Friday, 20 June 2014

Motorsport Harian, Pilih Ninja RR mono atau New CBR 250R?

Kawasaki Ninja RR Mono














Bicara Handling dan Performa

Dinamika Kepri - Ngomongin soal handling, RR Mono menawarkan aura motor balap banget. Sangat ringan dan begitu rigid, sehingga sangat presisi katanya ketika diajak melibas lintasan balap. 
Suspensinya pun kaku khas motor balap, tapi kalau untuk harian terasa terlalu keras.

Ninja RR Mono dibekali bore x stroke 72 x 61,2 mm, rasio kompresi 11,3:1. Menurut klaim pabrik tenaga maksimal 27,63 dk/9.700 rpm dan torsi 22,6 Nm/8.200 rpm. Sedang performa on wheel pakai pengukuran di atas dynamometer Dynojet 250i milik Sportisi Motorsport, terbaca 24,54 dk/9.900 rpm dan 20,15 Nm/7.000 rpm.

Untuk akselerasi yang diukur pakai Racelogic sebagai berikut. 0-60 km/jam 3 detik, 0-80 km/jam 4,9 detik, 0-100 km/jam 7,5 detik. 0-100 m 6,4 detik, 0-201 m 9,9 detik, 0-402 m 15,8 detik. Top speed di spidometer 154 km/jam, sedang di Racelogic 146,6 km/jam.

Riding Position
Naik RR Mono sangat terasa aura racy-nya, karena setang jepit di bawah segitiga, sangat rendah makanya posisi duduk merunduk khas motor balap. Untuk harian cukup bikin pegal lengan, pinggang dan punggung. Ditambah lagi jok sangat tipis. Belum lagi kopling yang begitu berat dan getaran mesin yang begitu terasa di setang.

Konsumsi Bensin
Pakai Pertamax rata-rata konsumsinya 26,7 km/lt. Lumayan irit untuk ukuran motorsport.