Thursday, 10 July 2014

Ir. Tato Wahyu H :" Siapapun tidak bisa mendirikan Bangunan di Lahan Buffer Zone "

Batam,Dinamika Kepri - Terkait banyaknya Buffer Zone atau jalur ruang hijau terbuka yang telah dialih fungsikan banyak orang,kini ditanggapi serius oleh pejabat Bp kawasan Batam.

Ir. Tato Wahyu H selaku jabatan yang membidangi Dirklim dan agrobisnis di BP kawasan Batam,kepada media ini via celularnya mengatakan ,bahwa setiap lahan Buffer Zone tidak bisa  dialih fungsikan oleh siapapun.

" Setiap lahan Buffer Zone tidak bisa  dialih fungsikan oleh siapapun,baik itu mendirikan bangunan maupun hal-hal yang lain yang bersifat bangunan parmanen,lahan Buffer zone di peruntukan  pelebaran jalan." Tegasnya ketika diconfirmasi terkait banyak alih fungsi Buffer zone di seluruh Batam.

Saat ini,Buffer zone sudah banyak tempat telah berubah fungsi,ada yang disulap menjadi tempat parkir seperti terdapat didaerah kawasan industri Sekupang, selain tempat parkir ,didaerah Batam center tepat di depan May mart juga di rubah menjadi berjualan atau sering disebut dengan angkringan, di Nagoya Buffer Zone juga di bangun Hotel dan rumah toko (Ruko) yang menerut informasi ,bahwa pengusaha harus mematuhi ketentuan wajib  membayar WTO hanya per sepuluh tahunnya saja.

Terkait ubah Fungsi Buffer Zone, lain pula dengan pernyataan dari Ir. Istono ,katanya ," Buffer zone bisa dirubah...ini perlu saya sampaikan ,bahwa  sesuai dengan isi Perpres 87/2011 tentang Tata Ruang Batam Bintan Karimun ( BBK ), istilah buffer zone itu sudah tidak ada lagi,tetapi yang ada saat ini adalah istilah Ruang Terbuka Hijau." Jawabnya  ketika menjawab confirmasi media ini melalui celularnya pada tanggal 21/6/2014 yang lalu.  

Masyarakat jadi bingung,mana yang benar,apakah peruntukan buffer Zone atau Ruang Terbuka Hijau hanya untuk orang-orang yang berduit saja ?.