Saturday, 31 May 2014

Guru PNS Yang Melakukan Cabul Masih Mengajar di Kelas,Dinas Pendidikan Tanjung Balai Karimun Tidak Perduli.

Tg,Balai Karimun,Dinamika Kepri- Seolah sudah lumrah ataupun biasa, oknum tenaga pendidik guru masih saja mengajar seperti biasa,bahkan tindakan yang sudah dilakukannya dengan menghamili  wanita janda muda tampa ada rasa tanggung jawab,ironisnya kini janda tersebut telah ditinggal begitu saja dengan perut membuncit. 

Seolah tidak memilki moral,bagaimana bisa seorang guru yang telah memilki umur lansia mekukan hal demikan,sungguh tidak patut untuk di contoh oleh siapapun,begitulah kata-kata yang terlontar dari warga yang mengetahui prilaku seorang guru tersebut.

Namun,hingga saat ini belum ada sangsi apapun kepada oknum guru cabul beranisial SH itu tidak tersentuh hukum sama sekali.

Begitu juga  dengan dinas pendikakan yang terkesan tutup mata,sebab sampai  saat  ini juga belum memberikan sangsi teguran maupun sangsi administrasi sepertinya ikut memaklumi dan mengaminkan tindakan cabul yang dilakukan oleh SH.

Seorang Warga yang enggan disebut namanya mengatakan , " dimanakah letak kode etik untuk tenaga pendidik seperti itu?, padahal di dalam pasal 2 ayat 1 dan 2  tentang kode etik guru yang bunyinya menempatkan guru sebagai profesi  terhormat, mulia, dan bermartabat ,namun ujungnya seperti demikain, bolehkah hal tersebut dianggap terhormat atau mulia ? .'' Ucapnya kepada wartawan .

Dinas pendidikan Karimun kini dianggap lemah atau sudah tidak mampu untuk melakukan Penegakan kode etik sesuai pasal diatas,sebab kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru SDN 013 Sawang Selatan sampai saat itu dianggap telah menyalahi dan tidak patut untuk dipertahankan.

Namun ,tidak ada tindakan nyata dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun agar kasus seperti jangan terulang lagi.

Ada yang menganggap Bahwa kepala Dinas Pendidikan dianggap terlalu loyo untuk melakukan penegakan hukum terutama penegakan kode etik atau norma dan azaz khususnya di Kabupaten Karimun. 

Korban SH guru Cabul tersebut, sebut saja namanya Bunga ,dialah seorang janda yang kesehariannya hidup sebagai penoreh karet ,sampai saat ini janda yang mengandung anak dari kebejatan SH itu masih terus menunggu upaya damai sebagaimana yang telah dijanjikan oleh dinas Pendidikan,tetapi hingga saat ini  31/5/2014 ,belum ada kabar berita. 

Sementara perut janda itu semakin membesar,kini anak didalam kandungan dari hasil perselingkuhan dengan sang guru  cabul persalinannya tinggal menghitung hari . 

Sudarmadi sendiri selaku kepala Dinas Pendidikan Karimun dianggap telah tidak mampu untuk menangani kal itu,sehingga, ketika wartawan  ingin melakukan confirmasi perkembangan kasus tersebut kepadanya, Sudarmadi tampak tidak berkenan untuk  bertemu dengan wartawan.

Warga Dusun Mengkuse Kundur Barat yang  tidak mau namanya disebut , katanya merasa kecewa dengan oknum tenaga pendidik sanggup berbuat cabul. 

“ Saya sangat kecewa dengan  Sdr ‘SH’ yang tega berbuat seperti ini,  Setelah menghamili malah ditinggal begitu saja, dimanakah penegakan hukum untuk tenaga pendidik, Kepala Dinas pendidikan jika tidak mampu mengatasi guru satu ini, lebih baik jadi guru biasa ajalah, tidak usah jadi kepala Dinas, yang lain masih banyak lagi yang mampu”.Pintanya.

Sebelumnya ‘SH’ sendiri ,yaitu guru Cabul yang mengajar di kelas V SD itu saat dikonfirmasi  mengatakan pernah berjanji akan menyantuni Bunga sebesar Rp3 juta yaitu untuk biaya persalinan dan pemeliharaan anak dari hasil hubungan gelap mereka,Namun menurut janda itu ,katanya  sampai saat ini belum ditepati SH.

(* rian)