Wednesday, 2 July 2014

PT .Tanjung Harapan Sentra Nusa ,Alih Fungsikan Jalur Hijau Jadi Parkiran

Batam,Dinamika Kepri – Pengalihan fungsi jalur hijau didepan PT .Tangjung Harapan Sentra Nusa di kawasan industri Sekupang  ternyata rekomendasi dari  serikat buruh pekerja yaitu SPSI DPC Sekupang,dimana pengakuan itu dikatakan langsung oleh Heri Maulana selaku manager perusahan tersebut kepada wartawan media ini  siang tadi  senin (1/7/2014) via  Celularnya,menjelaskan,Katanya Ia hanya sekedar mengetahuinya  saja.

“ Pihak SPSI yang meminta,mereka yang membangunnya,bahkan untuk  biaya pembuatan parkir itu bukan dari perusahaan,melainkan biaya dari SPSI itu sendiri,lagian itu permintaan karyawan.” Ucap Herimaulana menjelaskan ketika di confirmasi oleh media ini tentang keberanian pihak Perusahan  telah dengan semena-mena mengalih fungsikan Lahan Jalur itu tampa ada izin dan kordinasi  dari Dinas Tata Kota Batam maupun BP kawasan Batam .

Menanggapi pengakuan Herimaulana itu,Akta Tamizi selaku Ketua DPC SPSI Sekupang,membenarkan pengakuan dari manager  PT .Tanjung Harapan Sentra Nusa itu,katanya ,Benar kami yang membangunnya,tegas Akta Tarmizi yang sebelumnya menjabat di DPC SPSI Tanjung Uncang itu.

“ Iya benar,emangnya ada masalah,memang kami yang mengusulkannya,itu terjadi karena rasa prihatin kami terhadap kendaraan karyawan yang masih kreditan parkir tidak teratur,makanya demi untuk keamanan kendaraan diusulkan membuat termpat parkir agar lebih tertata.” Terang ketua SPSI DPC Sekupang yang pernah salah faham dengan Wartawan Koran Buruh tersebut.

Pihak BP kawasan Ir.TATO WAHYU. H selaku Balai pengelolaan Agrobisnis,diketika diconfirmasi media ini merasa terkejut.katanya pihak perusahaan tidak ada kordinasi.

“ Tidak ada Izinnya untuk hal itu,bahkan Saya belum mengetahuinya, saya belum bisa menjawab hari ini,besok saya akan turun melihatnya  dahulu (2/7/2014=red).”Jawab singkat.

Banyaknya tindakan masyarakat Batam yang melakukan  pengalihan ubah fungsi jalur Hijau,Ruang Hijau terbuka,maupun Buffer Zone saat ini ,telah membuat tatanan tata ruang kota Batam tidak teratur alias melakukan  sesuka hati yang Notabenenya nanti akan menimbulkan masalah dijauh hari ketika lahan itu hendak dipergunakan oleh pemerintah maupun BP kawasan Batam untuk pelebaran Jalan,yang ujung-ujungnya minta ganti rugi.

Padahal begitu banyak Personil pertiban (Ditpam=red) dari BP kawasan Batam maupun dari Satpol PP dari pemerintah Kota Batam,Namun tidak menunjukkan keberadaan mereka,terkesan di biarkan.

Berita lain Tentang Tangjung Harapan Sentra Nusa