Friday, 16 May 2014

Aktifitas Kuras BBM Solar Subsidi Masih Terus Terjadi.

Batam,Dinamika Kepri - Dengan adanya perbedaan harga pada BBM solar saat ini,setidaknya telah membuka peluang bisnis bagi pemain minyak(BBM Solar Subsidi)di seluruh Indonesia khususnya Batam daerah industri,tak ayal ,setiap hari seluruh spbu yang ada di Batam dikuras habis oleh pelangsir diduga dengan persetujuan dari berbagai pihak .

Bermacam -macam modus telah bercampur baur didalam permainan ini,bahkan terjadi aksi pengurasan BBM solar bersubsidi ini, tidak terlepas dari perannya para pemilik Spbu yang memberi lampau sinyal hijau kepada setiap managernya untuk mengupayakan agar solar yang dijualnya cepat habis tentunya dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya.

Alih-alih dengan menjalin kerja sama  dengan para pelangsir BBM ,tentunya Spbu akan lebih meraup untung yang lebih besar ketimbang menjual BBM solarnya kepada pengguna umum yaitu masyarakat ,sebab dengan menjual ke pelangsir ,harga automatis naik sampai Rp 300 hingga Rp 500 perliternya.bagaimana tidak, mereka para petugas Spbu lebih memilih melayani pelangsir dari pada masyarakat biasanya.

Akibatnya, masyarakat yang menggunakan  BBM solar bersubsidi akan ikut mengantri panjang seperti pelangsir lain,pasalnya ,setiap pelangsir yang mengisi akan memakan durasi pengisian selama tiga puluh menit bahkan hingga satu jam untuk satu mobilnya.

Namun sampai saat ini,belum ada tindakan yang dari pihak manapun yang mencoba menghentikan aktifitas illegal tersebut.

Dimana diketahui saat ini, bahwa Pertamina,Disperindag,dan polisi,tidak dapat berbuat apa-apa kepada masyarakat.Pertamina terus menyuplai BBM solar subsudi sebanyak-banyaknya ke setiap Spbu tampa ada pengawasan.

Disperindag sendiri diketahui jarang turun lapangan bahkan telah mendapat peluang besar dari masalah ini,sebab saat ini mereka tengah disibukan dengan banyaknya permintaan dari orang-orang tertentu untuk mengeluarkan surat izin kwota pengambilan BBM solar subsidi dengan modus -modus yang tidak jelas.

Sebab didalam pantauan media ini ,terbukti terdapat pada salah satu izin yang dikeluarkan disperindag kepada nama tertentu di Tanjung Riau Sekupang,didalam surat rekomendasi tertera bahwa jatah Bensin (premium) sebanyak   150 liter dan BBM solar subsidi 100 liter per harinya,namun bila dihitung dalam pengambilan perharinya bisa mencapai kurang lebih sampai 3 ton.

Dimana Pengawasan disperindag dan Polisi ?,kenapa bisa terjadi,apakah memang sengaja di biarkan ?,sebaiknya bagi masyarakat yang melihat hal itu tidak perlu berkeluh kesah dan penasaran kenapa itu bisa terjadi ,disarankan agar hendaknya anda bertanya kepada rumput yang bergoyang .

Terkait maraknya aktifitas kuras Disetiap Spbu yang ada di Batam saat ini,Siang tadi ,media ini mencoba konfirmasi via pesan singkat celular kepada Kompol Robertus Heri Kapolsek Sekupang,bahkan juga kepada Kapolda Kepri Brigjen Endjang Sudrajat, namun sampai berita ini dimuat pada hari Jumat 15/5/2014 pukul 5 : 40 Wib sore tadi , mereka sama sekali tidak memberikan respon apapun kepada awak media ini.