Thursday, 3 April 2014

Sebelum Aseng Lahir,Kami Sudah Diami Pantai Melur .

Batam,Dinamika Kepri- Rabu 2/4  kemarin, sesepuh tokoh masyarakat Galang yang bermukim dikawasan wisata Pantai Melur Barelang tengah melakukan pertemuan dengan para pedagang yang sebelumnya menggantungkan hidup mereka  di lokasi wisata Pantai Melur.

Tetapi lahan lokasi rekreasi keluarga itu kini telah di klaim telah menjadi milik salah satu pengusaha Batam yang bernama Aseng.menurut warga setempat Aseng telah  membuat pantai melur menjadi tidak kondusif, Bahkan lokasi wisata tersebut telah berubah menjadi kawasan penebangan pohon serta banyaknya sisa puing-puing bangunan roboh disekitar tempat itu.

Usai pertemuan,sesepuh tokoh masyarakat menyatakan bahwa tindakan Aseng sudah sangat meresah kehidupan mereka,selain menebangi pohon-pohon,pihak Aseng Juga dituding telah merusak 2 unit bangunan milik pemko Batam.

Atas tindakan pengusaha itu, mereka (warga=red)menjadi berang dan ingin menuntut Aseng  karena telah melakukan perusakan terhadap pohon-pohon, bangunan serta telah melakukan intimidasi kesetiap warga yang bermukim di sekitar lokasi Wisata tersebut.

Jelas warga lagi ,katanya Aseng telah sengaja melibatkan Marinir untuk memperlancar aksinya untuk mengusai lahan seluas 20 Ha tersebut,agar kesannya warga takut.

Menurut juru bicaranya Dani Wogan pada media ini menyangkal kalau Aseng melibatkan pihak Marinir untuk mengusai lahan tersebut atau juga untuk menakut-nakuti dengan mengokang-ngokan senjata api didepan warga.

" Itu tidak benar, tidak mungkin Aseng melibatkan alat negara didalam hal itu,lagian keberadaan Marinir dilokasi itu bukan untuk kepentingan Aseng atau menakut-nakuti warga,kebetulan lokasi itu (Pantai Melur=red)akan di jadikan tempat latihan perang oleh Marinir, apalagi markas Marinir juga sangat dekat dengan Pantai melur." Terang Dani dari celularnya pada Media ini.

 Tegas Yosef Auratu (72) " sebelum Aseng Lahir,kami sudah tinggal di Pantai Melur,bagaimana mungkin ia pemilik lahan,dia belum lahir saya sudah disini!."

Padahal Berdasarkan keputusan Walikota Batam nomor KPTS.120/HK/III/2013  tentang penunjukan untuk  Pengelolaan Pantai Melur Kelurahaan Sijantung kecamatan Galang ,dimana Keputusan  tersebut berbunyi bahwa Pengelolaan Pantai Melur diserahkan kepada masyarakat setempat.

Kronologi Pantai Melur dari pernyataan beberapa warga.