Friday, 20 June 2014

Permasalahan Lahan Pantai Melur,Belum ada Titik Temunya, Pihak Pengusaha Janji Akan Penjarakan Provokatornya.



Batam,Dinamika Kepri - Sampai saat ini,Kamis 19/6/2014,Permasalahan Lahan seluas 20 hektar antara warga dan pengusaha masih terus memanas hingga tidak menemukan titik temu dalam permasalahan itu.

Kedua kubu  saling klaim bahwa lahan wisata Pantai Melur tersebut adalah milik mereka masing-masing,bahkan kedua kubu yang berseteru sama-sama memiliki surat kepemilikan,akibatnya  membuat permasalahan lahan wisata itu masuk keranah hukum.

 Hingga saat ini belum menemukan titik temu diantara warga setempat dan pihak Pengusaha yang katanya ingin membuat Hotel dan resord di tempat itu.

Sebelumnya,Pantai melur adalah tempat  Wisata keluarga yang sangat di idam-idamkan masyarakat Batam.Namun kini ,lokasi wisata keluaga yang selalu ramai di hari libur itu ,sudah hancur pora-poranda karena diakibat dari tindak keganasan pihak pengusaha,selain pohon yang sebelumnya dipergunakan pengunjung untuk berteduh dipantai itu, juga ditebang,bahkan sarana umum yang dibangun pemerinta Kota Batam kata mereka juga dirobohkan,katanya seperti tempat duduk santai,wc umum,ruang bilas ,bahkan rumah-rumah milik warga yang bermukim ditempat itu telah ratakan dengan tanah .

Tidak terima dengan hal itu,Warga menolak atas tindakan yang dilakukan pihak pengusaha Batam kaya itu,Soni salah satu warga setempat sangat mengecam keras tindakan pengusaha  yang telah semena-mena melakukan penegerusakan di tempatnya (Pantai Melur =red)itu tidak terima .

Dimana menurut soni maupun warga yang lain sebelumnya kepada Media ini,ketika dalam melaksanakan exsekusi  kala  itu,pihak pengusaha juga melibat Aparat Negara bersenjata lengkap laras panjang,bahkan ada yang menembakan pelurunya Kelaut karena kesal melihat warga yang melawan,kata mereka , keberadaan aparat negara saat itu tujuan untuk menakut-nakuti mereka ,tujuannya warga agar tidak melakukan perlawanan.

Kata mereka menambahkan lagi, keberadaan aparat negara yang hadir saat itu ,hanya milik pengusaha tersebut dan bukan milik Bangsa Indonesia.

Pantuan Media ini,Permasalahan ini telah berjalan selama berbulan-bulan ,namun tidak  menemukan solusi,bahkan larut masalah ini,pihak Pengusaha menuding Soni salah satu Provokator,dimana pernyataan ini dinyatakan oleh pihak pengacara dari pengusaha.

Sihombing selaku pengacara dari pihak pengusaha menilai bahwa berlarutnya masalah ini akibat dari tindakan Soni yang memprovokasi masyarakat,bahkan Ia berjanji dalam waktu dekat ini pihaknya akan melaporkan Soni ke pihak polisi agar ditangkap karena telah memprovokasi warga.

“ Soni itu jangan dipercaya,sebenarnya dia yang memprovokasi disitu,padahal dia tidak memiliki aset apapun ditempat itu,tapi dia berani-berani bertindak seperti itu,saya pastikan dia tidak punya aset ditempat itu ,anda boleh tanyakan dia,ada enggak asetnya ditempat itu,bahkan kitapun akan segera melaporkannya kepolisi.” Jelas Sihombing yang selaku pihak pemediasi melalui Celularnya kepada media ini sore tadi (19/6)

Namun ketika disinggung media tentang telah adanya informasi pertikaian antara warga setempat dengan pihaknya ,Sihombing yang mengaku Pengacara dari pengusaha itu menolak jika dikatakan ada pertikaian dengan warga setempat.

“ Itu tidak benar,tidak ada pertikian disana, untuk bertikai,  sebagaian warga sudah mendapatkan kompensasinya,jadi itu tidak benar kalau dikatakan ada pertikian dengan warga setempat.”  Jelas Sihombing lagi.

 Sore tadi kepada Soni ,media ini mecoba meminta tanggapan atas langkah Pihak pengusaha yang akan melaporkannya keplisi karena dituding  sebagai provokator ,Namun Soni menampik Kalau dirinya dikatakan sebagai Provokator.

“ Dasar apa saya dituding sebagai provokator,  Orang  saya tiap hari kerja bangunan , Bahkan perkembangan untuk saat ini pun,saya  sudah tidak tahu, sudah  sejauh manapun akupun tidak  tahu lagi.” Terang Soni via pesan singkatnya.

Soni juga menambahkan,Bahwa Ia tidak begitu perduli siapa  pihak-pihak  yang ingin mengambil lokasi wisata itu,Namun yang  penting baginya ,Haknya  jangan sampai hilang. 

“ Kalau saya  enjoy aja, masalahnya prinsip saya ,siapapun yang mau bangun melur  saya dukung,  Cuma harapan saya hanya  satu, harus ada konsep yang jelas ,sehingga hak saya titak hilang dari melur,” Pinta Soni mengakhiri Tanggapanya.

Namun asumsi yang menjadi Pertanyaan khalayak ramai, kapan masalah ini akan berakhir,akan masalah ini sampai keranah meja hijau ?,ataukah adem adem-adem ayem tidak tentu arah ?, sebenarnya, kepada siapa pihak pengusaha berkordinasi ?,apa dasar  pengusaha  itu  berani melakukan perusakan aset milik pemerintah Batam ditempat itu ?, apakah ada oknum Pejabat  yang merestui perlakuan Hal itu,Apakah dalam Hal ini ada tindakan Gratifikas (fee) ?,Namun itu hanya pertanyaan masyarakat awam saja yang tidak perlu diambil hati,sebab hal seperti akan terus terjadi semasih ayam masih makan jagung, Ucap Seseorang yang enggan menyebut namanya ketika mengomentari permasalahan ini.

Baca berita tentang Pantai melur lainnya.klik disini