Monday, 5 May 2014

Empat Partai Tidak Tandatangani Berita Acara Hasil Pleno Pileg 2014 di Batam.

Batam ,Dinamika Kepri - Minggu 4/5 Siang tadi,ruangan KPU Batam mendadak ribut padahal saksi yang lain tengah didalam  keseriusan  mengikuti jalannya singkronisasi rekapitulasi hasil perhitungan suara pemilu caleg  Batam.

Tiba-tiba 4 orang saksi  mendadak berdiri mengeluarkan kata-kata penolakan atas rapat pleno itu,katanya rapat tersebut  tidak sah,tidak memiliki dasar hukum untuk mengulang pleno yang sudah pernah dilakukan pada tanggal 28/4 yang lalu di KPUD Kepri Tangjung Pinang,katanya lagi,kalau pun hasil pleno sebelumnya telah di Batalkan mohon tunjukan saat ini juga dimana dasar hukum pembatalan tersebut,ucap mereka kepada ketua KPUD  Kepri Sait rajuddin S.Ag di saat itu.

Katanya lagi, walupun KPUD Kepri telah mengambil alih tugas KPUD Batam,mohon tunjukan juga surat rekomendasi dari KPU pusat kalau ini pengalihan ini benar-benar terjadi.

Mereka menolak  acara itu terus dilanjut, keempat saksi Partai ini mengganggapbahwa semua yang tengah berlansung adalah tindak rekayasa semata ,bahkan katanya lagi, rapat pleno itu telah dianggap tidak sah ,yang mana menurut mereka  bahwa acara singkronisasi yang sedang berlansun tidak memiliki dasar hukum yang sah.

Mereka juga mereka meminta, agar Sait Rajuddin sendiri dapat menunjukan surat sah penolakan sebagai landasan dasar hukum tetap dari penolakan rapat pleno  dimana sudah pernah terjadi pada tanggal 28/4 yang lalu di KPUD Provinsi Tanjung pinang.

Namun karena waktu terus berjalan .Ketua KPUD provinsi tidak mau terlena,Ia berjanji akan memberikan  permintaan mereka ,tetapi  usai rapat pleno berakhir.

Mendengar pernyataan ketua KPUD yang diduga mengulur-ngulur waktu tersebut ,keempat saksi partai itu semakin berang,bahkan salah satu dari saksi lain juga telah melakukan banting meja karena kebisingan yang mereka timbulkan,Akibatnya ruangan menjadi gaduh,tak pelak ruangan denagn sekejap langsung dikerumni Polisi.

Polisi yang tengah berjaga saat itu,langsung menggirinng keempat caleg itu keluar sidang,seusainya  acara dramatis itu berlalu ,kembali panitia melanjutkan acara tersebut sampai selesai.

Malam tadi dikala hendak penanda tanganan berita acara dan hasil rapat pleno,seluruh para saksi yang masih tertinggal ikut menandatanganinya , terkecuali Jepri Simanjuntak saksi dari partai PKB itu,tidak ikut menandatangani.

Dan menjadi pertanyyan media ,kenapa ia bisa masuk kembali,padahal KPU sudah memberikan arahan kepada penjaga keamanan agar melarang masuk diantara 4 saksi tersebut.

Tetapi Jepri  kambali masuk keruang rapat diduga tujuannya untuk menyaksikan penada tanganan berita acara Dan hasil rapat Pleno tersebut,namun dirinya terlihat tidak di ikut sertkan untuk menanda tangani hasil  singkronisasi suara Pileg 2014 itu.

Kepada media, ia mengaku tidak akan mau menanda tanganinya,alasannya ia sangat tidak terima dengan apa yang sudah terjadi ,bahkan Ia bersekukuh akan melanjutkan permasalahan ini ketingkat mahkamah Konstitusi (MK)

Selain materi dari dasar hukum pembatalan pleno sebelumnya,ia juga mengaku telah memilki banyak materi yang hendak disampaikan ke MK nantinya.

Terkait 4 Saksi  yang telah menolak serta keluar sebelum rapat pleno selesai itu antara lain adalah ,Iwan Kurniawan saksi dari Partai Hanura,Jamsir Saksi dari PDIP,Soerya Sardi dari Partai Demokrat,dan Jepri simanjuntak dari PKB.

Selain dari pada saksi ,mereka juga merangkap sebagai Ketua Partai Untuk DPC Batam ,selain itu mereka juga  saksi  partai ,mereka juga ikut dalam pencalegkan pemilu 2014 yang telah usai.