Wednesday, 9 July 2014

Kepala sekolah adakan pertemuan dengan masyarakat Masalah PSB

"SD 009 BATAM KOTA KEKURANGAN LOCAL DAN GURU PROSES BELAJAR ANAK DIDIK DI KURANGI"


Batam,Dinamika kepri- Kepala SDN 009 Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota , Rahmat. SPd mengadakan  pertemuan dengan elemen masyarakat perum Botania Garden pada hari ini (06/07/14) jam 09.00 di gedung SDN 009. 

Acara tersebut untuk membahas Penerimaan Siswa Baru (PSB) SDN 009 dan sekaligus membahas Penerimaan Siswa Baru (PSB) SMPN  052 Tahun 2014-2015, menurut Rahmat, SPd “ dalam penerimaan siswa baru ini saya sebagai kepala sekolah 009  yang baru pertama kalinya, karena saya bertugas mulai Tahun 2013-2014 di pertengahan awal bulan September Tahun 2013. Dalam hal ini saya ingin menyampaikan bahwa di sekolah kita terjadi proses belajar SD dan SMPN 052, selama ini dalam satu Tahun bahwa di sekolah kita Proses belajar anak didik kurang maximal di akibatkan local banyak tenaga pengajar kurang. 

Saat ini pekerja yang ada sebanyak 20 sudah termasuk tenaga TU dan security , guru PNS sebanyak 8 orang dan yang lainnya honorer. Dengan kondisi seperti ini guru-guru banyak melewati jam proses belajar yang dalam satu minggunya 48 jam sampai 54 jam, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa di karenakan kekurangan tenaga guru belum bisa terealisasi.

Untuk itu sekarang  yang sudah mendaftar sebanyak 295 calon siswa sedangkan kita hanya hanya menerima 160 siswa dan dikurangi kebutuhan sekitar 20% berarti 32 calon siswa aja yang di saring kembali.

Dalam hal ini saya  membuka waktu untuk menyampaikan keadaan yang ada pada PSB  Tahun ini, untuk itu saya tidak mau dikatakan adanya pembohongan public ataupun adanya intruksi dari manapun. Karena saya hanya menyaring data-data yang ada sekarang apakah benar-benar warga sekitar ataupun tidak.

Warga perum Botania Garden Burhanuddin mempertanyakan sebenarnya berapa daya tampung yang akan diterima ruang yang di sediakan dan berapa jumlah  siswa dalam satu kelas , supaya kita tahu menyaring data-data warga kita  dari RT/RW setempat, karena setiap tahunnya pasti seperti ini mulai didirikan sekolah SDN 009 di Botania Garden tidak adanya transparansi. Dari Tahun yang sudah-sudah katanya menerima 4 local saja, tetapi kenyatan menjadi 6 lokal dan selama ini kita tidak tahu datangnya darimana dan keputusan siapa dan saya tidak ada sedikitpun kepentingan dalam hal ini.

Begitu juga dengan Usman” bahwa setiap tahunnya keadaan seperti ini dan Tahun lalu saya masih mempunyai data-data yang tidak di terima, ketika kita cek bukan warga Botania malah warga lain.

Ari “  meminta kepada Kepala sekolah dengan bijak, karena selama ini menjadi sorotan PSB selalu seperti ini. Karena PSB sudah tidak rasia Umum di Kota Batam terjadi polemik dan adanya indikator politik untuk mencari keuntungan, dalam hal ini Bapak sebagai kepala sekolah yang mempunya wewenang otoritas penuh dalam mengambil keputusan, dan bukan berarti  Bapak menyalahi aturan dan penyalahgunaan  wewenang dalam  tugas Bapak sebagai kepala sekolah.  Dalam hal ini apakah pemko Batam Walikota dan Wakil Walikota Batam tidak mampu mendirikan sekolah.

Choirul  juga mempertanyakan rasio jumlah siswa yang akan di terima, karena melihat keadaan daya tampung siswa di kelas sudah tidak mungkin anak didik bisa menerima  pelajaran dengan baik. Kalau keadaannya seperti ini sudah pasti kenyamanan proses belajar di kelas kurang diterima dengan baik oleh siswa , dan kalau keadaan seperti ini terus-menerus rasanya anak saya akan saya pindahkan.

Rahmat, SPd mengatakan “  Dalam PSB   Tahun ini kami hanya  menerima sebanyak 4 Ruang belajar ( Rubel ) dengan ketentuan dalam 1 Rubel maximal 40 siswa, dalam hal ini sebenarnya ini sudah menyalahai aturan yang baku bahwa  standart daya tampung 1 local minimal 28 siswa dan maximal 32 siswa tetapi ini adalah kondisi rill setiap tahunnya dalam PSB . Data yang kami terima dari sisa 20% sebanyak 32 Calon siswa warga setempat masih mencukupi, karena data anak masyarakat sekitar hanya 25 orang, tentunya masih kita akomodir. Untuk itu kita sepakatkan hal ini dalam PSB Tahun ini 4 Ruang Belajar ( Rubel) dan 1 Ruang  berkasitas 40 murid. Dalam hal ini  kemungkinan akan ada pembagunan ruang kelas , tetapi saya tidak tau kapan akan teralisasi, sebab kemarin Sekretaris Dinas Pendidikan Yahya datang kemari dan mengecek keadaan sekolah, terangnya.

Ari yang ditemui setelah acara tersebut kepada media ini bahwa “ sudah 2 periode kepala sekolah / selama berdiri sekolah ini berdiri selam 4 Tahun , setiap PSB jadi polemic dan ajang manfaat kondisi adanya ajang pungli. Apalagi ditambahnya sistim Online/Web yang tidak diketahui masyarakat mengakses dunia informatika, dan kalaupun di cek di online  Dinas Pendidikan masyarakat merasa kebinggungan ketika data anaknya hilang. Inilah buruknya Dunia Pendidikan dikota Batam tidak adanya Transparansi sesuai amanat UUD 1945 Jo UU KIP No. 14 Tahun 2008, seolah olah menjadi kabur Dunia Pendidikan di Kota Batam dan tidak menjadi rasia umum lagi, diduga Walikota Batam Drs  Ahmad Dahlan MH dan Wakil Walikota Batam Rudi SE tidak punya uang untuk mendirikan Gedung Baru Negeri di Batam dan   sekarang kalau di bandingkan Rasio Jumlah sekolah Negeri berbanding terbalik dengan sekolah Swata atau PAUD . 

Jumlah pertumbuhan penduduk anak-anak sekarang semakin pesat, ini  sebenarnya  PR Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam. Karena banyaknya agaran yang dikeluarkan Pemko Batam kalau kita Cek di LPSE Kota Batam begitu dasyat nilainya , baik biaya Penunjang Kenerja Aperatur/PNS  Pemko Batam dan Aperatur RI seperti Kejaksaan, Kepolisian dan TNI. Sekarang kalau kita cek Anggaran yang dikeluarkan banyak  Infrastuktur Drenase, dan kalau kita lihat LPSE ada juga bantuan ke Properti seperti Drenase Taman Raya yang nilainya  1.8 Milyar, ini cukup mencengangkan setarap pembangunan Gedung Dunia Pendidikan seakan tidak bisa di Bangun oleh Pemko.

Walikota Batam Drs Ahmad Dahlan MH dan Wakil Walikota Rudi SE yang di komfirmasi terkait keadaan Proses Belajar Mengajar dan Infrastuktur Gedung sekolah tidak ada respon sampai berita ini di turunkan.
Muslim Bidin dan Yahya yang dikomfirmasi terkait hal ini juga tidak ada respon. ( Arianto)