Friday, 13 June 2014

Terkait Limbah, Dendi Purnomo :" Bila tidak puas,silakan laporkan ke Polisi."

Batam,Dinamika Kepri -  Prilaku tindak pidana lingkungan hidup yang terjadi di kota Batam semakin meraja lela,dimna dari berita sebelumnya ,sama sekali belum terungkap dan belum mendapat respon klarifikasi dari Bapedalda Kota Batam.

Sebelumnya  bahwa Tindak Pidana linkungan hidup di berbagai Perusahaan sudah pernah dilaporkan yaitu antara lain.“ PT  ASIA FOUNDRY  yang beralamat Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji, PT LABA MAS MAKMUR  di Ruko Tiban Kecamatan Sekupang yaitu perushaan penampung Limbah Caver Slag  tanpa ada memilki izin dari Bapadalda Kota Batam ,Namun ada pihak yang telah memberikan izin rekomendasi,dimana rekomendasi tersebut dikeluarkan oleh Sekretaris Bapedalda yaitu Ir Husnaini dan Zaini.

Ada lagi ,PT BUANA di Kecamatan Sekupang ,perusahaan ini juga  membuang sembarangan Limbah Hasil Produksi ke Laut, bahkan ada juga di Komplek Industri Walaka Batam Centre Kecamatan Batam Kota juga menampung Limbah Cover Slag,lain pula di Kecataman Batam Kota, Limbah Pasar Plaza Botania  di buang di Lahan Kosong .

Ir. Dendi Purnomo Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Kota Batam didamping stafnya Zani ketika di temui awak media ini (11/05/14) jam 11.00 Wib lalu mengatakan bahwa Tindak Pidana Lingkungan Nomor 32 Tahun 2009 tidak berlaku.

“ Tindak Pidana Lingkungan Nomor 32 Tahun 2009 tidak berlaku sebelum adanya MOU dengan Bareskrim Mabes Polri dan Menteri Lingkungan Hidup Tahun 2012, selama ini pedoman kami ,bahwa setiap adanya pelangaran ,kita memberikan sanksi secara  tertulis." Terang Dendi Purnomo.

Katanya lagi ," Selama ini LSM, OKP dan Media selalu berpikiran negative, banyak pengaduan  yang telah dilaporkan secara berulang-ulang, namun tidak terbukti,kalau memang masih kurang puas, silakan laporkan kepolisi?,karena Polisi mempunyai wewenang luas dalam penyelidikan hal ini ." Tantang Dendi Purnomo ketika menerangkan kepada awak media ini. 

Jelas Zani stafnya Dendi  mengatakan." Baru-baru ini telah menetapkan tersangka  penambangan pasir dan dengan sengaja  tidak kami publikasikan, kami juga selalu menanyakan kepada Saksi Ahli ,seperti kepada Samsul dari Uversitas Sumatera Utara (USU) ,selama ini kami hanya memberlakukan sanksi adminitrasi kepada pelangaran tindak pidana , dan terhadap PT LABA  MAS MAKMUR kita hanya mengeluarkan surat untuk di Clening Up atau di bersihkan, karena PT LABA MAS MAKMUR telah menampung limbah di ruko,karena limbah yang dimaksud masih dipergunakan lagi ,maka dari itu tidak ada Tindak Pidananya.

ketika dihadapan Media ini,Zani dan Dendi Purnomo kala itu sangat terlihat optimis bersih,sebab dari pengakuannya terkesan tidak merasa bersalah apapun bahkan mereka siap dilaporkan apabila memang ada pihak yang menjadi korban ataupun pihak yang merasakan dirugikan terkait dalam Lingkungan Hidup ini.

Katanya  bahwa dalam suatu Tindak Pidana Lingkungan Hidup itu dikatakan bersalah ketika telah ada yang menjadi korbannya ,tentunya disitu pasti ada siapa yang dirugikan ataupun dikorbankan, Namun sampai saat ini , belum ada korbannya," Tetapi apakah ada korban ?." Tanya  Dendi Purnomo Penasaran.

Ternyata Tindak Pidana lingkungan hidup itu harus menunggu adanya jatuh korban ataupun hilangnya nyawa orang dahulu baru bisa dikatakan bersalah ,begitulah maksud uraian  dari penjelasan Dendi Purnomo tentang Tindak Pidana lingkungan hidup,berarti kalau belum ada korbannya berarti belum dapat di katakan bersalah.

Namun ketika disinggung tentang sanksi Adminitrasi tindak menghilangkan tanggung jawab usaha atau kegiatan usaha dari pemulihan dari Pidana Pasal 76 dan 78 ,  Ir Dendi dan Zani menyangkal katanya bukan menunggu ada korban dahulu.

'' Bukan menunggu adanya korban dan hilangnya nyawa orang , kebanyakan pengusaha dan sub kontraktor tidak mengerti dalam proserdural." Kata Dendi lagi

Banyaknya pelangaran suatu tindak Pidana Lingkungan hidup yang terkesan dibiarkan ,ternyata harus menunggu ada korban dahulu ,setidaknya semasa yang bersangkutan masih menjabat,tidak ada orang  yang menjadi korban dari dampak linkungan hidup,tujuannya agar Ia tetap dapat menyalahkan wewenang Jabatannya sebelum ada yang menggantukannya.

Kerusakan lingkungan hidup di Batam saat ini sudah sangat memprihatinkan terutama di bidang perubahan bentuk tanah ,reklamasi pantai dan penimbunan laut,banyaknya  Limbah produksi berjenis limbah B3 Perusahaan di buang sembarangan dan ditanam di perut Bumi, tidak menutup kemungkinan bahwa 30 tahun mendatang kehidupan manusia di Batam akan menanggung akibatnya.

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).

Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.(Arianto)