Wednesday, 4 June 2014

Katanya,Besok Hari Kamis, Sebanyak 6000 PNS akan Mendemo Pemko Batam.

Batam,Dinamika Kepri - Sepertinya Banyak warga Batam ingin mempermalukan Oknum-oknum pejabat pemerintah kota Batam saat ini,sebab di hari akan mulainya MTQ Tingkat Nasional pada tanggal 6/6/2014 nanti sepertinya akan disuguhi dengan pembukaan demo PNS,diduga tujuannya ingin mempermalukan Oknum-oknum pejabat Kota Batam di hadapan para Kafilah-kafilah yang baru saja tiba  di Batam,apalagi semua Kafilah yang hadir tentunya  dari seluruh Indonesia,tentunya tindakan Demo PNS  itu nantinya akan berpengaruh buruk bagi pemko Batam.

Sebagaimana yang dilansir media Garda Indonesia bahwa pada hari ini (Rabu)4/6/2014 menuliskan adanya indikasi tindak korupsiberjemaah di asuransi BAJ yang dilakukan oleh walikota, wakil walikota Batam dan sekda sebesar Rp 165 Miliar.

Dimana tadi malam 3/6/2014,menurut Aldi braga selaku ketua  Garda Indonesia via pesan singkatnya kepada media ini, menyatakan bahwa ada 10 perwakilan dari PNS Batam yang datang  melaporkan kasus korupsi berjamaah itu kepada pihaknya(Garda Indonesia=red),kata 10 perwakilan dari 6000 PNS seluruh Batam itu mengatakan padanya,bahwa mereka (PNS=red) tidak ada tempat mengadu lagi selama 8 tahun terhadap kasus ini yang katanya masih abu-abu,dimana semuanya sudah terindikasi gratifikasi sehingga membuat kasus dugaan korupsi itu tenggelam. Katanya.

Katanya kasus tersebut sudah sampai ke pejabat pusat,namun belum direspon ,dimana sejak tahun 2006 yang lalu pihak pemko Batam telah melakukan kerja sama dengan pihak Asuransi BAJ dengan polis atas nama satu orang yang bernama Agus Sahiman.

Pada tahun 2012 muncul masalah terhadap auransi BAJ,pasalnya BAJ tidak mampu membayar Cleim,pada bulan Agustus ada R7 Miliar sudah diketok palu untuk Asuransi PNS yang diambil dari APBD tetapi disetor ke Bank Riau,BNI dan Bukopin.

Katanya,bahwa menurut analisis mereka dari TimGarda Indonesia pada media ini lagi,katanya tindakan itu jelas telah berhubungan dengan rekening gendut PNS sebesar Rp 1 triliun,dan 6000 Pns mengancam akan melakukan demo aksi damai pada esok hari,5/6/2014.