Saturday, 19 April 2014

Penyaluran 8,2 Milliar Dana Publikasi Tahun 2013 Pemko Batam,Layak di Pertanyakan.

Batam ,Dinamika Kepri - Menurut para Awak Media khusunya di kota Batam,bahwa Anggaran anggaran publikasi saat ini sudah  tidak sesuai lagi.

Termasuk Penyaluran Anggaran dana publikasi sebesar 8,2 Milliar Tahun 2013 ke Pemko Batam,Layak di Pertanyakan kemana saja alirannya.

Apalagi adanya tebang pilih yang dilakukan Pihak Humas Pemko Batam terhadap media-media ,membuat masalah ini semakin pelik dan hangat untuk dibahas di kalangan media.

Terkait hal itu, Ardi sendiri selaku kabag Humas pemko Batam pernah di panggil kejaksaan pada tanggal 8/11/2013 yang lalu,ketika ditanyai media ini,Ardi mengaku bukan di panggil melainkan sengaja datang untuk silahturami ke kejaksaan.

" Iya saya memang pergi ke kejaksaan,tidak ada masalah,cuma silahturahmi." Terang Ardi kala itu dari celularnya kepada wartawan Media ini.

Bukan rahasia umum lagi kalau beberapa media lokal telah melakukan menovoli dana publikasi tersebut ,sebab dengan gaung media yang kuat ,membuat kabag humas pemko merasa getar -getir dan harus menyanggupi permintaan segala mereka,tujuannya agar dinasty pemerintahan kota Batam saat ini tetap kondusif dari pemberitaan yang menyudutkan,selama ini, itu terlihat jelas,kebanyakan media yang telah disubsidi tersebut lebih mengarah ke berita pencitraan dari pada mengungkap sesuatu hal.maka dengan memberikan dana publikasi yang berjumlah  fantastik , diduga semua media dapat menutupi segala hal sesuatunya dengan baik.

Padahal  mereka para awak media nasional hanya diberikan langganan Koran sebesar Rp 50.000 s/d Rp 100.000.sedangkan untuk iklan dan advertorial diberikan sebesar Rp 1juta s/d 1,5 juta sekali terbit,itu pun dapat terealisasi  3  atau sampai 4 bulan sekali di berikan.itupun kalau mereka (kasi humas=red) berkenan,sebab mereka punya otoritas sendiri alias sesuka hati mereka.bahkan untuk pembayaran Iklan sendiri sering diulur-ulur waktunya.kadang  para staf Humas pemko Batam dengan seenaknya memberikan janji palsu kepada awak media ,mereka selalu memberikan tanggal dan waktu yang tidak tepat.

Terkait tebang pilih, tindakan itu telah menimbulkan kecemburuan sosial sesama media yang ada di kota Batam ,padahal salah satu Media cetak lokal ada yang menerima paling sedikit nya Rp 25 juta dalam satu bulan.

Dari hasil penelusuran awak media,bahwa Berdasarkan Perda Kota Batam No 8 tahun 2012 tentang APBD Kota Batam tahun 2013 dapat diketahui bahwa untuk angggaran Publikasi dan Media Masa terdapat pada Organisasi Sekretariat Kota Batam,antara lain :

(1) Kode rekening : 1.25.1.20.03.015 Untuk Anggaran Pengembangan Komunikasi ,Informasi dan media masa Rp 8.250.225.260.

(2) Kode Rekening :1.25.1.20.03.015.033 Untuk Anggaran Pembinaan dan Pembangunan Sumber Daya Komunikasi Dan Informasi Rp 805.285.000.

(3) Kode rekening :1.25.1.20.03.015.034 Untuk Anggaran Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Rp 1.177.625.000.

(4) Kode rekening :1.25.1.20.03.015.043 Untuk Anggaran Pengembangan Sumber Daya,Informasi Serta Dokumentasi Kehumasan Rp 1.673.075.200.

(5) Kode Rekening :1.25.1.20.03.015.044 Untuk Anggaran Publikasi dan Promosi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Rp 3.310.970.000.

(6) Kode Rekening : 1.25.1.20.03.015.045 Untuk Anggaran Penyebarluasan Informasi Pembangunan Daerah Rp 391.780.000.

Setidaknya, ada intansi terkait yang serius mengauditnya ke enam rekening ini ,salah satunya seperti Badan Pemeriksa Keungan (BPK) maupun Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) dan hasilnya dibeberkan secara terbuka ke semua media masa.