Monday, 23 June 2014

Reservoir Di kawasan Industri Panbil Diolah Sendiri.

Batam,Dinamika Kepri - Tidak Pantas dan tidak Patut,itulah kata cocok dikatakan kepada pihak pemilik atau pengolala kawasan industri Panbil,dimana kata itu dilontarkan ketika kita melihat aktivitas yang sedang berjalan didalamnya yaitu telah melakukan penguasaan dan pengolahan aset negara berupa jenis Waduk (Reservoir) yang ada di kawasan itu.

Waduk atau reservoir  adalah danau alam atau danau buatan, kolam penyimpan atau pembendungan sungai yang bertujuan untuk menyimpan air. Waduk dapat dibangun di lembah sungai pada saat pembangunan sebuah bendungan atau penggalian tanah atau teknik konstruksi konvensional seperti pembuatan tembok atau menuang beton. Istilah 'reservoir' dapat juga digunakan untuk menjelaskan penyimpanan air di dalam tanah seperti sumber air di bawah sumur minyak atau sumur air.

Jelas dinyatakan bahwa segala hal seperti, air,tanah,hasil Bumi Indonesia dikuasai oleh Negara untuk Kesejahteraan Masyarakat. Begitulah bunyi Pasal tersebut antara lain secara harfiah.


Dalam Bab XIV Pasal 33 UUD 1945 ayat 3 (tiga) Jelas dinyatakan bahwa segala hal seperti, air, tanah, hasil Bumi Indonesia dikuasai oleh Negara untuk Kesejahteraan Masyarakat. Begitulah bunyi Pasal tersebut antara lain secara harfiah.

Secara harfiah pula dalam Pasal tersebut, utuh, menyeluruh bahwa segala hal sensitif, strategis bahkan pribadi(Indonesia) alangkah bijak tetap dikuasai Negara.

Namun di Batam,ada pihak yang telah mengangkangi UUD tersebut tentunya untuk keuntungan pribadi,saat ini  Reservoir yang berada kawasan industri itu diolah sendiri oleh pengelolah ,dan saat masih tetap beroperasi,kata petugas kepada media bahwa waduk itu perharinya menghasilkan 10.000 meter kubik,dan air itu jelasnya disalurkan keseluruhan keseluruh kawasan Panbil.

" Ini pengolahan air bersih,perharinya bisa menghasilkan 10.000 kubik perharinya,airnya disalurkan ke seluruh kawasan Panbil saja." Jelas Pekerja yang saat itu di temui dilokasi mengatakan pada media ini 21/6/2014.

Diduga dengan adanya tindakan itu telah merugikan negara,dan perlu di croscek ulang kenapa itu bisa terjadi,tentunya ada banyak orang berperan untuk memuluskan aktivitas tersebut,dalam perhitungan 10.000 meter kubik perhari dikali sebulan bisa dibayangkan berapa yang harus dibayarkan seandainya air ke kawasan Panbil di suplay melalui ATB.

Ketika media ingin melakukan Confirmasi terkair adanya Reservoir  kepada pemilik toritorial Kawasan Panbil di gedung Dana Makmur  Sabtu 21/6/2014 kemarin,tampak tidak ada seorangpun yang berada di pos masing-masing,Kantor tampak sepi,padahal jam saat itu masih menunjukan jam kerja saat itu.

Bersambung..........