Tuesday, 20 May 2014

Dalam Acara Lokakarya ,Kapolda Kepri Amanatkan Pentingnya Pencegahan Penggunaan Narkoba.


Batam,Dinamika Kepri - Senin 19 Mei 2014 pukul 11.00 Wib, Kabid Humas Polda Kepri Akbp. Hartono, SH diruang kerjanya menerangkan tentang Amanat Kapolda Kepri dalam acara Lokakarya pencegahan Hiv Aids dan ketergantungan Narkoba bagi Anggota Polri.

Pada Tanggal 19 Mei 2014 pukul 09.00 Wib, telah dilaksanakannya Acara Lokakarya Pencegahan Hiv Aids dan ketergantungan Narkoba bagi Anggota Polri, bertempat di Harris Hotel Batam Center. Acara tersebut dibuka oleh WakaPolda Kepri Kombes Pol. Drs. Richard Marlon Lumban Tobing, SH yang mewakili Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Endjang Sudradjat. Dihadiri oleh Para Pejabat Utama Polda Kepri, Para Kasat Narkoba yang berada di seluruh Jajaran Polda Kepri, Country Manager UNODC Indonesia Mr. Moels Vester, Para Narasumber dari beberapa Instansi terkait lainnya dan Para Undangan.

Adapun Amanat Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Endjang Sudradjat yang dibacakan oleh WakaPolda Kepri Kombes Pol. Drs. Richard Marlon Lumban Tobing, SH menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan lokakarya pencegahan Hiv / Aids dan ketergantungan Narkoba bagi Anggota Polri Polda Kepri ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman personel Polda Kepri tentang :

1.    Kondisi kecanduan dan perawatan ketergantungan Narkoba
2.    Prinsip penularan, pencegahan dan pengobatan Hiv / Aids
3.    Kebijakan Nasional terkait penanganan pecandu dan korban penyalahgunaan Narkoba dan penanggulangan Hiv / Aids pada populasi pengguna Narkoba.

Pada akhirnya memotivasi seluruh Anggota Polri untuk bangkit secara bersama – sama mencegah dan memberantas peredaran gelap Narkoba dan penyalahgunaan Narkoba serta mendukung pelaksanaan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba di Kepri.

Kepulauan Riau secara geografis memiliki posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan beberapa Negara tetangga, yaitu Singapura,  Malaysia dan Vietnam, kondisi demikian menjadikan Provinsi Kepri memiliki akses yang sangat terbuka dengan negara-negara tetangga, sehingga memudahkan bagi lalu lintas orang maupun barang. 

Pada sisi yang positif kondisi ini telah memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi dan pembangun masyrakat di Provinsi Kepri, akan tetapi pada sisi yang lain berdampak kepada pertumbuhan berbagai kejahatan, baik yang bersifat Konvensional maupun trans national crime ( kejahatan antar lintas negara ), seperti halnya penyelundupan dan peredaran gelap Narkoba.

Beliau juga menekankan bahwa apabila dengan memperhatikan posisi strategis Provinsi tersebut, maka dapat diprediksi wilayah Kepulauan Riau saat ini dan untuk waktu kedepan masih akan menjadi jalur transit dan tempat bagi penyelundupan dan peredaran gelap Narkoba. Prediksi ini dibangun dengan asumsi kepada adanya trend peningkatan kejahatan Narkoba di Provinsi Kepri dari waktu ke waktu. Sebagai gambaran kejahatan dan pengungkapan narkoba dalam kurun waktu tertentu, Beliau memberikan contoh sebagai berikut :

A. Jumlah kasus yang berhasil diungkap selama satu tahun 2013 adalah sebanyak 282 kasus dengan jumlah tersangka 376 orang.

B.  Jumlah barang bukti yang berhasil disita tahun 2013 adalah sebagai berikut :

1.    Ganja sebanyak 70.416,69 gram.
2.    Sabu sebanyak 1.143,6 gram.
3.    Ekstasi sebanyak 175.458,8 butir.
4.    Happy Five sebanyak 9.828 butir.

C. Pada bulan Januari s / d April tahun 2014  Polda Kepri dan jajaran telah berhasil mengungkap sebanyak 90 kasus Narkoba dengan 132 orang tersangka.

D. Barang bukti yang berhasil disita mulai januari s/d april tahun 2014 adalah sebagai berikut :

1.    Ganja sebanyak 27.180,15 gram
2.    Sabu sebanyak 5.822,48 gram
3.    Ekstasy sebanyak 76.700 butir
4.    Heroin sebanyak 9,83 gram
5.    Happy Five sebanyak 10.501 dan ¼ butir

Dari paparan trend kejahatan Narkoba tersebut, dapat disimpulkan besarnya tingkat peredaran Narkoba di Wilayah Kepri. Hal tersebut dapat dilihat dari tahun 2013 sampai dengan bulan April 2014 ada beberapa bandar besar Narkoba yang berhasil ditangkap dengan jumlah barang bukti yang berhasil disita dalam jumlah besar. Beliau menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras Direktorat Reserse Narkoba beserta  Satuan Reserse Narkoba Polres Jajaran Polda Kepri.

