Tuesday, 20 May 2014

Diduga PT.citra sindo Lakukan Praktek illegal Mining di Pulau Patah Moro Kepuluan Riau.

  POLICE LINE  YANG SEBELUMNYA   MELINTANG DI ALAT BERAT MILIK PT.CITRA SINDO INI, TELAH DIBUKA TANPA KETERANGAN YANG JELAS DARI PIHAK POLISI.

 "Diduga 86 ,baru sejam di segel ,eh.. lansung dibuka, "

Moro,Dinamika Kepri-Diduga Negara diugikan miliaran rupiah  akibat dari adanya  dugaan  praktek ilegal mining yang dilakukan  PT.citra sindo di pulauPatah, sampai saat ini praktek penambangan jenis pasir urug  ini untuk sementara dihentikan,  sambil mennuggu proses hukum.

Ilegal Mining adalah Salah satu kegiatan tidak sah dalam penambangan liar ,serta tidak adanya izin atau  hak atas pengolahan tanah serta melakukan Penambangan liar yang beroperasi di permukaan atau pun dibawah tanah.

Pulau patah adalah pulau terpencil dari pulau pulau yang berada  dibawah Kecamatan Moro Kabupaten karimun  pulau yang hanya seluas 10 kilo  meter tersebut  saat  ini terdapat praktek penambangan yang diduga liar yang belum mempunyai izin  baik izin Analysis dampak Lingkungan hidup(Amdal) serta Izin I.U.P (Izin Usaha Penambangan),   izin UKS  atau izin jeti,  maupun izin kelayakan penggunaan alat berat.

Praktek penambangan yang dilakukan PT. Citra Sindo ini  berlangsung hingga melakukan  loading ke tongkang atau dengan kata lain  sempat melakukan penjualan. Dengan tujuan Selat Panjang. Pihak dispenda,  Syahbandar   tentu saja  ikut kecolongan.  

Melihat hal tersebut pihak Polsek moro tidak tinggal diam dengan melakukan tindakan penyegelan berupa  Police line ke semua kendaraan oprasional.  Baik dum truck  cobellco dan kendaraan  lainnya.  ditambah  lagi  pihak perusahaan masuk kelokasi  hukum polsek moro  tanpa ada kordinasi ataupun izin dari pihak polsek  setempat. Anehnya,  penyegelan dilakukan hanya satu jam. tanpa syarat yang jelas,  segel atau police line pun telah dibuka oleh pihak PT.CITRA SINDO tampa diketahui pihak polisi,dimana kejadian itu terjadi tepatnya pada 9 April 2014 yang lalu .

Didalam Pasal 158 pada undang-undang no.4 tahun 2009, yang menyatakan bagi setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa ijin usaha penambangan dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10.000.000.000 (sepuluh milyar) rupiah. Pada pasal 160 juga disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan ekplorasi tanpa ijin usaha penambangan dipidana paling lama 1 tahun dan denda sebesar 200.000.000 (dua ratus juta) rupiah

Keberanian pihak PT.CITRA SINDO melakukan kegiatan tersebut menjadi buah bibir masyarakat  di moro, ditambah lagi dengan penyegelan dilakukan hanya satu jam saja, Dengan hanya menerima telepon sakti,  penyegelan sudah dapat dibuka.

Pihak citra sindo dalam hal ini saudara inisial  SL  dan JM saat dihubungi melalui selurernya menjelaskan bahwa,  pihaknya lagi mengurus surat menyurat atau segala jenis perizinan selesai.  Dan didalam hal  penyegelan ia mengatakan bahwa pihak kepolisian hanya salah paham.  Tentu saja hal ini membuat binggung setiap orang.  Yang pertama aparat kepolisian bisa salah faham dan yang kedua,  Surat izin belum selesai di buat, sendangkan penambangan sudah dilakukan. Diminta kepada pihak Polres Karimun untuk segera menindak lanjuti dugaan praktek illegal mining tersebut sesuai Undang-Undang dan proses hukum yang berlaku.

 ** YD/Rian**