Saturday, 21 June 2014

Klarifikasi Pihak Pengusaha Tentang Pernyataan Tudingan Warga Pantai Melur.

Batam,Dinamika Kepri - Menanggapi Pemberitaan yang telah terbit sebelumnya pada hari kamis 19/6/2014 yang berjudul "Permasalahan Lahan Pantai Melur ,Belum ada titik temunya,Pihak pengusaha akan penjarakan Provokatornya " di tanggapi kembali oleh Sihombing selaku pihak dari pengusaha,dimana yang bersangkutan mengaku bukan selaku pengacara,namun mengaku selaku pihak pemediasi antara pengusaha dan warga yang ada di Pantai Melur.

" Saya bukan pengacara dari Pengusaha,saya hanya selaku pihak pemediasi antara pengusaha dan warga Pantai melur." Jelas Sihombing ketika memberikan hak klarifikasinya tentang pemberitaan tersebut kepada wartawan media ini melalui ponsel celularnya malam tadi,20/6/2014.

Ia juga menjelaskan ,bahwa saat ini ,hanya ada 7 Kepala keluarga (KK) yang belum terealisasi untuk mendapatkan haknya,Namun kendati demikian,pihak pengusaha yang ingin melakukan pengembangan daerah wisata itu,menampik kalau dikatakan tidak merespon permintaan hak dari ke 7 KK itu,Sihombing menjelaskan,bukan pihak kita yang tidak memberi,namun permintaan mereka diluar kewajaran dari apa yang telah kita berikan sebelumnya kepada mereka yang telah menerima.

" Kita sudah mengondisikan sekitar 100 KK,hanya sisa 7 kk lagi,itupun karena permintaan mereka terlalu tinggi." Terang Sihombing .

Terkait informasi dari  warga Pantai Melur sebelumnya ,yang mengatakan. bahwa ketika pihak pengusaha tengah melakukan exsekusi di pantai Melur itu ,juga melibatkan salah satu satuan Aparat Negara dengan bersenjata laras panjang yang tujuannya untuk menakut-manakuti warga,juga ditamapik Sihombing,katanya bukan untuk menakut-nakuti.

" Tidak benar kalau dikatakan untuk menakut-nakuti,memang mereka (Aparat Negara=red) ada disana,namun bukan tujuan untuk itu,mereka hanya untuk pengamanan,tidak ada tujuan lain." Tegas Sihombing lagi.

Sebelum menutup perbincangannya dengan media ini,Ia juga berharap agar polemik yang terjadi saat ini,cepat dapat terealisasi dengan baik,tujuannya agar nantinya lokasi wisata itu dapat di Benahi kembali,dimana kalau terbenahi kembali,tentunya untuk masyarakat  Indonesia ,mancan negara terutama warga Batam agar dapat kembali menikmati pemandangan Panorama indah yang tersimpan di pantai melur tersebut.

" Pihak kita maunya masalah ini cepat teralisasi,tujuannya agar lokasi itu  segera kita benahi kembali dengan konsep yang lebih baik,tentunya demi kepentingan umum juga,apalagi itu daerah wisata,kita akan membuat lokasi wisata itu lebih baik dari sebelumnya,tentu untuk kita semua,jelas untuk masyarakat  Indonesia ,mancan negara terutama warga Batam ,dengan terealisasinya rencana ini, masyarakat Batam dapat kembali menikmati pemandangan Panorama indah yang tersimpan di pantai melur itu." Harapnya mengakhiri.

Terkait tingginya permintaan ganti rugi yang dituntut ke7 kk yang dimaksud Sihombing ,media ini mencoba kembali melakukan Confirmasi via pesan singkat kepada Soni Selaku Warga pantai melur yang dituding pihak pengusaha sebagai Provokator di tempat itu,belum merespon.

Namun ketika berita ini dimuat pukul 12 malam 20/6/2014 ,Jawaban dari Soni masih ditunggu,bahkan terkait tingginya ganti rugi yang dimaksud sihombing ,belum diketahui setinggi apa jumlah nominal yang diminta dari ke 7 KK tersebut.

