Saturday, 3 May 2014

Disinyalir karena kerabat Walikota Tanjung Pinang, Polisi Enggan tangkap RS,

Tanjungpinang,Dinamika Kepri - Kasus pemukulan dan penganiyayan yang menyeret RS sebagai terlapor hingga kini "enggan" ditangkap pihak kepolisian sektor Tanjungpinang kota.

Laporan polisi yang telah dua pekan silam yang dilaporkan orang tua dari MZ, korban pemukulan dengan nomor laporan LP/168/IV/2014/KEPRI/RES TPI/SEK TPI seakan senyap begitu saja.

Megawani SH, selaku kuasa hukum Bujang (orang tua MZ=red) sangat kecewa dengan lambannya penaganan kasus yang sedang ditanganinya. wanita yang aktif di paradi ini sangat kecewa dengan lambannya proses hukum dan tindakan terhadap RS sebagai terlapor, berdasarkan bukti, saksi dan hasil visum sudah selayaknya polisi melakukan tindak pengamanan dengan cara melakukan penangkapan.

"Prosedur hukum sudah kita lalui, saksi, bukti dan hasil visum sudah ada, apalagi pemukulan itu dilakukan lebih dari satu orang, dan sikorban juga disulut api rokok, ini sudah jelas delik hukumnya, kenapa polisi masih "takut" mengambil tindakan?, apakah karena RS ini mengaku kerabat walikota tanjungpinang, sehingga polisi enggan melakukan proses hukum?", ucap Megawani saat dikonfirmasi via seluler, Jum'at (02/05/2014).

Megawani juga menduga ada kongkalikong ditubuh penyidik, kecurigaan itu tentu tidak beralas, pasalnya, semenjak kasus ini dilaporkan, pihak penyidik sepertinya "mempersulit" pihak pelapor dengan berbagai alasan yang terkesan bias.

Kapolsek Tanjungpinang kota, AKP Patar Gunawan SiK saat dimintai keterangan lewat pesan singkat dan telphone tidak memberikan keterangan apapun, senada dengan atasannya, Kanit Reskrim polsek tanjungpinangkota Iptu Jupen Simanjuntak enggan memberikan keterangan.

Terkait kapolresta AKBP Patar Gunawan SiK yang marah dan tidak terima jika awak media memantau perkembangan kasus kerabat walikota tanjungpinang tersebut, Kapolda kepri Brigjen Pol DRS. ENDJANG SUDRADJAT melalui Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono SH lewat pesan singkatnya pada awak media ini hanya menuliskan "ya, coba saya cek dulu bang".

Sementara itu, orang tua MZ , Bujang, sangat kecewa akan lambanya proses hukum yang terhadap pelaku pemukulan ananknya.


"Kami akui anak saya salah, namun saya tidak terima jika anak saya dihajar hingga babak belur, disulut api rokok lagi, kami memang orang susah pak, namun kami juga manusia yang memiliki hak yang sama dengan orang lain apalagi sipelaku. RS sering sms anak saya, katanya dia sudah enggak sabaran lagi mau nginap di hotel prodeo (penjara_red) apa ini tidak mengejek pihak penegak hukum?", keluhnya.dan hingga berita ini diunggah, tidak satupun pihak kepolisian yang bersedia memberikan keterangan.


loading...