Tuesday, 22 April 2014

Kuburan Sei Tamiang Telah Terjual Akan di Bangun Pasar Rakyat.

Batam,Dinamika Kepri - Pulau Batam dengan luas lahan 715 km² (276 mil²),hingga saat ini  semua lahan masih di kuasai oleh BP Kawasan Batam.

Pembangunan terus bertumbuh pesat ,baik disektor industri ,perumahan maupun perhotelan.ditambah lagi dengan pesatnya pertumbuhan jiwa,membuat kota Batam terus membangun disektor Pemukiman atau perumahan.

Banyaknya permintaan pasar akan tempat tinggal ,memaksa para pengembang atau Develover belomba-lomba mencari lahan yang strategis untuk dijadikan perumahan maupun hotel.

Banyaknya permintaan dari pihak pengembang , membuat BP Kawasan bertambah bersemangat menjuali lahan.baik gunung,hutan maupun kuburan sekalipun juga ikut dijual.

Salah satunya tempat pemakaman umum (TPU) Sei Tamiang,katanya sudah laku terjual kepada salah perusahaan di Batam yang bernama PT.MAS yang pemiliknya juga pemilik  Hourbour bay.

Benar tidaknya issu yang beredar ini telah dibenarkan oleh salah satu LSM di Batam yaitu  lembaga Investigasi Kinerja Aparatur Negara (LIKAN) oleh  Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera perwakilan Batam.katanya bahwa TPU Sei Tamiang sudah dijual BP Kawasan kepada PT MAS ,dan nantinya  akan dibangun pasar rakyat.Ucap pengurus  LSM Likan tersebut memastikan.

Ketika ditanya tentang Jenasah yang sudah terkubur didalamnya, Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera perwakilan Batam itu menjawab ,kalau kepingin lebih mengetahuinya,di BP kawasan sudah ada tertera solusinya. 

"Bagi keluarga yang ingin melakukan pemindahan jenasah keluarganya , BP kawasan akan di memberikan kompensasi Rp 2,5 juta, enggak percaya ? ,itu datanya ada di lantai II Gedung BP kawasan." Ucapnya senin malam 21/4  di komplek Maritim Jodoh.

Tersiarnya berita mengejutkan ini ,dipastikan masyarakat Batam akan terkejut dan panik,mereka akan bingung akan memindahkan .

" Iya..kalau tidak di pindah pastinya akan di timbun ataupun diratakan,namanya juga mau pasar rakyat ." katanya Sambil tertawa kecil.

Terkait telah terjualnya TPU Sei Tamiang ini kepada salah satu perusahaan tersebut  , hendaknya berita  masih butuh penjelasan dari pihak BP kawasan Batam tentang pernytaan Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera perwakilan Batam itu.

Berita ini muat Selasa pada pukul 5:22 wib dini hari,sehingga tidak memugkinkan untuk melakukan confirmasi kepada pihak BP kawasan benar tidaknya pernyataan dari LIKAN itu .

Ketika Media ini menayakan perihal itu ke BP kawasan Batam ,Bapak Slamet bagian lahan di lantai II BP kawasan itu menjawab tidak tahu persis.

" saya tidak tahu persis masalah itu.lagian masa kuburan dijual ?." Jawab Slamet singkat via ponselnya pada hari Jumat 25/4 singkat.

Pada hari sabtu 26/4,media ini kembali melakukan confirmasi kebenaran pernyataan LSM LIKAN tersebut kepada walikota Batam yaitu Ahmad Dahlan , namun tidak direspon,bahkan hingga berita ini dimuat belum ada tanggapan apapun terkait penjualan TPU tersebut kepada PT .MAS.

Bersambung...