Tuesday, 20 May 2014

90 % Warnet Di Batam Dapat Akses Konten Porno.

Batam,Dinamika Kepri - Lemahnya pengawasan yang diberikan oleh pemerintah Batam terhadap para pengusaha jasa-jasa penyedia layanan internet yang ada di Batam saat ini ,membuat para pengusahanya bebas berexspressi sendiri membebaskan para pelanggannya membuka situs porno, tujuannya agar para pengguna betah ,tentunya dapat menambah keuntungan bagi pemilik warnet tersebut.

Padahal para penggunanya rata-rata masih di bawah umur (anak sekolah) ,mereka betah berlama-lama di depan perangkat komputer,sebab dari sekian banyak anak sekolah yang bermain game online di jam belajar,juga terdapat anak berseragam tengah menikmati adegan konten syur yang tersedia di situs-situs porno.

Menurut salah seorang penjaga warnet di bilangan Bengkong,katanya pengunjung sepi bila konten pornonya di blokir.

" Seluruh Konten Porno tentunya dapat kita blokir,namun pelanggan akan sepi,kalau cuma buka email,Fb dan tweeter an  dari Hp juga ,biasanya mereka yang datang ke warnet itu kalau bukan main game online, yah pastinya untuk lihat yang gituanlah." Katanya polos.

Ketika ditanya tentang mengizinkan anak berseragam main di warnetnya ,ia menjawab katanya sudah sering  dilarang.

"Sudah sering kita larang agar jangan pakai seragam sekolah,namun mereka beralasan sudah pulang sekolah,dari pada timbul sakit hati,yah kita biarin saja." Katanya lagi.

Bebasnya pengguna warnet menjelajahi situs-situs porno ,tentunya akan  membuat yang melihatnya akan mempunyai keinginan untuk melakukannya,ditambah lagi yang melihat dibawah umur,tentu kejiwaannya akan labil.

Jarangnya petugas Sat- PP Batam turun untuk merazia tempat-tempat warnet di jam kerja atau jam belajar,membuat anak didik sekolah banyak yang bolos dari jam pelajaran.

Saat ini telah banyak terjadi kasus pencabulan di setiap daerah terutam terhadap anak dibawah umur,namun untuk daerah Batam itu  bukan jadi momok yang menakutkan,sebab sampai saat ini belum ada perhatian pemerintah Batam terkait hal tersebut ,diduga mereka masih menunggu ada jatuh korban dahulu baru bertindak.