Thursday, 17 April 2014

Terkait Kekerasan Yang Dialami Marzuki ,Kapolsek Tanjung Pinang Kota, AKP Wahyu: Masih tahap penyidikan"


Tanjung Pinang,Dinamika Kepri - Kasus pemukulan dan penganiyayan terhadap MZ juru parkir dibestari mall hingga kini masih tahap penyidikan polisi sektor tanjungpinanag kota. Sebelumnya, Bujang, orang tua dari MZ melaporkan insiden pemukulan dan penganiyayan yang dialami anaknya MZ pada tanggal 22 maret silam dengan no LP : LP/168/IV/2014/KEPRI/RES TPI/SEK TPIB dengan terlapor RS, pria yang mengaku kluarga kerabat walikota tanjungpinang.

Kapolsek Tanjungpinang Kota ,AKP Wahyu saat dikonfirmasi awak media ini lewat pesan singkat (16/04/2014) mengatakan jika laporan orang tua MZ masih proses penyidikan.

"Dalam proses penyidikan mas, kita masih mintai keterangan dari saksi-saksi sebelum mengarah ke terlapor, pemanggilan terlapor terakhir setelah keterangan dari saksi", terang Wahyu dalam pesan singkatnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian sektor Tanjungpinang kota telah melakukan visum terhadap MZ. MZ dijemput di Rumah tahanan kelas satu Tanjung pinang, Jum'at (11/04/2014) oleh Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang kota Iptu Jupen Simajuntak dan dua penyidik lainya. Dari keterangan yang didapat dari pengakuan MZ, dia dibawa ke rumah sakit umum daerah kota tanjungpinang.

Hal ini dibenarkan oleh kepala rutan kelas satu tanjung pinang, Kunrat Kasmiri Amd,Sos,MAP saat dikonfirmasi diruang kerjanya,Senin (14/04/2014). Kunrat membenarkan jika pihak polsek membawa MZ keluar rutan guna kepentingan visum lewat prosedur resmi.

Hingga hari ini, hasil visum dari pihak dokter belum keluar, AKP Wahyu berdalih jika hasil visum dapat diketahui hasilnya dalam tenggang waktu satu minggu.

Sementara itu, Kuasa hukum sekaligus pengacara MZ korban penganiyayan sang kerabat walikota,  Megawani SH sangat menyayangkan langkah visum yang dilakukan pihak kepolisisan sektor tanjungpinang kota. Pengacara kondang di kepri yang sering menangani kasus diskriminasi hukum ini mengatakan seharusnya visum harus diketahui pihak keluarga MZ dan harus didampingi keluarga dan kuasa hukum korban.

"Visum harus didampingi dan diketahui keluarga MZ (korban pemukulan_red),kalau tidak diketahui keluarga atau kuasa hukum MZ, dikhawatirkan terjadi intervensi dan diskriminasi hasil visum, dan itu dapat batal demi hukum. dan pemaksaan yang dilakukan Kanit reskrim polsek tanjungpinang kota terhadap MZ untuk menandatangani surat pernyataan bersedia tidak didampingi kuasa hukum atau advokat telah mencoreng hukum di indonesia dan kami akan mengambil langkah dan tindakan hukum atas perbuatan oknum polisi itu", terang Megawani saat di konfirmasi lewat sambungan telephone (16/04/2014)