Monday, 21 July 2014

Peredaran Narkoba Jenis Pil Extasi Kini Merajalela di Kota Batam

Batam,Dinamika Kepri- Siapa yang tidak mengenal pulau Batam ,iya..Pulau Batam ,selain kota industri,pulau ini juga menyimpan dunia malam yang sangat Exsotis.

Setiap malam seluruh disqotik yang ada di pulau ini selalu di padati pengunjung lokal maupun mancan negara.
Baik di hari biasa dan hari puasa di bulan ramadhan ini,semua diskotiq buka seperti biasa tampa ada larangan dari pihak manapun.

Diduga dengan maraknya peredaran narkoba jenis Extasi di setiap diskotiq yang ada di Batam,  telah membuat para penikmat dunia malam di Batam semakin bergairah dan kecanduan dugem setiap malamnya,akibatnya ,kini telah mempengaruhi  kehidupan sosial masyarakat Batam,Tentunya dampak sosial lebih kearah yang negatif.

Hentak demi hentakan musik ramuan DJ adalah  yang menjadi salah satu pemicu minat pegunjung ingin mengkonsumsi narkoba tersebut,katanya enggak asyik masuk diskotiq kalau tidak mengkonsumsi extasi yang lebih kenal istilah Inek , sampai saat ini aktivitas itu masih terus berlangsung di setiap diskotiq.

Namun yang menjadi pertayaan khalayak ramai saat ini, kenapa hal itu bisa terjadi,kenapa peredaran norkoba jenis extasi dijual  bebas di setiap diskotiq,dimanakah mereka-mereka yang berkompenten di bidang itu?,seperti Badan narkotika nasional (BBN),Gerakakan Anti Narkotika(Granat) dan Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) , apakah hanya diam-diam saja melihat aktivitas tersebut,ada apa?..

Maraknya peredaran narkoba jenis extasi di seluruh  diskotiq yang ada di kota Batam ,tentunya sudah harus menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian polda Kepri maupun mabes Polri untuk menghentikannya,namun untuk saat ini, itu tidak dilakukan sepertinya ada dugaan  unsur pembiaran.

Pada hari sabtu tanggal 19/7/2014 kemarin, beberapa media online termasuk wartawan media ini mencoba mengconfirmasi dan klarifikasi hal tersebut kepada Kapolri ,Jenderal Sutarman,Namun tidak semua confirmasi wartawan di jawab oleh Kapolri.

Kepada wartawan Independennews.com Kapolri menjawab ,"jangan ngomong sembarangan", 

Lain pula dengan wartawan Berita investigasi nasional,wartawan itu langsung di kontek dari nomor yang sama,katanya ada BNN,tanya saja ke BNN,bahkan yang menelepon wartawan tersebut mengaku bukan Kapolri melainkan masyarakat biasa,padahal nomor kontak yang di confirmasi sebelumnya dengan yang menghubungi wartawan Berita Investigasi tersebut sama sekali tidak bedanya.

Lain lagi dengan pemberitaan yang dimuat  oleh zonadinamika.com beberapa waktu yang lalu ,media online tersebut menulis bahwa salah satu diskotiq plus hotel anisial HP group di Batam menduga kuat telah melakukan transaksi peredaran narkoba di disqotiknya.


Bersambung...