Friday, 20 June 2014

Ingin Mengetahui Kehidupan Jokowi yang Asli, Beginilah Ceritanya.


Dinamika Kepri - Jokowi datang dari lingkungan masyarakat biasa. Dengan tekad kuatnya dapat menyelesaikan pendidikan S1 Kehutanan di UGM walaupun ia di masa kecil harus berdagang, mengojek payung dan menjadi kuli panggung.


Dengan kegigihannya dan bakat alami yang di dapat dari ayahnya, seorang tukang kayu handal. Jokowi memberanikan diri untuk membuka usaha meubel sendiri setelah sebelumnya sempat bekerja di meubel milik sang paman. 



Setelah jatuh bangun membina usahanya sendiri, Jokowi akhirnya ada di masa dimana kerja kerasnya dapat dirasakan. Ia mendapat rezeki untuk keliling Eropa dan membuat matanya terbuka atas pengaturan kota yang dilihatnya. Inilah yang akhirnya menginspirasi Jokowi untuk mewujudkan kota yang bersahabat bagi pemiliknya. Sesederhana itulah yang ada dalam bayangannya.



Terlepas dari perjalanan hidupnya yang penuh kejutan-kejutan menyenangkan, Jokowi tidak pernah lupa terhadap orang-orang yang pernah ada bersamanya. Ia kerap kali berkunjung dan menitipkan uang saku untuk pengasuhnya semasa kecil kepada sang ibu. Ia masih dekat dengan mereka.



Karena pengalaman hidupnya yang memberikan pelajaran atas sebuah proses dalam kehidupan, Jokowi memilih untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan.



Begitu pun dengan kepribadian yang dimiliki. Tidak pernah ada yang berubah dari Jokowi dulu dan kini. Ia selalu menjadi diri sendiri, bekerja untuk berbakti pada rakyat tanpa perlu pusing memikirkan isi orasi yang harus didandani retorika. Ia akan berbicara sesuai apa yang dilihatnya, didengarnya dan dirasakannya.



Saat banyak pihak mengabarkan tentang sosok sederhananya adalah sekedar pencitraan. Jokowi tidak perlu sibuk menanggapi karena menganggap itu adalah hal yang tidak perlu.



Saat beberapa kelompok berkoar dia adalah boneka Megawati, Jokowi pun tidak lantas kebakaran jenggot karena apa yang dia jalani kini melewati sebuah proses yang sudah semestinya. Tak ada jalan salah yang ia tempuh meski ada stigma yang tak selalu selaras. 



Ia adalah Jokowi, bukan sosok yang serupa atau menyerupai siapa pun. Ia ada karena dirinya sendiri, atas prestasi yang dimiliki dan kepercayan yang diberikan. Jokowi adalah sosok asli. Begitulah dia. Apa adanya.

Sumber Berita : superdeceritanya