Saturday, 10 May 2014

Guru Cabul Menolak di Pecat.


SH : “Apapun kesalahan saya, tak mungkin saya akan dipecat dari PNS”.  

Karimun ,Dinamika Kepri - SH adalah nama anisial dari seorang guru pengajar di kelas V SDN 013 Sawang Selatan Kundur Barat  Kabupaten Karimun, baru baru ini SH dipanggil pihak UPTD pendidikan untuk dimintai pertanggung jawaban atas prilakunya yang tidak senonohnya  yaitu telah menghamili seorang janda di desa Mengkuse Kundur Barat. 

Segala upaya telah dilakukan ,namun upaya damai  yang diajukan pihak kepala UPTD Pendidikan Kundur Utara Barat dengan janda  muda itu tidak membuahkan hasil.  

Semula  Oknum Guru kelas V SD tersebut berjanji mau menikahi bunga, walau ia sudah mempunyai  anak istri  bahkan cucu, Entah apa penyebabnya setelah beberapa hari kemudian SH kembali berubah pikiran untuk tidak jadi menikahnhinya, dan sang guru hanya sanggup memberikan imbalan sebesar 3 juta Rupiah saja kepada janda yang hamil dari hubungan gelap mereka. 

Mendengar kesanggupan SH yang hanya sanggup menyantuninya sebesar 3 juta Rupiah, bunga merasa kecewa dengan sikap seorang  tenaga pendidik yang kesanggupannya hanya mampu membiayai pertanggung jawabannya hanya sebanyak itu.

Melalui media ini  bunga berharap, ada keadilan  atau kebijaksanaan jika tidak dari oknum guru, atau paling  tidak dari  dinas pendidikan. Mengingat usia kandungan  udah mencapai Sembilan bulan, usaha dinas pendidikan  untuk membuat satu kesepakatan, sudah berbulan bulan juga tidak membuahkan hasil.
 
Sedangkan SH oknum guru SD tersebut, santai santai saja karena yakin bahwa dinas pendidikan juga tidak akan mampu membuatnya  berhenti dari seorang tenaga pendidik atau Pegawai Negeri Sipil.

Sudarmadi, Kepala dinas Pendidikan Karimun saat  ingin ditemui wartawan baru baru ini untuk dimintai keterangan masalah proses perdamaian atau pertanggungjawaban ataupun proses hukum dari seorang tenaga pendidik yang sudah jelas jelas melanggar kode etik seorang guru, enggan untuk menemui wartawan. 

Dari sikap Kepala dinas tersebut ini jelas ada dugaan kongkalikong antara Kepala Dinas Pendidikan dan SH untuk menyelimuti aib seorang tenaga pendidik. Kepada Bupati karimun diminta untuk lebih selektif untuk memilih kepala dinas atau SKPD khususnya di dinas Pendidikan Karimun, karena jelas pimpinan di dinas pendidikan adalah pimpinan teratas didunia pendidikan karimun yang merupakan penentu moral bangsa, khususnya Karimun.**Yd/Rian**