Friday, 29 August 2014

Caleg Miskin Jadi Anggota Dprd Kota Batam

" Uang bukan segalanya "

Batam,Dinamika Kepri - Keraguan dan rasa menganggap remeh di banyak kalangan Politisi Batam  kepada sosok  Bobi Alexander Siregar  selama ini terjawab sudah ,keraguan dan rasa menganggap remeh mereka   terhadap Bobi Alexander Siregar tersebut, terbalik jawaban dari mereka yang perkirakan ,bahkan bukan dari pihak politisi lain saja ,bahkan dari kubunya sendiri juga ,ada yang tidak terima dengan keberhasilannya ini,akibatnya rasa kecemburuan sosial itu, hinnga berujung   ke mahkamah kontitusi (MK) usai pemilu Caleg 2014 lalu.

Namun semua tuntutan yang tidak mendasar kepada Bobi Alexander Siregar kala itu ditolak oleh MK,dan bukan itu saja,MK juga menolak semua tuntutan para pengugat Pileg dari seluruh Provinsi kepulauan Riau

Kini Bobi Alexander Siregar akhirnya duduk terpilih sebagai anggota Dprd kota Batam masa kerja periode 2014 - 2019.

Dari 50 anggota Dprd kota Batam yang dilantik siang tadi (29/8/2014)diruangan aula Dprd kota Batam ,Bobi Alexander Siregar adalah salah satunya.

Bobi Alexander Siregar  terpilih  murni tampa melakukan manuver-manuver Politik atau politik uang  seperti biasa yang banyak dilakukan oleh kandidat calon legislatif (Caleg) lain sebelum pencoblosan ,namun nama-nama kandidat caleg yang melakukan tindakan itu sepertinya tidak perlu dibahas lagi,sebab semuanya sudah final, bahkan nama-nama merekapun sepertinya tidak perlu  harus disebut.

Bobi Alexander Siregar kini jadi anggota Dprd kota Batam ,padahal kehidupan sehari-harinya terbilang  pas-pasan,namun yang menjadi pertanyaan khalayak kenapa bisa,banyak caleg yang miliki banyak uang ,namun  belum tentu bisa terpilih, inilah petikan Perbicangan Bobi Alexander Siregar kepada wartawan ini Usai pelantikan Siang tadi disela-sela waktunya di gedung Dprd kota Batam,inilah petikannya.

Wartawan : " Selamat siang bang Bobi,Apa kabar dan bagaimana perasaannya saat ini usai dilantik tadi ?."

Bobi  : " Selamat siang,Alhamdulilah kabar sehat dek,oh ya..perasaan  gembira dan senang  tentunya,kenapa saya katakan demikian,inilah realitanya saya bisa duduk di sini (Dprd=red) tentunya bukan karena kehebatan saya ataupun kemampuan saya,semua ini tidak terlepas  dari anugrahnya serta amanah dan titipan yang harus dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan yang maha kuasa kelak,semua ini terjadi tentunya juga karena dukungan dari semua warga yang ada di daerah saya (Kabil=red),tampa mereka saya tidak ada apa-apanya,berkat dari dukungan merekalah saya bisa seperti ini.

Wartawan  :'' Katanya abang itu Caleg Miskin ,marah tidak, kalau seadainya  itu menjadi sebutan akrab atau predikat kepada abang nantinya ?.''


Bobi  : " Miskin ?, saya tidak bisa menampiknya,memang itulah realitanya,untuk apa saya marah,memang itu kenyataannya,lagian untuk apa kita berbohong,toh semua orang sudah tahu,bahkan di dalam hal itu tidak ada yang disembunyikan,kalau masalah predikat itu,terserah saja,dan itu tidak perlulah, kesannya bisa sangat berlebihan,bukan saya saja, yang saya tahu banyak juga caleg-caleg  yang hidupnya pas-pasan bisa seperti saya ini  ."

Wartawan : " Sebelumnya,apakah di tahun -tahun yang lalu abang sudah pernah mencalonkan diri menjadi caleg ?.


