Tuesday, 26 August 2014

Issu Akan datangkan Tim Terpadu ,PT Mahesa Tantra Takut-takuti Waga Ruli Kampung Karyawan Sekupang .

Batam,Dinamika Kepri - Sebelum menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 beberapa bulan lalu,tersiar khabar bahwa pemukiman liar kampung Karyawan atau yang dikenal sebelumnya Kampung Becek  Sekupang itu,sudah dikuasai perusahaan,katanya lahan pemukiman liar itu akan segera digusur oleh dua perusahaan untuk dijadikan kawasan Perumahan.

Bahkan dengan adanya issu penggusuran itu,salah satu Caleg juga sempat menunggangi masalah seperti ingin membela hak warga ,padahal tujuannya hanya kepentingan politik untuk mendongkrak suaranya saja.

Menurut warga sekitar kepada wartawan ini caleg itu katanya sudah tidak perduli lagi,pasalnya yang bersangkutan telah  terpilih kembali,bahkan  saat ini tidak pernah caleg dapil Sekupang itu tidak pernah terlihat lagi.

" Oh..mana ada ,sebelum pemilu  sibuk nak urusi kami,katanya siap menjembatani untuk kami untuk mendapatkan kavling,mana buktinya,diakan terpilih kembali." Ucap warga.  

Kembali kemasalah penggusuran,kini PT Mikido yang ingin memiliki lahan kawasan RT 2 dan RT 6 telah sepakat akan memberikan lahan kavling sesuai dengan tutuntan warga tersebut.Namun PT Mahesa Tantra yang ingin menguasai Lahan pemukiman RT 3,RT 4 dan RT 5 belum dapat memberikan kepastian terhadap tuntutan warga untuk dialokasikan ketempat lahan kavling ,sebab warga   pemukiman RT 3,RT 4 dan RT 5 sangat tidak setuju kalau rumah mereka hanya dihargai diberi uang paku sebesar Rp 4 juta dan sampai Rp 5 Juta saja.

Akibat penolakan itu,sepertinya pihak PT Mahesa Tantara mencari jalan lain dengan menakut-nakuti warga dengan akan mendatangkan Tim terpadu untuk menggusur Paksa mereka,bahkan sudah beberapa hari ini ,issu kedatangan tim terpadu itu menjadi menjadi perhatian serius warga pemukiman RT 3,RT 4 dan RT 5 tersebut agar warga dapat menyetujui permintaan Perusahaan.

Namun belum diketahui persis kenapa sampai hari ini tim Terpadu yang dimaksud tak datang juga,sebab warga dari beberapa RT itu,sudah tampak stanbay disimpang masuk bila-bila memang benar informasi kedatang tim terpadu tersebut akan datang.

Anto salah satu dari Pihak perusahaan PT Mahesa Tantra memilih bungkam ketika wartawan media ini mengkorfirmasi tentang issu akan mendatangkan Tim terpardu untuk menggusur paksa sebagaimana yang dituturkan warga kepada wartawan ini.

Selain mendatangkan Tim Terpadu,warga juga mengatakan kalau Alamat perusahan PT Mahesa Tantara yang tertera di Kop surat yang diterima warga ,katanya bahwa alamat tertera tidak ditemukan keberadaannya.terkait hal masalah alamat yang tidak ada,Anto juga tidak memberikan respon apapun kepada wartawan ini.

Apa status  lahan pemukiman kampung Karyawan Sekupang saat ini ?
Apakah  untuk hutan Lindung atau untuk Pemukiman ?

Kepada Slamet seorang pejabat lantai dua BP kawasan Batam,media ini  juga telah mengconfirmasinya, namun pejabat yang telah di issukan memilki lahan ratusan Hektar di bumi perkemahaan telaga Punggur ini memilih bungkam.

Slamet adalah salah satu pejabat BP Batam yang mengetahui Status lahan Hutan Lindung atau lahan untuk pemukiman disebagian tempat,sebab daerah Sekupang adalah Zona toritorial Kerjanya,bahkan sampai berita ini di muat ,Pak Slamet  yang sudah lama bertugas dilantai 2 BP kawasan itu tidak merespon  sama sekali.

Yang menjadi Pertanyaan warga kampung Karyawan saat ini adalah,Kenapa PT Mahesa Tantara Bisa mendapatkan Lahan dari BP Batam,sedangkan legalitas alamat kantor sesuai kop suratnya tidak bisa ditemukan. 

Editor : Agus Budi T