman yang sudah ada yang disebut Krating Daeng yang ia temukan di Thailand. Dia mengambil ide ini, dan sesuai dengan selera Barat, memodifikasi bahan, dan mendirikan Red Bull GmbH Austria dalam kemitraan dengan Chaleo Yoovidhya. 

Chaleo Yoovidhya menemukan minuman energi Thailand Krating Daeng, dalam bahasa Thailand, daeng artinya merah, dan krating adalah bovinae coklat kemerahan, Gaur, binatang yang lebih besar dari bison.

Red Bull dijual di kemasan perak biru tinggi dan ramping. Krating Daeng dijual di Thailand dan di beberapa bagian Asia dalam kemasan emas yang lebih luas bisa dengan nama Krating Daeng atau Red Bull Classic,keduanya merupakan produk yang berbeda dan dihasilkan secara terpisah.

Sebelumnya,Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri mengaku sudah melakukan pengawasan minuman impor ilegal seperti jenis Red Bull asal Thailand dan minuman ilegal lainnya. Namun, minuman berenergi Red Bull ini masih beredar secara bebas di batam. Ini membuktikan pengawasan yang dilakukan oleh BPOM Kepri masih sangat minim.


"Dari 2 Juli sampai sekarang kami juga mengadakan pengawasan minuman impor di distribusi di Batam, Bintan dan natuna. Ada 40 titik, paling banyak di Batam. sebanyak 116 ribu minuman kaleng seperti red bull, bearbrand yang kami musnahkan " beber Kepala BPOM Kepri I gusti Ayu Adhi Aryapatni saat acara pengawasan makanan minuman di pasar ramadhan kemaren Jum'at (19/7) lalu.


Kepala Dinkes Batam Drg Candra Rizal yang juga datang di pasar Legenda waktu itu menambahkan, pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap para pedagang dan importir dengan memberikan penyuluhan akan bahaya minuman red bull bagi kesehatan, karena mengandung kafein tinggi.


"Kami melakukan pembinaan 6 bulan sekali. Kami juga melakukan sosialisasi melalui surat edaran," ujar drg candra rizal Kala itu
Red Bull termasuk minuman ilegal karena berdasarkan keputusan Kepala Badan POM No. HK.00.05.23.3644 tertanggal 9 Agustus 2004 bahwa standar kafein di indonesia maksimal 50 mg, sementara Redbull mengandung 80 mg kafein. Minuman red bull jika dikomsumsi berlebihan, dapat menimbulkan keracunan kafein yang bersifat akut seperti kejang-kejang, hipertensi, dan jantung disritmic.

Namun walau begitu,diduga larangan tersebut hanya metode untuk meningkatkan tingkat korndinasi saja (Upeti), sebab hingga saat ini masih minuman itu masih beredar seperti mana biasanaya tampa ada sangsi atau larangan dari pihak manapun.

Sebagaimana temuan media ini,sore tadi 11/8/2014 salah satu pemasok ketahuan wartawan ini tengah menyuplai ke salah satu hotel ternama di Batam,ketika ditanya dari mana asal minuman itu,pemasok tersebut menjawab, bahwa Ia membeli dari salah satu pasar swalayan yang ada di Bengkong.

" Ini saya beli dari salah satu pasar swalayan yang ada di Bengkong, kita tidak dapat beli banyak,hanya segini saja,nanti kalau ada banyak stock,kita telepon abanglah." Jelasnya ketika wartawan pura-pura hendak membeli sistem partai besar.

Tetapi dari segi logikanya,sangat tidak mungkin kalau seorang pemasok minuman ke hotel-hotel  masih membeli barang dari pasar swalayan, Namun untuk mengelak tudingan dari para wartawan,pemasok itu berdalih kalau Ia bukan pemasok besar yang ada di Batam.



loading...