Tuesday, 22 April 2014

Tenggelamnya Kasus Bansos Gate 2011 di Pemko Batam di Tanggapi Pemuka Agama.

Batam,Dinamika Kepri –Terkai makin redupnya kasus dugaan Korupsi Dana APBD  untuk Bansos Tahun 2011 sebesar Rp 90,8 M di pemko Batam,kini  ditanggapi kembali oleh salah satu  pemuka agama.

H.Rustam Effendi Bangun selaku pemuka agama di Batam  kembali lagi  memberikan tanggapannya  terkait dugaan korupsi di pemko Batam pada tahun 2011 yang lalu.

Sebelumnya  juga sudah pernah mengemukakanya kepada salah satu media cetak,namun saat ini masih belum bergening.

Sore tadi  Senin 21/4/2014,disela waktunya ketika memantau jalannya sidang rapat pleno penghitungan rekalpitulasi yang tertunda di kantor KPU Sekupang,pada media ini menanggapi bahwa ,hal itu tidak bisa dibiarkan begitu saja berlarut  ,tetap harus di proses secara hukum.

“Sebenarnya bukan berlarut,kemungkinan belum waktunya, menanggapinya saya bukan atas nama pribadi tapi atas masyarakat Batam, dan untuk menuntaskan dugaan korupsi dana bansos tersebut,dibutuhkan penegak hukum yang berani ,idealis dan propesional.mungkin sampai saat ini belum ada penegak hukum yang seperti itu,sehingga membuat  hal itu belum tersentuh hukum sama sekali , seharusnya ada penegak hukum yang respon dengan masalah  itu dan sertamerta juga ,bahwa kasus itu   tidak bisa dibiarkan begitu saja berlarut dengan waktu ,tetap harus di proses secara hukum,terbukti atau tidak  yang pentig di proses dahulu ,setidaknya bisa menjadi pembelajaran bagi pejabat  lain sebelum melakukan korupsi .” Terang Pemuka ini .

Sebelum mengakhiri perbincangannya dengan media ini. Ia  juga berharap agar kasus dugaan korupsi  Dana APBD  untuk Bansos Tahun 2011 sebesar Rp 90,8 Milliar  itu dapat  segera di proses hukum dengan secepatnya.

“ Harapan saya terutama masyarakat Batam Khususnya ,Kalau boleh secepatnya di periksa.” Ucap Ketua umum Al-jami 'Yatul washliyah provinsi Kepri itu  mengakhiri.