Tuesday, 22 July 2014

POLDA KEPRI GELAR PASUKAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN OPERASI KETUPAT 2014

Batam,Dinamika Kepri - Senin tanggal 21 Juli 2014 pukul 15.00 Wib, Kabid Humas Polda Kepri Akbp. Hartono, SH menyampaikan tentang Polda Kepri gelar pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2014.

Pada tanggal 21 Juli 2014, pukul 09.00 Wib, Polda Kepri dan Jajarannya melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Pelaksanaan Operasi Ketupat 2014 dilapangan Temenggung Abdul Jamal - Kota Batam. 

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Endjang Sudradjat, dihadiri oleh WakaPolda Kepri Kombes Pol. Drs. Richard Marlon Lumban Tobing, SH, Para Pejabat Utama Polda Kepri dan Para Kasatker / Kasatwil yang berada di Jajaran Polda Kepri serta Para Pimpinan Instansi terkait lainnya, Seperti : TNI, Instansi Pemerintah, Bea Cukai maupun Dinas Perhubungan, Dsb.

Adapun amanat Kapolri Jenderal Polisi. Drs. Sutarman yang dibacakan oleh Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Endjang Sudradjat pada pelaksanaan apel gelar pasukan  menyampaikan bahwa, gelar pasukan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Polda dan Satuan Kewilayahan Se - Indonesia, merupakan tahapan penting yang harus dilaksanakan dalam suatu proses Manajerial, untuk memastikan bahwa Polri beserta seluruh Instansi terkait dan segenap potensi masyarakat, benar – benar siap baik dari segi kekuatan personel, kemampuan, maupun kelengkapan sarana prasarana yang akan digunakan sebelum diturunkan ke lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dilakukan pengecekan Mendetail, sehingga seluruh rencana yang telah dirancang dengan matang, dapat diimplementasikan secara optimal. Dengan demikian, Keamanan, Kenyamanan dan Kondusifitas pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1435 H tahun 2014 ini benar - benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Kapolri juga menyampaikan, bahwa momen pengamanan Lebaran tahun ini bersamaan dengan penyelenggaraan agenda Nasional Pemilu 2014 ( Capres dan Cawapres ). Meskipun sebagian kekuatan Polri masih tergelar dalam rangka mengamankan pesta Demokrasi tersebut, namun melalui suatu proses penyusunan yang terencana dengan manajemen pengamanan yang baik, kekuatan Polri didukung oleh TNI, Pemerintah Daerah, Mitra Kamtibmas dan Stakeholders lainnya secara khusus telah dipersiapkan, sehingga mampu menjamin terpeliharanya Kamtibmas yang kondusif pada perayaan Hari Raya                               Idul Fitri 1435 H.

Demikian pula dengan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, hingga saat ini rangkaian tahapannya juga telah berjalan Aman dan Tertib. Kita berharap ke depan, suasana Kondusif ini dapat terus berlangsung, terutama pada esok hari Selasa tanggal 22 Juli 2014, sesuai dengan jadwal, akan dilaksanakan penetapan hasil Pemilu Presiden. 

Sehubungan dengan hal ini, Kapolri menggugah kesadaran seluruh masyarakat Indonesia dan Personil yang berada di Jajaran serta Instansi terkait lainnya, untuk bersama – sama mewujudkan kehidupan berdemokrasi secara baik sebagai warga Negara beradab yang patuh Hukum, dengan menyelesaikan setiap perselisihan Pemilu yang terjadi melalui Forum Mahkamah Konstitusi tetapi tidak mengunakan cara anarkis yang melanggar aturan Hukum dan Norma – norma yang berlaku.

Siapapun yang nantinya akan dipilih oleh Rakyat melalui Pesta Demokrasi ini, harus kita dukung bersama dalam tugasnya menjalankan Amanah Rakyat guna menggerakkan Roda Pemerintahan Indonesia menuju kehidupan yang Adil, Makmur dan Sejahtera. Dengan demikian, Demokrasi yang Paripurna melalui tahap pemantapan dalam kehidupan berdemokrasi, akan dapat kita wujudkan bersama.

Sebagaimana kita ketahui, Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1435 H senantiasa disertai dengan peningkatan berbagai aktivitas masyarakat, terutama di tempat – tempat ibadah, pusat perbelanjaan, serta lokasi wisata.

Selain itu, tradisi mudik lebaran yang merupakan fenomena khas tahunan masyarakat, akan mengakibatkan Mobilitas arus Transportasi manusia, Barang dan Kendaraan secara Masif. Pada tahun ini diperkirakan terjadi peningkatan jumlah pemudik sebanyak + 27,95 juta jiwa (7%) dari jumlah pemudik tahun lalu.

Kondisi ini membawa pengaruh terhadap timbulnya berbagai potensi kerawanan, baik dari segi Kriminalitas maupun Kamseltibcar Lantas seperti kemacetan dan kecelakaan .

Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat tahun 2013, Trend gangguan Kamtibmas berupa kejahatan, secara umum mengalami Penurunan sebesar 49,57%, dari sebanyak 5.084 Jumlah kejahatan pada tahun 2012 menjadi 2.564 jumlah kejahatan pada tahun 2013. 

