Tuesday, 22 April 2014

LPPNRI di Batam Ada Dua Kubu.

Batam,Dinamika Kepri - Kini Lembaga Pemantau Penyelenggara Republik Indonesia (LPPN-RI) untuk kota Batam diketahui memiliki dua kubu. kubu yang pertama yaitu kubu yang sebelumnya telah di bekukan oleh LPPNRI pusat,dan kubu yang kedua kubu yang sudah  terbentuk dengan kepengurusan baru.

Beredar kabar bahwa LPPN-RI yang sebelumnya  terbentuk telah dibekukan oleh pusat, dikarenakan banyaknya oknum-oknum anggota LPPNRI Batam yang ketahui pusat telah  melakukan tindakan atau melakukan diluar kewajaran dari visi dan misi terbentuknya LPPN-RI itu sendiri.dimana hal itu di benarkan kepengurusan baru  oleh Candra selaku Wakil ketua I dewan perwakilan Kota (DKP) LPPN-RI Batam kepada media ini melalui celularnya senin malam 21/4/2014.

Kini pengerusan baru LPPN-RI untuk DKP Batam telah terbentuk diduga tampa melibatkan para pengurus yang lama,dan Candra sendiri mengaku bahwa LPPN-RI untuk kepengurusan baru telah terjadi setengah tahun yang lalu.dan bila di singkronkan dengan waktu pembekuan kepengurusan yang lama dengan pembentukan keperusan yang baru tidaklah berselang waktu lama.

"Restu dari LPPN-RI pusat , Kepengurusan LPPN-RI yang baru untuk DKP Batam sudah terbentuk sejak setengah tahun yang lalu tetapi belum ada pelantikan sehingga kami para pengurus baru belum dapat melangkah lebih jauh untuk menyikapi sesuatu masalah,jadi kami tinggal menunggu pelantikan saja,mudah-mudahan bisa cepat terlaksana dalam waktu dekat ini." Kata Candra.

Ketika disinggung keabsahan para anggota-anggota pengurus LPPN-RI yang lama,Candra menyawab mereka tetap masih bagian dari LPPN-RI.

" Mereka para rekan-rekan kita tetap masih bagian dari kita,kita terbuka ,tetapi alangkah baiknya kalau mereka kembali untuk mendaftarkan kembali,maksudnya mendaftar kembali bukan membuat Kartu tanda anggota (KTA) melainkan untuk mengecek ulang masa surat tugas mereka apakah masih berlaku atau tidak,perwakilan daerah tidak berhak memecat anggota,sebab semua KTA LPPN-RI langsung diberikan LPPN-RI Pusat." Tambah Candra lagi memastikan.

Terkait Pembekuan LPPN-RI kepengerusan yang lama,Candra tampak tidak begitu antusias untuk membahasnya,Ia hanya mengatakan bahwa pembekuan itu bukan kesalahan LPPN-RI nya ,melainkan kesalahan dari oknum anggotanya.

" Iya pembekuan itu langsung dari LPPN-RI pusat,bahkan surat pembekuan itu disampaikan keseluruh instansi yang ada di Batam,seperti ke Kejaksaan,Pemko Batam dan yang lainnya,tetapi pembekuan itu bukan karena kesalahan lembaganya melainkan dari berasal oknum-oknum anggotanya." Terang Candra lagi.

Menanggapi terbentuknya kepengurusan LPPN-RI yang baru ini, Ari Ariadi yang juga anggota kepengurusan lama membenarkan kalau kepengurusan LPPN-RI yang baru untuk Batam telah terbentuk,Ia berpendapat bahwa itu sah-sah saja,sebab selama ini ,ia menilai bahwa LPPN-RI di Batam sudah seperti kehilangan Induk.ketika media ini menanyakan ketertarikannya untuk mendaftar kembali,Ari tampak tidak begitu merespon,katanya " Entar dululah,masih panjang waktu".Jawab Ari.

Sama halnya dengan pernyataan ketua nelayan  yang juga anggota pindahan LPPN-RI dari Jakarta yang bertemu Ari di Cafe Amor senin malam 21/4 ,ia juga membenarkan pernyataan Candra yang mengatakan bahwa pengurus lama dan pengurus baru sama, sama-sama anggota LPPN-RI.

" Walau ada informasi terbentuknya kepengurusan yang baru,itu sah-sah saja,yang lama dan yang baru itu sama tidak ada bedanya." Tegas teman Ari.

Tersirat kabar selama ini, bahwa adanya pembekuan terhadap LPPN-RI kepegurusan yang lama ,ditenggarai adanya salah satu oknum anggota LPPN-RI Batam yang beranisial TP berbenturan  dengan salah satu dengan awak media Harian Dialog yang bernama Tumpal Nababan di SPBU Pasir putih Batam Center pada tanggal 1/11/2013 yang lalu,sehingga dengan permasalahan itu diduga kuat menjadi dasar pembekuan tersebut.

Sampai saat ini,masalah tersebut belum selesai alias adem ayem,bahkan oknum beranisial TP itu tidak tersentuh hukum sama sekali ,padahal yang bersangkutan telah dilaporkan kepihak Kepolisian Polsek Batam Kota.bahkan para wartawan seluruh Batam yang mengatasnamakan Awak juga pernah melakukan orasi ke Polda Kepri untuk menyelesaikan Permasalahan itu.

Ketika  Media ini menayankan status TP saat ini di LPPN-RI Batam kepada Candra ,Candra selaku wakil I DKP LPPN-RI kota Batam ini seperti enggan menjawab lebih rinci,katanya bahwa yang berhak memecat anggota itu pusat bukan daerah.

Saat ini Kepengurusan LPPN-RI dewan perwakilan kota Batam telah terbentuk,seperti gambar diatas Photo baliho diambil pada tanggal 21/4 di Sagulung  tampak di ketuai oleh Baryono ,SH dan Sekretarisnya yang bernama Allib Munirman,S.sos.,menurut warga setempat mengatakan bahwa baliho sudah terpasang sebelum Pemilu yang lalu.