Beliau berpesan, bahwa gambaran tentang besarnya penyelundupan dan peredaran gelap Narkoba sebagaimana tersebut, ibarat sebuah gunung es, baru pada permukaannya saja yang terlihat. Sesungguhnya telah ada ancaman yang jauh lebih besar dihadapan kita, oleh karenanya tidak ada kata lain, kecuali kita  saling bergandengan tangan untuk bersama - sama mencegah dan memberantas peredaran gelap Narkoba, mengingat bahaya penyalahgunaan Narkoba adalah:

A.    Menghancurkan tujuan hidup generasi muda kita.

B.  Merubah pandangan terhadap Norma Agama, Hukum dan Norma Sosial, dengan ditandai para pengguna Narkoba tidak akan segan - segan untuk melakukan perbuatan tindak pidana yang dapat mencemarkan nama baik diri sendiri maupun keluarga serta masyarakat.

C.    Narkoba sangat merugikan generasi muda, yang pada akhirnya dapat merugikan Negara dan Bangsa Indonesia.

Diketahui bersama bahwa disamping melakukan upaya tindakan penegakan hukum yang tidak kalah pentingnya juga melakukan upaya pencegahan. Kegiatan pencegahan dapat dilakukan melalui kegiatan - kegiatan berupa Lokakarya yang dilaksanakan juga Seminar, Sosialisasi, Pelatihan serta pemberian bantuan untuk Rehabilitasi medis dan sosial terhadap pecandu serta korban penyalahgunaan Narkoba. 

Penanganan pecandu serta korban penyalahgunaan Narkoba pada hakikatnya tidak hanya merupakan tanggung jawab Polri, akan tetapi membutuhkan kerja sama Lintas Sektoral yang kuat dalam rangka harmonisasi respon Sektor terkait, Pemerintah diwakili oleh ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Menteri Hukum dan Ham Republik Indonesia, Menteri Kesehatan Republik Indonesia , Menteri Sosial Republik Indonesia, Jaksa agung Republik Indonesia Kepala kepolisian Republik Indonesia dan Kepala  Badan Narkotika Nasional pada tanggal 11 Maret 2014 menandatangani peraturan bersama penanganan pencandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika ke dalam Rehabilitasi. 

Selanjutnya peraturan bersama ini bertujuan untuk menjadi pedoman teknis dalam penanganan pecandu Narkotika dan korban penyalahguna Narkotika sebagai tersangka, terdakwa  atau narapidana untuk menjalani Rehabilitasi medis dan Rehabilitasi Sosial. Maka guna mensukseskan pelaksanaan peraturan bersama tersebut Jajaran Polda Kepri perlu segera memahami dan koordinasi dengan Aparat Lintas Sektor terkait, sehingga pelaksanaan di lapangan dapat berjalan sebagaimana harapan Pemerintah.

Pemerintah juga telah memberikan peluang yang sebesar - besarnya kepada Masyarakat untuk berperan serta dalam rangka mencegah dan memberantas Narkoba. Peran serta Masyarakat ini ditunjukkan dengan adanya Politik Hukum yang diatur di dalam pasal 104 s / d 108 Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Bahkan Pemerintah memberikan penghargaan kepada Masyarakat yang telah berjasa dalam upaya pencegahan dan pemberantasan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Pada kesempatan ini pula Beliau mengajak semua pihak untuk berperan serta aktif mendorong Masyarakat yang terlanjur sebagai pemakai untuk dengan sadar melakukan wajib lapor dan Rehabilitasi medis di rumah sakit atau Lembaga Rehabilitasi lainnya agar segera pulih dan terlepas dari ketergantungan Narkoba.


Pada kesempatan yang berbahagia tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau selaku mewakili Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau  mengucapkan terima kasih  dan penghargaan yang sebesar - besarnya kepada United Nation Office on Drugs and Crime ( UNODC ) country manager unodc di Indonesia dan Staf, yang telah peduli dan turut berperan aktif dalam rangka meningkatkan Profesionalisme dan membina fungsi Reserse Narkoba polda Kepri dan Polres Jajaran guna mencegah dan menanggulangi bahaya Narkoba di Wilayah Provinsi Kepri. Beliau juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi sehingga terselenggaranya kegiatan Lokakarya ini.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Beliau menyampaikan beberapa penekanan,   yaitu :

A. Kepada seluruh Peserta Lokakarya agar mengikuti kegiatan Lokakarya ini sampai akhir kegiatan dengan baik dan diharapkan dapat menyampaikan hasil Lokakarya pencegahan Hiv / Aids dan ketergantungan Narkoba ini di tempat kerja masing - masing.

B. Tanamkan sejak dini dimulai dari diri kita sendiri, Keluarga kita dan Masyarakat disekelilingnya, bahwa Narkoba merupakan zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan jiwa kita, jangan sekali - kali kita mencoba zat ini apalagi sebagai pengguna, pengedar, ataupun sebagai bandar dan membekingi kegiatan yang berhubungan dengan peredaran Narkoba, karena akan mendapatkan sanksi serta hukuman yang berat, karenanya wajib hukumnya untuk kita jauhi dan hindari.

C.Melakukan upaya penegakan Hukum yang tegas dan profesional sesuai dengan Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika  bagi setiap pengguna, pelaku, pengedar dan bandar Narkoba.

D.Dukung dan laksanakan penanganan terhadap pecandu serta korban penyalahgunaan Narkoba untuk di Rehabilitasi sesuai amanah peraturan bersama dan koordinasikan dengan Instansi terkait dalam pelaksanaannya.