Wednesday, 2 April 2014

Pengusaha Tebang Pohon disekitar Lokasi Wisata,Warga Sijantung Galang Meradang,Warga akan Tutup Pantai Melur .

Batam,Dinamika Kepri – Siang tadi Rabu 2/4,Warga Sijantung kelurahan Galang meradang setelah melihat kerusakan ekosistem di lokasi rekreasi  Pantai Melur.

Setelah melihat  banyaknya pohon yang ditumbang dan dibakar serta bangunan yang roboh,wargapun meradang melihat.bahkan lurah stempat katanya tidak mengetahui hal itu.
Akhirnya warga yang hampir mencapai ratusan itu yang melihat hal itu, melalukan pertemuan dan membicarakan langkah mereka selanjut nya untuk melawan kesewenang-wenangan pihak pengusaha serta tetap mempertahankan lahan itu.

Dari hasil rapat disimpulkan,untuk sementara ini segala sesuatu bentuk kegiatan apapun dari pihak pengusaha akan dihentikan,bahkan pintu akses masuk Pantai Melur akan ditutup sementara sebelum adanya kesepakantan bersama. Dan demi terciptanya pemilu  aman dan damai dihimbau agar tidak mudah terprovokasi dengan pihak manapun.

Terkait penutupan Pantai melur ini,katanya mereka akan membuat surat resmi kepada Kapolresta Barelang,Polsek Galang,lurah ,Camat,pemko Batam dan ke kejaksaan.

Usai rapat itu berakhir ,warga mengajak mengajak para awak media untuk melihat-lihat bentuk pantai melur saat ini,katanya sudah rusak tidak seperti dahulu lagi.

Di lokasi tampak Pohon-pohon banyak yang telah ditumbang,begitu juga dengan rumah-rumah warga yang bermukim di areal itu.selain itu juga,pihak dari pengusaha  juga telah merobohkan 2 unit bangunan yang didirikan oleh pemko Batam.

Ketika diconfirmasi Media ini,kata tokoh masyarakat setempat Greis Mantan lurah dan Soni bahwa perusakan itu telah dilakukan oleh suruhannya Aseng yaitu seorang pengusaha dari Batam,bahkan ketika melakukan penembangan pohon dan merobohkan bangunan-bangunan disekitar lokasi wisata tersebut.

Katanya juga,bahwa ketika melakukan perobohan itu juga di kawal oleh oknum-oknum dari Alat negara bersenjata lengkap  ,bahkan para oknum alat negara tersebut  ucap mereka,terkesan seperti ingin menakut-nakuti warga,katanya para alat Negara itu kerap mengokang-ngokang  senjata apinya  dihadapan para warga, tujuannya agar warga takut dan segera meninggalkan lokasi pantai melur tersebut.tetapi karena warga tak kunjung pergi ,akhirnya para oknum Alat negara itu menembakan pelurunya  kelaut.tegas beberapa warga.

“Semua pohon ini telah ditumbangi mereka,bukan itus aja 2 unit bangunan Pemko Batam juga mereka robohkan,mereka sangat arogan kepada kami,bahkan ada yang mengacam,bahkan oknum-oknum Alat negara yang seng bawa kerap mengokang-ngokang  senjata apinya  dihadapan para warga, tujuannya agar warga takut,tapi saya tidak takut karena kami berjalan diatas kebenaran.” Tegas Karim.

Tidak sampai disitu  ,tegas mereka lagi kepada beberapa media,bahwa setiap warga yang bermukim  ditempat itu juga  kerap mendapat  kecaman  dari pihak Aseng  yang katanya bahwa Aseng akan  menurunkan banyak preman untuk menghalau mereka dari lokasi itu.

“Aseng  sering mengancam kami,katanya akan  menurunkan banyak preman untuk menghalau kami dari sini.” Tambah Karim Lagi.“

Ketika Media menayakan Nama  Aseng,mereka megatakan bahwa Aseng adalah seorang pengusaha  Batam  yang mereka sebut-sebut selama ini ,yang telah mengkalim bahwa lahan Pantai Melur  yang seluas 20 HA itu adalah miliknya.Bahkan Aseng dituding  sebagai pengusik ketenangan mereka.

Ketika media ingin melakukan confirmasi dengan kelurahan Galang,Samsudin selaku lurah tidak dapat ditemui.

Menurut juru bicaranya  Aseng,Dani Wogan pada media ini membeberkan,bahwa Pihaknya telah memilki legalitas yang sah terhadap lahan seluas 20 Ha di Pantai Melur Galang,kalaupun ada yang merasa terganggu katanya sangat tidak logika,sebab sebelumnya semua sudah terkondisikan,bahkan realita seperti itu kerap terjadi dimnanpun ,dimana disetiap pengembangan lokasi ada yang pro dan ada yang kontra.

“Pihak kami sudah memilki legalitas yang sah terhadap lahan seluas 20 Ha di Pantai Melur Galang tersebut,kalaupun ada yang merasa terganggu  itu sangat tidak logika,sebab sebelumnya semua sudah terkondisikan,memang kalaupun ada yang kontra itu realita, seperti itu sudah kerap terjadi dimananpun tempatnya ,dimana disetiap pengembangan lokasi ada yang pro dan ada yang kontra,itu adalah hal yang wajar.” Ucap Dani Wogan ketika dimintai keterangannya terkai hal ini.

Terkait robohnya 2 unit bangunan pemko Batam tersebut,Dani Wogan menyangkal bahwa kalau yang merobohkan itu dilakukan oleh pihak mereka,katanya tidak mungkin.

“ Ya enggak mungkinlah,masa aset pemko dirusak,emang siapa Aseng hingga berani merusak aset pemerintah,yang benar sajalah!,enggak mungkinlah.” Terangnya.

Menurut Warga bahwa untuk memuluskan aksinya , menuduh pihak Aseng telah membawa Prajurit alat Negara,dan telah melakukan aksi oragan dengan mengokang-ngokang  senjata apinya  dihadapan  warga setempat ,terkait hal itu , Jawab Dani Wogan ia tidak mengetahui .

 “ Masalah itu saya kurang mengetahui.” Cetus Dani.

Melalui pesan singkat ,Siang tadi media ini juga telah mencoba meminta tanggapan Kepada Walikota Batam,Wakil walikota dan kepada dinas Pariwisata,namun tidak ada jawaban.

Sampai berita dimuat,para pejabat tersebut tidak memberikan respon apapun,padahal warga Sijantung kelurahan Galang masih memegang SK walikota tentang pengolahan Pantai melur,bahkan Warga juga sangat mengarapkan campur tangan Pemerintah kota Batam untuk menyelesaikan status pertikaian lahan tersebut.