Namun pagi tadi sekitar pukul 8 sabtu 21/6/2014,Soni memberikan jawabannya yang mengatakan,akan selalu mendukung segala pembangunan yang ada di Pantai Melur,tetapi pintanya mengatakan, hendaknya melalui mikanisme yang baik,dan bukan mengandalkan premanisme untuk menyelesaikan solusinya,namun tentunya memenuhi hak ganti rugi para warga sekitar yang sebelumnya bermukim ditempat wisata itu, pastinya harus duduk bersama yang melibatkan instansi pemerintah ,seperti dari dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparbud)Kota Batam,dan masalah nominal tidak jadi masalah yang penting kedepannya ada take anda givenya (kerja sama=red)dengan masyarakat setempat,

" Masalah nominal itu gampang saja bagi kami, yang penting semuanya dapat terkondisikan dengan baik,dan kami termasuk saya pribadi sangat mendukung Pihak pengusaha untuk membangun tempat itu,namun tentu dari semua itu,pihak pengusaha hendaknya mau duduk bersama untuk mencari solusinya, saya menghaharapkan adanya kebersamaan tanpa ada orang-orang lapangan yang sok tahu padahal tidak tahu mengenai tentang masalah itu,sebab dalam hal ini ,tentunya yang lebih mengetahuinya adalah Aseng dan Erwin termasuk disparbud kota Batam." Ujar Soni.

Tambahnya ," sudah 20 tahun aku di sini (pantai melur=)Saya sangat mengenal benar siapa Aseng dan Erwin,mereka adalah orang yang baik,Aseng itu adalah pamannya Erwin,namun kenapa dalam masalah ini bukan mereka langsung mensosialisasikannnya,kenapa justru orang lain yang tidak memahami melakukannya,saya takutnya Pak Aseng itu telah di azas mamfaatkan oleh orang-orang yang mengaku tim-timnya itu hanya mengambil keuntungan dari masalah ini,dimana tujuan mereka agar masalah ini  terus berlanjut,tujuannya agar mosi kerja tetap berlanjut." Ucap Soni via Celularnya.

Sebelum menutup pembicaraannya, ia juga berpesan,kalau Ia berjanji siap menjambatani permasalahan yang ada di sana.

"Saya siap menjambatani segala permasalahan disana,namun pesanku,jangan ada orang-orang lain yang tidak mengerti sok tahu padahal tidak tahu sama sekali,jangan terlalu jauh ikut campur dalam masalah tersebut yang justru malah membuat masalah semakin rancu." Tegasnya


Soni yang dituduh pihak pengusaha sebagai provokator ini,meminta ada kerja sama untuk kedepannya,ia meminta agar sejarah tetap jangan dihilangkan,tentunya kami dapat diperdayakan ditempat itu sesudah pembangunan selesai,untuk apa ganti rugi yang berjumlah besar kalau toh sejarah dihilangkan,Tegasnya lagi.

Ketika ditanya tentang sejarah yang dimaksudnya,kepada media ini Ia mengatakan,bahwa sejarah yang dimaksudnya adalah adanya alokasi tempat berjualan kembali yang akan diberikan pihak Pengusaha,tujuannya agar nanti mereka yang masih berminat berjualan bisa melanjutkan hidupnya seperti biasa,Katanya.

Terkait adanya issu akan adanya arena Kasino nantinya tempat itu,Soni juga menampik kalau sumber itu berasal dari warga setempat,katanya memang ada issunya seperti itu.

"Memang Pernah issu seperti,namun informasi tersebut berasal dari orang-orang lapangan (pihak pengusaha=red) yang ada di sana, itu tersiar ketika ada warga pernah menayakan mau di bangun apa Pantai melur,kemungkinan ada jawaban seperti itu, makanya tersiar seperti itu,terkait benar atau tidaknya issu itu,saya pun kurang mengerti masalah itu ." Katanya mengakhiri.