Wednesday, 21 May 2014

Terkait Perizinan Gelper di Batam,Kadis Pariwisata Enggan Menjawab.

Batam.Dimamika Kepri - Terkait maraknya judi gelanggang permainan (Gelper) di Batam saat ini,tengah menjadi sorotan khalayak masyarakat .

Maraknya gelper bak cendawan di musim hujan di Batam saat ini ,belum diketahui instansi mana yang telah memberikan izin ,sehinnga  praktek judi mesin tersebut masih tetap beroperasi.

Beberapa waktu lalu 26/4/2014.Terkait maraknya Aktifitas judi gelper di Batam saat ini,media ini telah mencoba meminta tanggapan kepada Kapolda Kepri yaitu Brigjen Endjang Sudrajat ,namun sampai berita ini dimuat yang bersangkutan selaku penegak hukum di wilayah toritorial Kepulauan Riau(Kepri) belum memberikan tanggapan tentang maraknya judi gelper tersebut.

 Namun Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono menjawab,kalau ada unsur judinya,pemberi izin harus yang segera menindaknya.

"Gelper kalau ada izinnya sekalipun tentunya tidak boleh melakukan perjudian,dan kalau memang ada indikasi  perjudian,pemberi izin seharusnya segera mengambil langkah-lankah penindakan." Balas Akbp Hartono via pesan singkat dari celularnya kepada media ini pada tanggal 27/4/2014 yang lalu.

Pagi tadi 21/5/2014 tepat acara Goro di Nagoya, media ini mencoba confirmasi pernyataan kabid Humas polda tersebut kepada Yusfa Hendri M.Si selaku kepala dinas pariwisata kota Batam ,Namun yang bersangkutan menolak menjawab,katanya saat ini bukan momentnya.

" Kenapa menayakan masalah gelper disini,sekarangkan lagi kegiatan Goro, kalau mau menayakan hal itu bukan sekaranglah." Tegasnya semabari meninggalkan acara goro tersebut.

Mengenai batasan perjudian sendiri diatur dalam Pasal 303 ayat (3) KUHP sebagai berikut : “Yang disebut permainan judi adalah tiap-tiap permainan, di mana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir. 

Di situ termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya”.

Bahkan Ancaman pidana perjudian sebenarnya sudah cukup berat, yaitu dengan hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda sebanyak-banyaknya Rp. 25.juta.namun di Batam saat ini ,Pasal 303 KUHP tentang perjudian diduga hanya wacana diatas kertas saja ,sebab sampai detik ini semua para penegak hukum masih terkesan tutup mata.