Tuesday, 5 August 2014

Katanya massage My Indothai Gelapkan Pajak Usahanya

 " Pihak pengelola sesuka hati buat peraturan dengan sepihak,untuk menindas Karyawannya "


Batam,Dinamika Kepri- Perkembangan usaha bisnis terapi kesehatan (massage) saat ini terus bertumbuh pesat,terutama di kota Batam.

Selain banyak merekrut tenaga kerja,namun dari banyaknya massage yang ada di Batam,sebagaian dari massage kesehatanhanya sekedar kedok prostitusi,dan tidak menutup kemunkinan memang saat ini banyak massage nyambi plus-plus yang telah menjadi rahasia umum.

Beda dengan massage my indothai,massage my indothai ini memang sejujurnya menjalankan sesuai dengan massage terapi kesehatan,namun sifat pengelola yang membuat tindakan  semena-semena dengan membuat peraturan sendiri untuk mencari keuntungan dari para pekerjanya,akibatnya membuat para pekerja tidak betah,katanya ,kalaupun ada yang masih betah itu lantaran belum dapat  kerja di  tempat  lain saja.

Siang tadi terhendus informasi kepada wartawan media ini,bahwa massage my Indothai menyimpan polemik rahasia yang sangat riskan di interen sesama karyawanya.

Seorang nara sumber yang enggan menyebut namanya,kepada media ini menyatakan,di massage my Indothai banyak menyimpan masalah,selain masalah Membuat kebijakan sepihak kepada pekerja,pengelola my Indotai juga tidak patuh bayar pajak usahanya.

" Massage My indothai itu enggak jelas,masa buat peraturan sama karyawannya sesuka hati ,terlambat masuk,lalai dalam pekerjaan  dan tidak hadir di jam kerja,diharuskan membayar denda sebesar 20 ribu rupiah,padahal gaji kita di bawah UMK  , selain buat peraturan kerja dengan sesuka  hati,pemilik usaha itu katanya tidak pernah lagi membayar pajak usahanya kepada pemerintah ." Terangnya.

Terkait informasi tersebut,media ini mencoba kebenaran pernyataan dari sumber kepada pengelola massage my Indothai yang bersebelahan dengan Hotel Ozon di penuin Nagoya itu.

Dion ,selaku pengelola massage itu kepada wartawan ini Dion menampik akan hal itu,selain enggan memberi komentarnya ,Ia mengatakan punya tidak waktu untuk melakukan wawancara dengan wartwan ini,katanya ia hendak pergi ke Jakarta selama dua minggu dalam rangka  pengobatan keluarga yang sakit,selain itu,Ia juga terkesan  sangat penasaran dengan narasumber yang telah memberikan informasi usahanya kepada media.

Terkait Benar tidaknya informasi yang di berikan sumber itu,media ini akan mencari kebenaran informasi tersebut.

Sebelum menutup pmbicaraanya ke awak media ini,Dion juga mengatakan akan melakukan upaya hukum terkait informasi itu,sebab katanya lagi, ia punya pengacara di Jakarta.

Kepada wartawan berita ivestigasi nasional,Dion juga mengaku menjalankan usahanya sesuai aturan yang ada ,bahkan Ia mengaku karyawannya juga telah mendapat jaminan kesehata dari  BPJS program kesehatan pemerintah.

Bersambung....