Monday, 28 April 2014

Pantai Melur Batal di Bongkar,Katanya Masih SP 1.

Batam,Dinamika Kepri - Terkait ada issu pembongkaran di segala bentuk fisik Bangunan di daerah wisata Pantai Melur pada tanggal 28/4/14,media ini mencoba kembali memastikan kebenarannya jadwal pembokaran tersebut , kepada  Dani Wogan selaku juru bicara pihak dari pengusaha yang selama telah mengkalim lahan itu beralasan bahwa pembongkaran di batalkan untuk sementara.

" Pembongkarannya di batalkan,pasalnya surat yang kita berikan masih berstatus surat peringatan pertama (SP1)." Tegas Dani Wogan.

Ketika ditanya kembali waktu dan kapan SP 2 akan di turunkan,menurut Dani Wogan lagi ,katanya akan segera direalisasikan.

" Pihak kita selanjutnya akan  memberikan SP 2,kita akan memberikan waktu tenggang selama seminggu kepada mereka untuk meresponnya,kalau memang juga tidak direspon,kembali kita akan memberi peringatan SP3,dan kalau memang tidak di indahkan juga,dengan terpaksa kita akan melakukan bongkar paksa, tentunya harus melalui mikanisme dan prosedur yang berlaku serta melakukan kordinasi dengan pihak - pihak terkait baik pemerintah maupun dari pihak kepolisian." Tegas Dani lagi.

Batalnya pembongkaran yang akan  dilakukan pihak Aseng terhadap segala bangunan di lokasi Pantai Melur  pada hari senin besok 28/4,diduga telah memberikan angin segar kepada warga yang saat ini masih bermukim disana (Pantai Melur=red).

Batalnya pembongkaran tersebut,media ini mencoba menghubungi warga setempat yang  bernama Soni ,namun ketika Soni di hubungi media ini sekitar pukul 8 : 25 wib malam , hanphone yang bersangkutan sedang tidak aktif.

Soni adalah salah satu warga disana (Pantai Melur=red) ,selama ini diketahui, bahwa warga yang kita hubungi ini adalah orang yang memang betul-betul menolak akan pembongkaran tersebut,selain Soni ada juga yang bernama Greis yaitu Mantan Lurah Sijantung  juga sangat menolak keras perlakuan  Aseng (Pengusaha=red) yang sebelumnya juga telah melakukan perusakan dengan melakukan penebangan pohon dan merusak beberapa bangunan milik pemerintah di lokasi wisata tempat mereka mencari penghidupan sehari-sehari.

Ketika dipastikan kembali terkait jumlah warga yang telah menerima kompensasi ,Dani Wogan membenarkan dan mengatakan bahwa sebanyak 24 kepala keluarga (KK) sudah menerima kompensasi,sisa 8 KK lagi memang belum menerima,menurut Dani sebelumnya, bahwa 8 KK yang belum menerima tidak disanggupi karena menurut Dani permintaan Ke-8 KK lebih tinggi dari yang lainnya.

Benarnya tidaknya pernyataan juru bicara pihak Aseng tersebut,kembali media ini menghubungi Soni kembali,Namun sampai berita ini di muat pada pukul 9 malam 27/4/14,hanphone Soni juga tidak aktif.