Bobi  : " Sudah,pada tahun 2004 saya pernah maju,namun sikonnya belum berpihak saat itu,tahun 2019 saya tidak maju,alasannya mungkin saat belum kepikiran untuk maju lagi,sebab pemilu legislatif pada tahun 2004 sudah membuat saya jenuh,gugatan saya ditolak di MK,namun di tahun 2014 ini,saya kembali maju mencalonkan diri, sebenarnya itu terjadi karena dukungan dan suport dari masyarakat sekitar, katanya ingin memiliki perwakilan di Dprd Kota , sebab selama ini mereka menilai tidak ada anggota Dewan yang memperdulikan mereka disana,saya juga merasakan hal itu,namun tidak dapat berbuat banyak , padahal ketika Pileg, daerah kami menjadi sasaran  oknum-oknum caleg mearaup suara,namun setelah mereka duduk,mereka tidak pernah perduli lagi,begitulah yang sering terjadi,akibatnya masyarakat mulai bosan,dan meminta saya kembali untuk mencalonkan diri di tahun 2014 ini ,alhamdulilah keinginan mereka tercapai,sayapun bisa terpilih untuk mewakili  dan menyambung lidah aspirasi mereka kepada Pemerintah,kiranya aspirasi mereka bisa tersampaikan,"


Wartawan : "Apa benar kalau ada issu pra Pileg yang lalu banyak yang pesimis dengan pencalekan Abang ?,dan apa benar kalau ada orang dari kubu sendiri tidak terima dengan semua ini ?


Bobi ;" Itu sah-sah saja dan tidak perlu dipermasalahkan,penilaian orangkan berbeda-beda,terkait adanya informasi tentang kubu menyerang kubu sendiri apalagi itu terhadap saya,sepertinya itu hanya issu selentingan saja,itu tidak benar,saya ikut MK bukan karena ada yang menggugat, namun saya  Ke MK hanya ingin mengikuti perkembangan persidangan itu saja,itu tidak benar  terjadi,kalau di bilang salah Presepsi, munkin benar.enggak mungkinlah satu Partai salin menjatuhkan ."  

 Wartawan :" Untuk sejarahnya Baru di Batam, Kan abang ini yang duduk tampa finasial,ada enggak pesan-pesannya atau harapannya bagi generasi muda untuk selanjutnya ?.


Bobi : " Gimana ya..!,kalau dibilang sejarah baru mungkin tidaklah,mungkin ada juga yang seperti saya ini ,kemungkinan pada saat itu tidak ter expos di media ,jadi tidak diketahui masyarakat,kalau saya sendiri hanya berserah diri kepada Tuhan ,dan berusaha  ,kalau memang Ia menghendaki ,apa yang tidak mungkin terjadi, saya tidak berpesan, namun hanya berharap, kepada generasi muda yang ingin mencalegkan diri pada tahun-tahun selanjutnya, perlu di ingat ,Uang bukan segalanya,benahi dahulu diri kita ,buatlah apa yang dapat kita perbuat bagi kepentingan masyarakat banyak, sebelum kita ingin mewakili mereka,jangan pernah memaksakan ambisi kita untuk mencapai satu tujuan apapun yang akhirnya akan mengecewakan diri sendiri,bahkan saya sendiri saat ini ,juga masih belum sadar akan hal ini,ibaratnya saya masih terlena di dalam mimpi,namun inilah kenyataannya fakta dan realitanya,ternyata Uang bukan segalanya,dengan duduknya saya di Dprd ini, tentunya tidak terlepas dari semua dukungan moral dan moril dari masyarakat Kabil kepada saya,bahkan sayapun tidak tahu apa yang membuat masyarakat tersebut begitu mendukungku,padahal tidak ada apa-apa yang aku berikan kepada mereka,malah merekalah yang lebih begitu bersemangat dari saya,ketika kulihat semangat mereka ,dalam hati kecilku berkata, apakah aku  akan mampu mewakili mereka ?, tetapi saya yakin, aku mampu ,sebab Allah maha besar dan maha tahu segalanya, tentunya Allah juga pasti akan  mengajari saya, agar mereka (Masyarakat) tidak kecewa."