Beberapa gangguan kamtibmas yang perlu menjadi perhatian serius dari kita semua antara lain pencurian kendaraan bermotor, pencurian di rumah kosong, pencurian dengan kekerasan, serta aksi Sweeping oleh kelompok tertentu.

Terkait Kamseltibcar Lantas, Trend Pelanggaran lalu lintas mengalami Kenaikan sebesar 101,61%, dari sejumlah 77.502 pelanggaran pada tahun 2012 menjadi 156.250 pelanggaran pada tahun 2013. sedangkan angka kecelakaan lalu lintas mengalami Penurunan sebesar 29,77%, dari sejumlah 5.233 kecelakaan pada tahun 2012 menjadi 3.675 kecelakaan pada tahun 2013. untuk korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mengalami Penurunan sebesar 12,44%, dari sejumlah 908 korban pada tahun 2012 menjadi 795 korban pada tahun 2013.

Mencermati data hasil Analisa dan Evaluasi tersebut di atas, meskipun terdapat Trend penurunan gangguan Kamtibmas dan Kecelakaan Lalu Lintas pada pelaksanaan Operasi Ketupat Tahun lalu, namun secara umum, jumlah kejadiannya masih relatif tinggi. 

Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya sungguh – sungguh disertai dengan kebulatan tekad dan komitmen, untuk bersama – sama mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, sehingga berbagai potensi kerawanan pada pengamanan lebaran tahun ini dapat diminimalisir secara lebih signifikan.

Oleh karena itu, dalam rangka memelihara Kondusifitas Kamtibmas menjelang, pada saat dan pasca Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Polri beserta seluruh Jajarannya, didukung kekuatan TNI, Pemerintah Daerah dan Instansi terkait lainnya serta seluruh komponen masyarakat lainnya, Menggelar “ Operasi Ketupat - 2014” selama 16 ( Enam Belas ) hari, yang dimulai pada tanggal 22 Juli sampai dengan 6 agustus 2014, yang difokuskan pada pengamanan segala bentuk aktivitas masyarakat, serta arus lalu lintas perjalanan mudik maupun kembalinya, dengan mengedepankan kegiatan Preemtif, Preventif dan Penegakan Hukum secara Proporsional.

Melalui penggelaran 137.795 kekuatan personel di tengah – tengah masyarakat pada pelaksanaan Operasi tahun ini, yang terdiri dari 86.243 personel Polri serta didukung 51.552 personel Instansi terkait lainnya, diharapkan dapat tercipta kondisi Kamtibmas yang mantap, ditandai dengan menurunnya angka Kriminalitas, serta terwujudnya Kamseltibcar Lantas dengan Indikator berkurangnya angka kecelakaan lalu lintas, korban meninggal dunia, titik kemacetan, serta lancarnya arus lalu lintas.

Pada kesempatan Apel Gelar Pasukan ini  adalah wujud dari Polri dalam memberikan Pelayanan Prima kepada masyarakat, sebelum mengakhiri Amanatnya Kapolri memverikan beberapa penekanan yang perlu dipedomani dan dilaksanakan :

1.    Lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan Fungsi Intelijen dan BhabinKamtibmas dilapangan, untuk mengetahui dinamika dan perkembangan situasi di masyarakat, sehingga seluruh potensi yang dapat menimbulkan gangguan Keamanan dan Ketertiban dapat diantisipasi sedini mungkin :

2.    Berikan Himbauan Kamtibmas, baik melalui Media Cetak maupun Elektronik, sebarkan Leaflet dan Pasang spanduk tentang tertib berlalu lintas serta selalu waspada terhadap setiap ancaman Kriminalitas;

3.    Lakukan penggelaran kekuatan secara tepat pada setiap titik rawan macet, rawan kecelakaan Lalu Lintas serta Kriminalitas, melalui koordinasi maupun kerjasama yang efektif dengan instansi terkait hingga sampai dengan seluruh komponen masyarakat;

4.    Lakukan upaya antisipasi terhadap potensi terjadinya aksi tawuran antar warga, Sweeping tempat hiburan oleh kelompok tertentu serta penyelewengan Distribusi BBM, Penimbunan Sembako maupun Jual beli Petasan dan Mercon;

5.    Tingkatkan kewaspadaan diri dan Kesatuan terhadap kemungkinan terjadinya aksi Teror, yang memanfaatkan momen Silaturahim maupun Aktivitas masyarakat lainnya pada saat Lebaran;

6.    Optimalkan penggunaan peralatan dan sarana prasarana yang dimiliki dalam rangka mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1435 H;

7.    Berdayakan Pengamanan Swakarsa serta Satpam dilingkungan pemukiman maupun tempat kerja, guna membantu Polri untuk mencegah terjadinya berbagai tindak kejahatan yang tidak diinginkan;

8.    Lakukan terobosan kreatif yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, untuk mewujudkan Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman dan kondusif selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2014 berlangsung;

9.    Lakukan tindakan tegas namun Humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas maupun Kamseltibcarlantas selama Hari Raya Idul Fitri 1435 H;