Saturday, 26 July 2014

Wartawan Abadikan Aktivitas Gelper,Bodyguard Gepler Acungkan Golok,Wartawan Lapor Polisi


























 
Batam,Dinamika Kepri - Maraknya judi mesin ketangkasan beroperasi dengan berkedok Gelanggan Permainan (Gelper) yang saat ini tengah menjamur di Pulau Batam,sepertinya telah berdampak kepada rawan sosial,selain ajang untuk menghabiskan uang,arena gelper tersebut juga telah rawan dengan kekerasan,Bahkan Polisi sebagai penegak hukum di Negara ini diduga sudah tidak mampu lagi untuk mambasmi aktivitas tersebut.

Kemarin ,Jumat 26/7/2014 sore harinya,beberapa wartawan dari berbagai media cetak Nasional dan lokal katanya di acungi golok oleh salah satu penjaga gelper disalah satu ruko di komplek Maritim Squer Jodoh.Akibatnya para wartawan tidak terima dan melaporkan tindakan penjaga gelper itu ke Polsek Batu Ampar.

Namun laporan para wartawan tersebut tidak diterima ditingkat polsek ,para wartawan malah dialihkan ketingkat Polres untuk pelaporan lebih lanjut,sampai saat ini belum diketahui apa alasan tentang penolakan dari Polsek Batu Ampar tersebut.

Hendro Manurung wartawan dari media cetak BongkarNews dan salah satu wartawan lainnya bernama Pendi mengaku sebagai pelapor ,saat itu tampak membuat laporan di Polsek Batu Ampar,dan melanjutkannya laporan mereka Ke Polresta Barelang.

Kepada media ini,kedua pelapor dan 13 wartawan lainnya yang ikut mengakui sebagai saksi menerangkan,bahwa mereka baru menerima pengamcaman dari penjaga Gelper  di komplek Maritim Squere Jodoh dengan menggunakan golok ,dimana  mereka hendak mengabadikan aktivitas Gelper dengan camera mereka masing-masing ditempat itu,bahkan salah satu camera dari wartawan juga sempat dirampas oleh penjaga gelper walaupun akhirnya camera itu dikembalikan lagi oleh pejaga .

"Kami diacungi Golok ketika ambil poto gelper itu,goloknya dikeluarkannya dan diacungi kepada kami,bahkan kamera kami juga sempat dirampas.walau akhirnya dikembalikannya kembali " Ucap salah satu wartawan.   

Kini kasus pengancaman itu terus berlanjut,kini kasus itu tengah ditangani oleh penyidik Kriminal Khusus (Krimsus) Polresta Barelang.

Namun yang menjadi pernyataan saat ini,apakah kasus ini akan berlanjut hingga kepersidangan atau hanya sampai di tahap mediasi saja ?.tunggu berita selanjutnya....